Alasan Menggunakan Produk Bayi Untuk Kecantikan

Kalau sedang bosan menggunakan produk-produk skincare yang biasa dipakai, bisa lho mencoba menggunakan baby product sebagai selingan. Saya sendiri punya beberapa baby product andalan yang selalu saya repurchase.

Sebenarnya penggunaan baby product untuk skincare orang dewasa bukan merupakan hal yang aneh. Teman atau saudara saya yang sudah punya baby, seringkali ikut menggunakan produk yang digunakan oleh bayinya, karena alasan kepraktisan. Katanya sih karena kalau sudah punya baby waktu untuk berbelanja nggak seleluasa dulu, jadi kalau satu produk bisa dipakai untuk bayi dan ibunya sekalian akan sangat menghemat waktu. Selain itu, produk-produk untuk bayi ini juga cukup memakan banyak tempat untuk penyimpanan, sehingga beberapa ibu memilih untuk lebih menyederhanakan produk-produk yang mereka pakai.

Selain para ibu yang memang sudah punya bayi, gadis muda yang belum punya anak kayak saya pun suka sekali lho pakai produk bayi :D. Saya sengaja membeli beberapa baby product untuk pemakaian pribadi. Dengan perkembangan dunia skincare yang semaju sekarang, saya pikir kebiasaan saya ini adalah sesuatu yang sangat aneh. Tapi setelah membaca-baca Forum FD pada thread baby product for adult, barulah saya tahu kalau banyak juga yang seperti saya.

baby1

Ada beberapa alasan mengapa saya suka dengan baby product. Alasan pertama adalah aromanya yang sangat khas dan cenderung lembut. Saya suka sekali dengan aroma produk-produk untuk bayi, bahkan cenderung addict. Buat saya aroma produk-produk bayi ini enak dan menenangkan. Kalau sedang di rumah saja, saya biasanya menggunakan bedak bayi dan baby cologne sebagai pengganti parfum. Memang sih, aromanya tidak begitu tahan lama di badan saya, tapi jenis aromanya sangat saya suka. Aroma baby cologne ini biasanya segar, lembut, dan nggak menyengat. Saya nggak punya brand favorit khususkarena sejauh ini semua baby cologne yang saya temukan wanginya nggak ada yang failed.

Selain baby cologne, produk bayi yang selalu saya beli karena wanginya adalah Zwitsal Baby Skin Protector Lotion. Kulit saya gampang sekali membekas kalau terluka, termasuk luka karena garukan. Makanya penting banget untuk pakai mosquito repellent pada saat saya beraktivitas di tempat terbuka yang banyak nyamuknya. Sayangnya saya nggak tahan dengan aroma produk mosquito repellent lotion untuk dewasa yang kebanyakan ada di pasaran. Oh iya, produk mom’s hand sanitizer aromanya juga enak lho!

Alasan kedua adalah produk-produk bayi ini biasanya formulanya lembut, jadi saya yang punya kulit sensitif pun merasa aman saja saat menggunakannya. Logika saya sih, kalau untuk kulit bayi yang masih super sensitif saja aman, mestinya ketika digunakan untuk kulit orang dewasa seperti saya juga aman.

Baca juga: Perawatan untuk Kulit Sensitif dan Ibu Hamil

Produk yang sudah berkali-kali saya repurchase karena formulanya adalah Johnson Baby Milk Bath, karena itu adalah salah satu dari sabun mandi yang cocok untuk kulit kering dan sensitif saya. Produk ini nggak bikin kulit saya tambah kering atau gatal-gatal, seperti reaksi kulit saya bila memakai produk sabun yang saya nggak cocok. Lalu saya juga selalu sedia Cussons Baby Wipes di rumah. Saya memang lebih memilih menggunakan baby wipes daripada tissu basah biasa karena baby wipes sudah pasti tidak mengandung alkohol.

baby2

Tapi meskipun produk bayi cenderung aman, tetap selalu baca ingredient product bila akan menggunakan ya. Siapa tahu kulitmu termasuk yang tidak cocok dengan ingredient tertentu pada produk tersebut. Saya sendiri membatasi baby product ini untuk penggunaan di badan dan rambut saja, karena kalau untuk muka, saya tetap lebih mempercayakan ke produk-produk yang memang di formulasikan untuk kulit wajah. Selain itu nggak semua produk bayi akan cocok digunakan untuk kulit muka lho. Beberapa teman saya menggunakan baby cream untuk pelembap muka. Tapi saya sendiri khawatir, karena kebanyakan baby cream mengandung mineral oil yang bisa menyumbat pori dan memicu jerawat. Karena kulit saya gampang berjerawat, jadi lebih baik saya jauh-jauh deh.

Baca juga: Memakai Bedak Bayi untuk Mengatasi Rambut Lepek, Amankah?

Alasan ketiga adalah karena baby product ini relatif mudah ditemukan dimana saja. Bukan cuma di supermarket-supermarket besar, tapi di minimarket dekat rumah saya pun tersedia. Jadi kadang baby product ini bisa jadi opsi termudah kalau sedang kehabisan suatu skincare, namun belum sempat ke mall atau belanja online untuk repurchase.

Misalnya nih, saya pernah bingung karena kehabisan body oil. Kebetulan body oil yang saya pakai hanya dijual di drugstore semacam Guardian dan Watsons, sementara saya belum ada waktu untuk mampir ke sana. Jadilah untuk sementara saya membeli baby oil dan saya pakai as body oil. Ternyata baby oil ini berkerja dengan baik untuk melembakan kulit saya, selain itu aromanya juga sangat enak.

Alasan terakhir adalah kadang saya perlu mengganti produk-produk yang biasa saya pakai sehari-hari, agar nggak jenuh dan tetap semangat merawat kulit. Produk yang langganan jadi produk pengganti kalau sedang jenuh adalah Pigeon Baby Shampoo. Saya memang menghindari kandungan silicon pada produk sampo, karena bila terlalu sering dipakai, biasanya kulit kepala saya akan mengalami gatal-gatal.

Tapi, nggak banyak produk non-silicon shampoo yang tersedia di pasaran. Saya terkadang bosan sekali, karena memakai produk yang sama terus menerus selama bertahun-tahun setiap cuci rambut. Makanya terkadang saya mengganti sampo yang biasa saya pakai dengan Pigeon Baby Shampoo ini. Kebetulan, sampo dari Pigeon ini juga non-silicon.

Nah, itu adalah beberapa alasan mengapa saya suka menggunakan produk-produk bayi. Kalau kamu, adakah baby product yang suka digunakan?