Yang Terjadi Saat Saya Jarang Keramas

Efek jarang keramas bisa jadi good news buat kamu yang lagi salah potong rambut!

Duluu banget, ada masanya saya rajin keramas karena pingin cepat manjangin rambut. Korelasinya adalah, pijatan kecil di kulit kepala saat keramas bisa menstimulasi aliran darah ke atas, dan ikut memperlancar pertumbuhan rambut. Sukses nggak? Kalau diingat-ingat lagi sih, kayaknya nggak LOL.

Fast forward ke masa sekarang, di mana saya udah berhijab dan malah rajin ke salon untuk potong rambut bob di atas bahu. Enteng aja rasanya, saat nggak harus nyepol rambut, karena waktu belum berhijab dulu, saya jarang banget mengikat rambut.

Baca juga: 3 Manfaat Rajin Potong Rambut

Selain potongan rambut, yang berubah sejak saya berhijab adalah jadi jarang keramas. Ini mindset saya aja sih, bahwa rambut saya mestinya nggak cepat kotor karena tertutup hampir sepanjang hari. Minyak rambut gimana? Emang nggak lembap? Actually nggak terlalu lho. Mungkin karena saya sehari-hari juga nggak pakai ciput, jadi sirkulasi udara ke rambut juga nggak terlalu terganggu.

rambut rontok

Mau tahu efek jarang keramas paling wow yang saya rasain? Rambut saya jadi super cepat panjangnya! Saya juga yakin ini bukan hanya sugesti. Coba bayangin ya; saya setiap potong rambut bob, aim-nya adalah nggak perlu mengikat rambut lagi untuk waktu yang lama. Jadi bob nyaris pixie, deh. Jadi kebayang betapa kagetnya saya saat belum juga dua bulan sejak potong rambut, saya udah kegerahan dan bisa mengikat rambut dengan sempurna, alias nggak ada bagian rambut yang masih pendek dan lolos dari kunciran. Padahal, pertumbuhan rambut normal biasnya hanya sekitar dua sampai tiga sentimeter dalam dua bulan.

Ternyata eh ternyata, saya nggak sendiri. Hasil googling membawa saya pada blog-blog dan artikel yang ditulis berdasarkan pengalaman serupa. Rata-rata mereka juga seperti saya, keramas maksimal dua kali dalam seminggu. Sama seperti acid mantle kulit wajah, lapisan minyak alami kulit kepala yang jarang diusik juga berpengaruh pada pertumbuhan rambut yang lebih lancar dan sehat.

Saya nggak bisa menemukan alasan ilmiah untuk hal ini, sih. Jadi diganti pendapat ahli aja ya. Mengutip dari Huffington Post, menurut dokter kulit Amy McMichael, M.D. dari Universitas Wake Forest, North Carolina, orang berdarah Hispanic rata-rata punya rambut panjang dan tebal karena cenderung jarang keramas, dan jauh dari kebiasaan modern seperti memakai hot tools atau mengecat rambut.

Sebelum kamu semangat nggak sampoan selama seminggu, saya nggak menjanjikan pengalaman kamu bakal sama ya! Then again kebutuhan dan badan orang kan beda-beda. But if you have the same experience, atau mau sharing soal perawatan rambut unik ala kamu, I’d like to hear your story!