3 Alasan Beralih ke Cushion Puff untuk Aplikasi Foundation

Selalu pakai brush atau spons untuk foundation? Sekali-sekali, coba deh pakai cushion puff! 

Saat cushion compact lagi hits-hitsnya, siapa yang menyangka bahwa si aplikator cilik di dalam kemasannya juga ikutan punya “panggung”. Yes, walaupun mungkin belum bisa sepenuhnya menyaingi Beautyblender atau foundation brush pada umumnya, tapi tren menggunakan cushion puff untuk foundation sudah mulai terlihat. Apalagi harga cushion puff yang sangat terjangkau, hanya sekitar 30-40 ribuan aja. Mau repurchase berkali-kali pun nggak berat rasanya :D

Lihat juga: Bikin Alis Natural Pakai Brow Cushion

Berikut tiga alasan yang bikin saya belum kembali ke spons makeup dan betah memakai cushion puff:

1. Gentle di Kulit Bermasalah

Yang punya kulit bermasalah, baik itu jerawat, eksim, atau kering dan mengelupas pasti tahu struggle-nya memakai foundation dengan tools, baik itu spons maupun brush. Kena gesek sedikit, kulit yang sensitif gampang banget memerah dan kadang foundation pun nggak mau nempel. Cushion puff sendiri didesain tipis dengan permukaan halus yang lembut di kulit sensitif, jadi saat mengaplikasikannya pun nggak butuh tekanan terlalu besar. Selain itu, handle di bagian belakang cushion puff juga membantu mengontrol tekanan agar hanya di tap-tap lembut di seluruh bagian wajah.IMG_55372. Low-Maintenance dan Awet

Meskipun sama-sama harus rajin dicuci seperti foundation tools lainnya, tetapi pengalaman saya selama tiga tahun terakhir memakai spons makeup dan cushion puff membuktikan bahwa cushion puff jauh lebih tahan noda. Kalau lagi malas, biasanya saya baru mencuci cushion puff setelah pemakaian dua minggu, dan noda foundation nggak terlalu banyak menempel di permukaannya. Sedangkan spons, 3-4 kali pemakaian saja pasti sudah dekil. Lucunya, spons makeup justru menyerap lebih banyak produk dibandingkan cushion puff.

Plus, cushion puff bisa tahan satu tahun lebih tanpa ada gurat ataupun boncel-boncel, mungkin karena (balik ke poin satu), cara pemakaiannya yang memang nggak hardcore.

Lihat juga: Review COSRX Clear Fit Blemish Cushion

3. Bagus untuk Membangun Coverage

Coverage dibutuhkan nggak hanya untuk menutupi jerawat atau noda, tetapi juga area-area kulit yang warnanya nggak rata. Contohnya adalah area dahi, yang biasanya lebih gelap dari warna kulit di area wajah lainnya. Nah, membangun coverage pun harus hati-hati karena menambahkan foundation terlalu banyak justru malah membuat beberapa area menjadi cakey dan ujung-ujungnya tetap nggak rata. Penggunaan cushion puff bisa membantu membangun coverage di wajah tanpa membuat complexion menjadi terlalu cakey.

Kalaupun kamu nggak tertarik menggunakan cushion puff untuk aplikasi foundation dari awal, kamu bisa menggunakannya untuk finishing dan meratakan warna kulit karena hasilnya akan super flawless.

Overall, I get why people are obsessed not only with the cushion, but with the cushion puff as well! Yang hobi pakai cushion puff juga, jangan lupa share opini kamu di comments, ya.