3 Tokoh Berpengaruh di Dunia Kecantikan Internasional Saat Ini

Hasil karya tiga perempuan ini berpengaruh banget pada dunia kecantikan yang menurut saya lagi seru-serunya ini. Siapa sih, mereka?

Bicara tentang industri kecantikan tentu nggak hanya seputar lipstik apa yang baru di-launching atau siapa makeup artist yang lagi hits. Di balik itu semua, ada orang-orang dengan posisi penting yang keputusannya bisa membuat dampak besar atau menciptakan tren baru.

Saya berani bilang kalau dunia kecantikan lagi seru-serunya karena memang di tahun 2016 ini, so many things happened. Munculnya berbagai macam brand, tren lama yang balik lagi menjadi populer, selebriti meluncurkan lini kosmetik, semua hal ini berkontribusi meramaikan industri kecantikan. Tantangannya pun juga semakin banyak karena kini customer jadi jauh lebih kritis dalam belanja kosmetik. Betul, nggak?

Selain hal-hal di atas, “aliran” makeup pun menjadi bermacam-macam, nggak cuma terpaku pada apa yang kita lihat di TV atau majalah saja. That alone, makes this industry becomes so interesting and no wonder it moves in a very fast pace. Tentu, majunya industri kecantikan nggak lepas dari “tangan-tangan tak terlihat” yang menjadi decision makers dan menciptakan tren massal yang kemudian diikuti para beauty enthusiasts.

These three women are playing the game in their own way and mind you, they are really good at it!

1. Balanda Atis

Lupita-Nyongo-NEW-Face-Lancome-02Sumber: beautyculturetech.com

Masih ingat ketika Lupita Nyong’o menjadi salah satu spokesmodel Lancôme pada 2014 lalu? Everyone flipped, nggak cuma Hollywood saja tetapi juga industri kecantikan karena Lupita yang saat itu lagi naik daun benar-benar merepresentasikan kecantikan women of color. Lupita, sebagai aktris berkulit hitam pertama yang menjadi spokesmodel Lancôme, berpose di berbagai campaign poster Lancôme dengan pulasan foundation Teint Idole Ultra 24H dalam shade 550 S yang masuk banget ke kulit eksotisnya.

Balanda-NPR-Loreal-800x600Nah, siapa yang meracik foundation yang dipakai Lupita tersebut? Meet Balanda Atis, cosmetic chemist dari L’Oreal yang juga mengepalai Women of Color Lab, laboratorium milik L’Oreal yang berlokasi di New Jersey, Amerika Serikat. Job desc Balanda di Women of Color Lab? Menciptakan kosmetik dengan warna yang bisa dipakai oleh siapapun, dengan warna kulit apapun. 

“Saya tahu betapa sulitnya perempuan berkulit gelap untuk menemukan shade foundation yang masuk ke kulit mereka. Beberapa foundation yang ditujukan untuk warna kulit gelap seringkali malah membuat kulit tersebut terlihat kusam, kotor, atau bahkan abu-abu.

Dalam meneliti hal ini, saya menemukan bahwa warna kulit manusia tidak hanya sebatas kulit Kaukasian, Hispanic, Asian, atau African-American, tetapi di antara itu semua ada banyak sekali skintone yang merupakan gabungan dari berbagai warna.

Berangkat dari pengalaman pribadi, passion saya di bidang sains, dan kecintaan saya pada makeup, kami di L’Oreal Women of Color Lab mempunyai goal yaitu membuat foundation dengan range warna yang luas agar perempuan di seluruh dunia bisa menemukan warna yang cocok untuk kulit mereka.

Kalau kamu penasaran tentang apa saja yang dilakukan Balanda bersama timnya di Women of Color Lab, coba deh, intip video berikut ini. I hope you find it as exciting as I do! 

2. Laura Nelson

promo288389788Sumber: refinery29.com

Awal perkenalan saya dengan Colourpop Cosmetics adalah lewat video lip swatches Lippie Stix yang dibuat oleh Youtuber Kathleen Lights. Waktu itu, saya yang belum tahu sama sekali tentang brand asal Los Angeles ini, langsung berpikir, “Wah, brand apa nih, lucu juga namanya Colourpop. Kayaknya bakal hits.” Benar saja, beberapa bulan kemudian, saya dan anak-anak kantor FD ramai-ramai PO Colourpop Ultra Matte Lipstick!

Laura Nelson, bersama adiknya, John Nelson, mendirikan Seed Beauty (parent company Colourpop yang juga merupakan parent company Kylie Cosmetics) di tahun 2014. Seperti yang saya katakan di artikel ini, Colourpop adalah perusahaan yang pintar banget memanfaatkan social media untuk melakukan promosi.

Per hari ini, jumlah followers @colourpopcosmetics di Instagram sudah mencapai angka 3,2 juta! Mengingat Colourpop baru berusia dua tahun dan hanya beriklan lewat YouTubers, bisa dibilang pergerakan mereka di beauty industry cukup kuat.

colourpop

Sumber: hannahheartss.co.uk

Saat ditanya oleh Refinery29 tentang harga produk-produk Colourpop yang sangat terjangkau (hampir semuanya di bawah $10!), Laura menjawab, “Mungkin ada banyak orang yang ingin mencoba lipstik ungu, tapi ragu mengeluarkan $20 hanya untuk sebuah lipstik yang belum tentu cocok dengan selera mereka. Tapi dengan Colourpop, pembeli bisa mendapatkan lipstik dengan harga $6, jadi, kenapa nggak dicoba saja?”

Di tengah banyaknya jumlah beauty brand yang ingin menaikkan namanya, Colourpop bisa dibilang “anak kemarin sore” yang sukses melakukan branding lewat social media. Kesuksesan Colourpop terjadi sangat cepat, dalam waktu singkat semua orang langsung membicarakan Colourpop. Ditambah dengan kualitas produk mereka yang memang bagus dan dukungan fanbase yang solid, saya yakin akan ada kejutan-kejutan selanjutnya dari Colourpop untuk para pecinta makeup.

3. Emily Weiss

emily weissSumber: marieclaire.com

Makeup for hipsters. Itu yang pertama kali terlintas di pikiran saya ketika melihat Glossier, merek kosmetik yang lahir dari beauty website Into The Gloss. Sang founder, Emily Weiss, mendirikan Glossier di tahun 2014 setelah sukses dengan Into The Gloss yang menghadirkan satu juta visitors setiap bulannya. Sesuai dengan beauty philosophy Emily yang mengedepankan “convenience” dibandingkan “luxury”, produk-produk Glossier pun cenderung basic, nggak ribet, dan bisa dipakai oleh siapa saja.

glossierSo why Emily Weiss is influential? Setiap kali ngomongin soal makeup look yang effortless dan minimalis, banyak sekali teman-teman saya yang langsung menjawab “Ala-ala Glossier gitu yah?” Ngerti kan gaya makeup yang saya maksud? Makeup yang bertema “I woke up like this” dengan makeup yang memang beneran minim, bukan “no-makeup makeup” ala Instagram yang memakai tiga lapis concealer. With Glossier, the lesser the better!

Menurut saya pribadi, Glossier memang bukan satu-satunya pelopor makeup effortless dan minimalis. Tapi dengan branding yang dibuat oleh Emily dengan brand ini, konsep “cool girl makeup” menjadi lebih terdefinisi. Apalagi video tutorial-nya dan produk seperti Boy Brow yang menekankan pada simplicity dan nggak terlalu “rapi” pada pengaplikasiannya seperti Instagram makeup. It feels like a breath of fresh air in the middle of “perfect” makeup look that we see everywhere.

Berhubung saya memang sudah kepo sejak lama dengan produk-produk Glossier, akhirnya saya berkesempatan menitip kakak saya untuk membelikan Soothing Face Mist dan Boy Brow shade Black. Guess what? I love it to bits!

Nah, selain tiga perempuan di atas, ada lagi nggak sosok influential yang mau kamu tambahkan di list ini? Silakan share di komentar, ya!