Saat Kulit Purging, Kapan Harus Berhenti?

Pernah nggak, mengalami purging saat mencoba skincare baru? Bukannya sembuh, jerawat yang muncul justru tambah banyak?

Mungkin kamu yang hobi coba-coba skincare sudah familiar banget dengan yang namanya purging. Berbeda dengan breakout, definisi “purging” itu mengacu pada reaksi kulit terhadap produk skincare yang mengandung active exfoliant seperti AHA, BHA, glycolic acid, atau retinoid. Reaksi yang dialami bisa berupa munculnya whiteheads, blackheads, bruntusan, ataupun jerawat aktif. Intinya, jerawat yang mau disembuhkan malah semakin menjadi-jadi. We’ll get to that later!

Kenapa active exfoliants bisa memicu purging? Ini karena kebanyakan produk-produk yang fungsinya mengeksfoliasi juga memiliki sifat melarutkan minyak ke dalam pori-pori, sehingga bibit-bibit jerawat yang tadinya masih “ngumpet” jadi lebih cepat muncul ke permukaan. Banyak yang menganalogikan kalau purging itu semacam detoks yang mengeluarkan racun dari dalam kulit, apalagi kalau pori-pori kita banyak tersumbat oleh minyak dan kotoran.

best tonersSumber: sofeminine.co.uk

Nah, balik lagi ke reaksi purging, sebetulnya sampai kapan sih kita harus mentolerir purging di kulit kita? Untuk produk-produk exfoliants yang saya sebutkan tadi, jangka waktu yang normal untuk kulit mengalami purging adalah maksimal dua minggu. Satu atau dua minggu sudah cukup untuk mengeluarkan jerawat yang tertimbun di dalam pori-pori. Kalau sampai tiga bulan kamu masih purging dan bentuk jerawatnya meradang? Harus hati-hati, tuh! Bisa-bisa itu adalah breakout yang bisa berlanjut ke kasus jerawat parah.

Baca juga: 5 Hal yang Saya Pelajari Dari Kasus Jerawat Parah

Bagaimana cara membedakan breakout dengan purging? Dari bentuk jerawatnya saja sebetulnya kita sudah bisa ada bayangan. Satu atau dua jerawat yang muncul disertai blackheads masih terhitung wajar. Bruntusan kecil-kecil juga masih terhitung wajar. Tapi kalau jerawat yang keluar adalah jerawat besar yang merah dan membengkak? Artinya kulit kamu nggak cocok dengan bahan exfoliants-nya.

Selain memperhatikan bentuk jerawat, perhatikan juga kondisi kulit kamu. Ada bagian-bagian yang mengelupas, terasa perih, atau muka merah seperti kepiting rebus? Kalau kamu mengalami tanda-tanda ini, maka sudah bisa dipastikan kalau kulit kamu over-exfoliated. Yup, exfoliating our skin daily is good but it can be a nightmare if you’re doing it too much! Kulit bisa iritasi dan mengundang masalah-masalah lain.

Baca juga: Skincare Untuk Jerawat? Cari yang Mengandung 4 Bahan Ini!

Lalu, apa yang harus dilakukan saat kita mengetahui kalau kulit kita ternyata breakout, bukan purging, dari suatu produk? Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membiarkan kulit kamu istirahat dulu. Jangan langsung dihajar dengan produk-produk jerawat karena kebanyakan produk jerawat sifatnya mengeringkan. Kulit yang sedang iritasi baiknya diberi produk-produk yang soothing dan melembapkan supaya nggak iritasi lebih jauh.