Why Boscia Black Mask Deserves Iconic Status?

IMG_0249

Sebagai pecinta produk Jepang, nama Boscia sudah lama berada dalam daftar incaran saya. Apalagi Black Mask yang sudah patut mendapatkan status ikonik itu. Tapi, karena daftar saya panjang, saya jadi lupa sendiri akan keingingan saya untuk mencoba produk tersebut sampai akhirnya Sephora membuka tokonya di Indonesia. Boscia adalah merek yang secara eksklusif dijual di Sephora. Namanya pun mulai terdengar dan besar sejak kehadirannya di Sephora Amerika Serikat. A good move, mengingat banyak merek Jepang yang gagal di barat karena namanya tidak terdengar padahal kita sendiri tahu betapa bagusnya merek-merek yang berasal dari Jepang.

Boscia Luminizing Black Mask adalah peel off mask yang kaya akan mineral dan berfungsi sebagai detoksifikasi, membersihkan, dan mencerahkan. Just similar to clay mask effect. Dikemas dalam botol dengan tutup diputar yang memastikan bahwa produk tidak cepat kering. Tekstur masker ini sendiri seperti gel kental yang menyerupai wax dan akan mengering sempurna menjadi lapisan di kulit kita.

IMG_0230Mengingat harga masker ini tidak murah, sekitar kurang lebih Rp501.000  untuk 80 gram, saya enggan memakai produk ini terlalu banyak di wajah. Seperti layaknya masker lain, saya memakainya pada wajah bersih setelah double cleansing dan meratakannya ke seluruh bagian wajah dengan menghindari area sekitar mata dan mulut. Oh ya, karena ini adalah peel off mask, saya juga berhati-hati agar tidak mengenai anak rambut karena pada saat kita menarik maskernya ketika kering, anak rambut akan tertarik juga apabila terkena masker ini. It hurts! Untuk lebih lengkapnya tentang cara pengaplikasian bisa dilihat di video pada halaman tersebut.

First impression, masker ini kental sekali seperti wax dari karamel. Selain itu juga ada wangi yang agak tajam tapi akan menghilang pada saat kita menggunakannya. Yang sangat mencolok adalah masker ini terasa pedas di mata, mirip seperti pada saat kita memotong bawang sampai rasanya mata saya berkaca-kaca. Triknya adalah mulai penggunaan dari area dagu dan mengarah ke atas. Dan pada saat meratakannya pun jangan pelit-pelit, karena kalau kita meratakan lapisan yang cukup dan tidak terlalu tipis, maka akan lebih mudah pula masker ‘terangkat.’ Saat kita mengangkat masker tersebut, sel kulit mati pun ikut terangkat, begitu pula kotoran di dalam pori-pori.

Saya akan menyarankan produk ini untuk mereka yang membutuhkan deep cleansing dan memiliki dengan masalah pada pori-pori; large pores, white heads and black heads. Saya sendiri – walaupun tidak memiliki masalah berarti pada pori-pori – menyukai efek eksfoliasi dan pori-pori bersih yang ditinggalkannya. Selain itu, kulit saya pun terlihat lebih bersih. Bisa dibilang hasil dari masker ini mirip kombinasi dari Glamglow Supermud dan Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask.