Kulit Cerah dan Tidak Kering dengan Clay Mask Innisfree

Clay mask menjadi masker kesukaan saya setelah saya berkenalan dengan masker-masker dari Glamglow. Masker favorit saya dari Glamglow adalah Supermud yang mampu membersihkan secara menyeluruh pori-pori saya – cocok sekali untuk deep cleansing. Sayangnya dari segi harga yang lumayan mahal, masker ini menjadi tidak ideal dipakai sehari-hari. Selain itu, sifatnya sebagai masker deep cleansing juga terlalu heavy-duty untuk dipakai terlalu sering dan juga untuk kulit saya yang kering malah memberikan efek negatif kalau dipakai terlalu sering. Oleh karena itu, saya menjadi mencari masker alternatif yang bisa saya pakai, yaitu clay mask dalam versi lebih mild.

Jawabannya saya temukan dalam produk Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask. Innisfree sebagai merek lebih terjangkau dari Amore Pacific produk-produknya harganya sangat bersahabat di kantong. Harga produk ini adalah 12,000 won untuk 100 ml dan kalau PO pun harganya tidak melebihi Rp 200.000. Produk ini tersedia dalam versi lebih besar, akan tetapi mengingat clay mask lebih cepat kering jadi saya memilih versi 100ml saja.

Innisfree Jeju Volcanic

Baca juga ulasan Clay Mask lainnya: Menard Pack Aserie

Fungsi masker ini adalah untuk detoksifikasi, antibakteri, membersihkan, dan juga melembapkan kulit. Mengandung Jeju Volcanic Cluster yang secara efektif membantu membersihkan sebum berlebih dan kotoran di pori-pori. Teksturnya mirip sekali dengan lempung yang sudah tidak basah dan warnanya juga sama persis seperti lempung yaitu abu-abu muda. Produk ini dikemas dalam wadah plastik dan ada tutup plastik di atasnya tapi tidak menutup produk agar lebih terlindungi dari udara sehingga produk tidak mengering. Oleh karena itu, setelah beberapa waktu tidak terhindarkan bahwa tekstur produk menjadi lebih kering. Setelah beberapa bulan teksturnya mengental, kalau begitu biasanya saya akan menambahkan sedikit cairan seperti toner yang tidak mengandung alkohol – contohnya Avene Thermal Water Spray – untuk mencairkan teksturnya sedikit.

Saya memakaikannya di seluruh wajah yang bersih setelah double cleansing dengan lapisan yang agak tebal. Lapisan yang terlalu tipis menurut saya kurang efektif menutup kulit. Biasanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk lapisan ini mengering dan berasa agak kaku di wajah. Saya akan membasuhnya dengan air hangat sampai bersih baru kemudian saya lanjutkan dengan langkah perawatan wajah lainnya; toner, dan seterusnya.

Biasanya setelah membasuh clay mask kulit saya akan terasa kering. Tapi dengan masker ini, walaupun tidak terasa lembap seperti janjinya, tapi kulit saya tidak terasa kaku dan kering. Yang tampak nyata adalah kulit saya terlihat lebih cerah – for lack of better word, putih. Jadi, kalau merasa kulit terlihat kusam, coba, deh, pakai masker ini dan rasakan bedanya dalam seketika. Kalau menurut saya, sih, ini karena pori-pori kita jadi lebih bersih sehingga penampakannya jadi lebih cerah.

Kalau dari segi deep cleansing, menurut saya produk ini masih kalah dari Glamglow Supermud. Tapi, masker untuk pore cleansing yang bisa dipakai paling tidak 3 kali seminggu? Pilih masker ini karena tidak bikin kering dan cocok dipakai seluruh muka serta membuat kulit lebih cerah.