Beautypedia: Vitamin E dalam Skincare

Kalau kamu baca ingredients list skincare, pasti sering menemukan komposisi tocopherol atau tocopheryl acetate kan?

Dua bahan inilah yang dimaksud sebagai vitamin E oleh brand-brand skincare, yang pastinya digadang-gadang ampuh dalam melembapkan kulit, sampai anti-aging karena punya manfaat antioksidan. Sering juga dipakai untuk menjaga kandungan oil dalam skincare tetap stabil.

Baca juga: Beautypedia: Fungsi 10 Bahan Skincare Wajib Tahu

Tapi, kenyataannya nggak sesimpel itu. Tocopherol/ tocopheryl acetate hanyalah  satu dari delapan komponen asli vitamin E alami yang sebenarnya (sumber). Dalam skincare, biasanya diperoleh dari vegetable oil alias minyak nabati, contohnya minyak jagung, kedelai, atau canola oil. Perbedaannya? Tocopherol punya kelebihan lebih gampang diserap oleh tubuh, sedangkan tocopheryl acetate (tocopherol yang sudah dicampur dengan acid) lebih stabil sehingga membantu shelf life produk lebih lama (sumber)

Walau tocopherol sebenarnya terbentuk secara alami, baik tocopherol maupun tocopheryl acetate sama-sama bisa dibuat secara sintetis di laboratorium, lho. Nggak berarti skincare dengan sumber vitamin E tocopherol lebih baik ketimbang tocopheryl acetate. Nggak ada yang tahu apakah brand tersebut pakai tocopherol buatan, atau sintetis, kecuali kamu mau tanya langsung ke manufacturer-nya! Kalau kamu mau yang benar-benar alami, kamu harus mastiin pada si produsen, atau cari keterangan di kemasan prosuk, bahwa vitamin E yang digunakan adalan non-GMO (genetically modified) vitamin E.

apply serum-3

Dioles VS Dimakan

Dalam skincare, vitamin E sering dipadukan dengan vitamin C (terutama dalam produk serum) karena bagus untuk melawan efek buruk sinar matahari (sumber). Contoh produknya adalah Pixi Overnight Serum, atau Skincaeuticals CE Ferulic. Studi juga sudah membuktikan bahwa vitamin E punya manfaat anti inflamasi (one of common acne causes!) , baik bagi kulit, dan juga organ dalam tubuh. Tapii, dengan catatan bahwa sumber vitamin E-nya yang baik dan sempurna.

Ada kah cons vitamin E dalam skincare, yang berbentuk tocopherol dan tocopheryl acetate? Bisa (bukan pasti) menyebabkan iritasi dan kemerahan pada sejumlah orang (sumber). Coba baca pengalaman Dara berikut, dengan sheet mask yang mengandung vitamin E sintetis.

Dengan segala kekurangan informasi mengenai informasi sumber vitamin E pada skincare, lebih baik kamu menjaga makan agar kebutuhan vitamin E tubuh terpenuhi. Kuaci, kacang almond, buah mangga dan brokoli adalah sejumlah makanan yang bisa memenuhi kebutuhan vitamin E sehari-hari.