Dry Shampoo Batiste vs TRESemmé | Battle of The Month

Setelah lama setia menggunakan dry shampoo Batiste, saya mencoba dry shampoo dari TRESemmé untuk mengetes efektivitasnya. 

Body Dry ShampooSama seperti Kak Annetta, saya termasuk geng jarang keramas. Dalam seminggu, saya paling hanya keramas satu atau dua kali saja. Hal ini sempat membingungkan kakak-kakak di tim Editorial lain karena saya nggak berhijab, jenis kulit kepalanya berminyak, dan sukanya naik ojek ke mana-mana, hahaha!

Salah satu alasan saya malas keramas adalah karena rambut saya tebal, jadi lama banget keringnya. Saya juga nggak suka pakai hair dryer biar rambut saya nggak cepat rusak. Untuk mengakali rambut agar nggak lepek, biasanya saya memperpanjang waktu keramas dengan cara menggunakan dry shampoo. Setelah setia dengan Batiste selama beberapa tahun, saya menemukan dry shampoo dari TREsemmé di sebuah supermarket di Bandung. Karena harganya jauh lebih terjangkau, saya penasaran beli dan ini review-nya menurut saya, dibandingkan dengan dry shampoo Batiste.

Baca juga: Yang Terjadi Saat Saya Jarang Keramas

Batiste

Batiste Dry Shampoo Original (Rp75.000,-)

Awal saya menggunakan Batiste, masih jarang banget online shop yang ready stock, tapi sekarang semua sudah banyak banget yang ready. Di beberapa supermarket juga banyak tersedia, tapi harganya biasanya lebih mahal. Untuk Batiste, keefektifan menyerap minyaknya nggak perlu diragukan lagi karena memang juara banget. Dalam tiga-empat semprotan, saya bisa menyulap rambut kotor dan lepek menjadi bersih dan bervolume. Wanginya juga pas banget, memang cukup strong saat baru disemprot, tapi cocok banget untuk menutupi bau rambut yang belum dicuci.

Kekurangannya, setelah menggunakan Batiste, kalau kamu menyentuh rambut, akan ada residu bedak yang menempel di tangan yang nggak kunjung hilang walaupun sudah cuci tangan. Partikel produk Batiste juga lebih besar, jadi kalau nggak di-blend secara menyeluruh, bisa whitecast atau rambut terlihat ubanan, LOL!

TREsemme

TRESemmé Instant Refresh Volumising Dry Shampoo (Rp63.000,-)

Nah, produk ini memang agak susah dicari, tapi saya lumayan penasaran semenjak banyak yang nge-rave di YouTube. Harganya yang lebih murah dari Batiste juga membuat saya lebih penasaran. Setelah menggunakannya selama dua minggu, saya bisa bilang kalau produk ini nggak cocok untuk rambut yang super lepek. Biasanya, saya menggunakan dry shampoo di rambut hari ketiga, dan produk ini nggak bisa menyelamatkan tampilan rambut saya. Kalau tipe rambut kamu normal dan merasa dry shampoo Batiste justru bikin rambut kering dan crunchy, mungkin kamu bisa menggunakan produk ini. Tapi, kalau disuruh memilih, saya tetap lebih suka memakai Batiste.

Walaupun saya nggak cocok, bukan berarti produk ini nggak punya kelebihan lho. Saya suka partikel produknya kecil-kecil dan spray-nya yang lebih halus dibandingkan Batiste. Saya nggak punya permasalahan rambut white cast dengan produk ini. Wanginya juga mirip sama produk TRESemmé, jadi kalau shampoo basah kamu TRESemmé, produk ini layak dicoba.