Saya Anti Brand Makeup Kontroversial

Sejumlah brand makeup kontroversial di mata orang karena kelakuan owner-nya. Apakah kamu masih mau membeli produknya?

Ada alasan kenapa saya nggak pernah tertarik beli makeup Jeffree Star, Lime Crime, dan masih maju-mundur untuk beli produk Colourpop. Yup, percaya atau nggak, saya nggak punya satu pun item Colourpop, mulai dari liquid lipstick sampai eyeshadow-nya. Alasannya adalah karena  kasus-kasus kontroversial dari brand-brand ini. Or to be exact, pemilik brand-brand ini.

Apakah behavior owner bisa mempengaruhi daya beli kamu terhadap brand makeup kontroversial? My personal answer is yes.

Kalau Jeffree Star, mungkin udah banyak yang tahu lah ya, berbagai kasus yang timbul dan went viral karena sejumlah pernyataan kontroversial dari Jeffree. Yang rasis lah, merendahkan perempuan lah, baik dari zaman tenar Jeffree di MySpace (yang nggak mungkin hilang dari dunia maya), sampai yang lebih baru, since he became a YouTuber and owner of Jeffrey Star Cosmetics.

brand-makeup-kontroversial-2

Kalau aja Jeffrey Star lebih beretika sedikit, ya…Mungkin saya udah punya salah satu liquid lipstick JS (yang sebenarnya bagus dan super nyaman) atau highlighter-nya. Tapi sayangnya, well, #sorrynotsorry sih,  saya nggak mau “memperkaya” seorang Jeffree Star.

Kebayang nggak, kamu nge-tweet tentang nggak suka suatu produk makeup, atau kamu beli highlighter dan di dalamnya ada sehelai rambut, terus owner brand itu marah-marah dan ngeblok kamu di Twitter? Uhh no…

Saya yang sempat mau beli highlighter Jouer Citrine, sampai mundur teratur begitu mendengar kabar kolaborasi Jeffree Star dan Jouer untuk produk lip topper yang baru aja keluar. Yup, nggak peduli bahwa proyek itu hasilnya akan disumbangkan untuk amal, image Jeffree Star udah keburu “kebentuk” di kepala saya. Anything related to the brand/ JS doesn’t interest me.

Image: jouercosmetics.com

Image: jouercosmetics.com

Jauh sebelum Jeffrey, Lime Crime sudah lebih dulu bikin heboh dunia beauty. Sang founder, Doe Deere alias Xenia Vorotova, pernah mengirim e-mail berisi ancaman ke blogger-blogger yang memberi bad reviews terhadap produk Lime Crime. Gila nggak, tuh? Belum lagi, yang mungkin paling viral, soal dugaan kandungan berbahaya di dalam liquid lipstick Lime Crime, dan gaya Doe Deere berkostum ala Hitler di sebuah pesta Halloween.

Orang-orang/ keturunan Chinese pun pernah dibuat marah karena campaign eyeshadow Lime Crime Chinadoll yang dianggap merendahkan. Doe Deere nggak pernah minta maaf, that some people found the campaign offensive, dan kekeuh kalau konsep campaign itu cuma interpretasi seni dia sebagai MUA semata.

brand-makeup-kontroversial-lime-crime

Image: jehjeh.com

Nah, kalau Colourpop kenapa? Setelah beberapa komplain netizen yang di-block oleh Colourpop di IG karena memberi review jelek, alasan utamanya adalah kasus lama tentang penamaan beberapa shade gelap Colourpop Sculpting Stix yang dianggap rasis, yaitu Typo dan Yikes. Bedanya, Colourpop langsung meminta maaf dan range produk Sculting Stix sendiri sudah discontinued. Beberapa brand lain, seperti Kat Von D dan Urban Decay, juga pernah bikin sensi masyarakat karena penamaan shade yang “nyeleneh”. Bagi saya sih, “kesalahan” ini tidak separah kasus JS dan Lime Crime, di mana para owner dua brand ini terkesan sombong. Sejak kasus Sculpting Stix, Colourpop tampaknya udah lebih hati-hati dalam penamaan shade. Ada yang tau gimana perkembangan sikap CPop terhadap review negatif? Please do let me know.

Beda dari saya, Ochell sih nggak terlalu peduli dengan isu brand owner. Her collection of JS Velour Liquid Lipsticks proofs it. Selama produknya bagus, berkualitas, ya dia akan beli. Sedangkan Dara, nggak akan beli produk dari brand kontroversial selama masih ada brand alternatif. “Apa lagi produk makeup pasti ada lah substitute-nya. Dan so far gue belum pernah pingin beli makeup tapi conflicting karena kelakuan owner-nya,” lanjut Dara, yang memang belum pernah tertarik beli produk Jeffree Star atau Kat Von D.

Mungkin kamu berpikir, “Siapa tahu owner brand favorit Kak Netta ternyata juga ‘minus’ di balik layar?” Well, I wouldn’t know that, kan, kalau sang owner nggak koar-koar di medsos dan menjaga semuanya tetap elegan? Atau, nggak main ancam duluan terhadap honest review dari blogger?

Yah, nggak bisa dipungkiri peran medsos zaman sekarang memang kuat banget ya. Saya jadi ingat di video YouTube get ready Drew Barrymore bareng Vogue, ada komen yang  menganggap gaya Drew Barrymore nggak merepresentasikan diri dia sebagai pemilik beauty brand (Flower Beauty). Padahal Drew Barrymore nggak ngapa-ngapain, lho, tapi tetap aja dunia bisa se-critical itu.

Oh wow, what a blog post. Share dong tanggapan kamu mengenai hal ini. Seperti apa sih filter kamu dalam membeli produk makeup, terutama brand makeup kontroversial?