Cara Atasi Jerawat Hormonal

Paling kesal kalau udah ngurusin yang namanya jerawat hormonal. Selain biasanya jerawatnya besar-besar, kadang radangnya juga lama dan bekasnya lama sekali hilang. 

Gimana cara membedakan mana jerawat biasa dan mana jerawat hormonal? Pertama, perhatikan lokasi munculnya jerawat. Area rahang, dagu, dan pelipis adalah daerah-daerah yang paling umum dihinggapi jerawat hormonal. Jadi kalau sudah mendekati that time of the month dan mulai ada jerawat muncul di daerah-daerah tersebut, kemungkinan besar hormonlah penyebabnya.

Bentuk jerawat hormonal sendiri bisa bermacam-macam, ada yang berbentuk cystic acne, ada yang ukurannya medium dengan whitehead di atasnya (pustule). Tapi di kebanyakan kasus, jerawat hormonal biasanya berbentuk cystic acne, meradang, dan agak nyut-nyutan kalau tersentuh. Kadang ada juga jerawat hormonal yang nggak punya ‘mata’, jadi cuma big red bumps saja di permukaan kulit.

Baca juga: Sheet Mask Bikin Bruntusan?

Berikut trik yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi jerawat hormonal:

Cara Atasi Jerawat Hormonal

Exfoliate!

Kalau kamu bisa mengira-ngira kapan menstruasi akan datang, ada baiknya untuk rutin eskfoliasi menjelang hari H untuk mengontrol produksi minyak. Bisa dengan exfoliating toner atau purifying mask, just to get all the gunks out. Jerawat bisa subur karena kulit yang terlalu oily dan pori-pori tersumbat, jadi pastikan bahwa kulit kamu sedang dalam kondisi prima dan jangan berikan breeding ground untuk jerawat timbul.

Sedia Spot Treatment dengan BHA

Berdasarkan pengalaman saya, obat totol jerawat yang kandungannya benzoyl peroxide nggak terlalu ampuh untuk jerawat hormonal yang merah dan radang. Salicylic acid sebagai BHA dinilai lebih ampuh untuk jerawat yang bandel karena cara kerjanya yang bisa masuk ke dalam pori-pori dan memiliki fungsi anti-inflamasi untuk meredam radang. Tapi ingat, jangan abuse kulit dengan memakai obat totol sampai kering, ya! Everything in moderation, jangan sampai minyak natural di kulit hilang supaya nggak dehidrasi.

Kurangi Makanan Manis

Saat menstruasi, produksi minyak di kulit kita akan bertambah karena pengaruh dari hormon testosteron. Kalau ditambah dengan kebanyakan ngemil makanan manis, level minyak akan semakin bertambah dan memicu pori-pori tersumbat. So, tahan diri dari godaan-godaan dessert saat menstruasi kalau kamu nggak mau ada cystic acne yang annoying!

Sudah melakukan semua hal di atas tapi jerawat hormonal masih juga bandel? Mungkin saatnya konsul ke dokter kulit. Kalau memang kulit kamu nggak membaik juga setelah berbulan-bulan memakai produk-produk over-the-counter, mungkin itu memang tanda kalau jerawat hormonal kamu butuh prescription treatment.

Bahkan di beberapa kasus, butuh bantuan pil KB untuk meredakan jerawatnya dari dalam. Jangan ragu untuk sekedar konsul ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dari ahlinya. Lakukan beberapa persiapan sebelum konsul ke dokter dan lakukan hal-hal berikut ini supaya konsultasi kamu bisa maksimal hasilnya.

Bagaimana cara kamu menangani jerawat hormonal? Bisa di-handle sendiri atau butuh bantuan dokter?