3 Kombinasi Bahan Skincare Patut Coba

Masih ingat kan dengan artikel Kak Dara tentang skincare yang nggak boleh dipakai berbarengan? Kali ini, saya akan share sebaliknya—skincare yang malah bekerja lebih efektif kalau dipakai sama-sama.

Retinol + Hyaluronic Acid

Retinol memang dianggap sebagai anti-aging superhero karena terbukti dapat meningkatkan pergantian sel kulit serta mendorong pembentukan kolagen baru. Tapi, salah satu efek samping dari pemakaian retinol adalah kulit yang menjadi gampang iritasi atau super kering. This is where the hydrating and soothing Hyraluronic Acid (HA) comes in. Saat digunakan berbarengan, hyaluronic acid dapat menjaga kelembapan dan kekenyalan kulit sambil mencegah iritasi, tanpa menggangu efektifitas produk retinol yang digunakan.

Baca juga: 3 Serum Hyaluronic Acid untuk Menjaga Kelembapan dan Kekenyalan Kulit

AHA/ BHA + Benzoyl Peroxide

Mengutip Tsippora Shainhouse MD, dermatolog dari Beverly Hills, “AHA/BHA dapat mengeksfoliasi kulit, supaya benzoyl peroxide dapat menembus lebih jauh ke dalam kulit dan meningkatkan efek anti-inflamasi dan anti-bakteri.” Walaupun terdengar cukup mengerikan karena produk-produk ini lumayan potent di kulit, setelah saya coba kombinasi BHA + Benzoyl Peroxide, jerawat saya memang jadi lebih cepat kempes. Tapi, kulit juga bisa terasa kering setelahnya, so jangan lupa untuk lanjutin dengan moisturizer. Atau, cara lain yang lebih “ramah” di kulit adalah dengan menggunakan benzoyl peroxide setelah hydrating toner yang mengandung AHA/BHA.

skincare berbarengan 1Sunscreen + Antioxidants

Antioxidants are the peanut butter to sunscreen’s jelly. Produk antioksidan membantu memperbaiki tanda-tanda penuaan yang muncul seperti garis halus dan flek hitam, sementara sunscreen dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada kulit. Sounds like a match made in heaven, right? Karena itu, saya suka menggunakan rosehip oil atau produk Aloe Vera yang kaya akan antioksidan, sebelum dilanjut dengan sunscreen.

Baca juga: 3 Serum Antioksidan yang Bermanfaat Menangkal Radikal Bebas

Moisture Mask + Clay/ Charcoal Mask

Kalau kamu mempunyai kulit kombinasi, sudah pernah mencoba “Multi-Masking”? It’s actually really simple: Gunakan clay atau charcoal mask seperti The Body Shop Himalayan Purifying Glow Mask di daerah wajah yang oily (contoh: T-Zone) untuk menyerap minyak berlebih, lalu gunakan hydrating atau moisturizing mask seperti Sukin Hydrating Facial Masque di daerah-daerah wajah yang cenderung lebih kering, seperti pipi atau dagu. Dengan cara ini, kamu nggak akan over-drying atau over-hydrate kulit, plus you’re also saving a lot of time!

multimaskingVitamin E + Vitamin C

Kombinasi Vitamin E dan C adalah dynamic duo yang juga bagus untuk melawan efek buruk dari paparan sinar matahari. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa menggunakan lotion atau serum dengan kandungan Vitamin C dan E dapat memberikan empat kali lipat perlindungan ke kulit daripada sunscreen biasa. Contoh produk yang menggunakan kombinasi kedua ini adalah Skincaeuticals CE Ferulic, Ole Henriksen Truth Serum dan Pixi Overnight Glow Serum.

Baca juga: Beautypedia: Vitamin E dalam Skincare

Walaupun memang ada banyak “pantangan” saat layering skincare, seperti kombinasi obat dokter dan over-the-counter treatments yang nggak boleh sembarangan, masih ada banyak kok mix and match skincare yang bisa kamu praktikkan. Sama seperti perdebatan tentang pemakaian niacinamide dengan Vitamin C, tentu balik lagi ke kulit kita masing-masing yang semuanya berbeda-beda. Walaupun banyak yang bilang kalau Vitamin C dan niacinamide dapat menyebabkan kulit merah, di kulit saya nggak ada efek negatif seperti dari kombinasi dua bahan skincare ini, dan saya rasa malah lebih efektif untuk mengurangi hyperpigmentation.

So, if there’s one thing to take away from this article is: jangan takut untuk melakukan skincare layering dan berksperimen, karena pengalaman adalah guru terbaik kalau mau belajar lebih tentang skincare dan kulit sendiri.

Semoga bermanfaat! smile emoticon