Bedanya Sisir 160 ribu Dengan Sisir 16 Ribu

Pemilihan alat-alat styling rambut, termasuk sisir, ternyata sangat berpengaruh terhadap kerontokan rambut lho!

Saya sudah lama mengalami problem rambut rontok. Mungkin karena terlalu sering menggunakan styling tools dan alat-alat pemanas rambut. Rambut saya memang jenisnya bergelombang dan kering. Kalau nggak di-styling, bakalan terlihat sangat acak-acakan dan megar. Saya sih sudah berusaha mengurangi pemakaian styling tools ini. Seenggaknya, kalau nggak ada acara yang penting atau formal, saya biarkan saja rambut saya apa adanya tanpa sentuhan hair dryer ataupun catokan. Tapi tetap saja rambut saya rontoknya banyak, terutama saat disisir.

Tekstur rambut saya yang bergelombang juga bikin rambut saya jadi gampang kusut. Setiap menyisir rambut, pasti harus usaha ekstra agar rambut bisa terurai dan nggak kusut. Dan, seperti apapun cara saya menyisir rambut yang kusut, selalu saja banyak rambut yang ketarik dan rontok. Khawatir juga sih, lama-lama bisa jadi pitak.

beda sisir (10)

Sampai dua bulan yang lalu, salah seorang teman saya merekomendasikan saya untuk memakai sisir khusus untuk rambut basah. Pilihan saya waktu itu jatuh kepada The Wet Brush Detangle Hair Brush, karena hasil baca-baca di Female Daily Beauty Review, rata-rata semua reviewer puas dengan produk ini.

Awalnya saya agak ragu juga, masa cuma pakai sisir bisa bikin perbedaan di rambut? Toh sisir kan bentuk dan cara pakainya ya begitu-begitu aja. Dan jujur aja, saya sempat maju mundur pas mau beli, karena harganya lumayan mahal, Rp169.000. Saya biasa memakai sembarang sisir yang saya beli di toko kosmetik atau di supermarket saja, tanpa mempedulikan mereknya. Sisir yang setahun terakhir ini saya pakai adalah sisir tanpa merek yang saya beli di suatu toko kosmetik, dengan harga Rp16.000 saja. Bentuk dan ukurannya kebetulan sangat mirip dengan The Wet Brush.

Baca juga: 3 Sisir yang Penting Dimiliki

Saat pertama kali memegang The Wet Brush, menurut saya nyaris nggak ada bedanya dengan sisir lama saya yang harganya cuma sepersepuluhnya. Bentuk, ukuran, dan bahkan beratnya pun mirip sekali. Perbedaan baru terasa saat saya memegang sikatnya. Batang sikat The Wet Brush lebih lentur dan helaiannya lebih tipis daripada sisir lama saya. Bagian bantalan sisir lama saya, terasa lebih empuk dan bisa dipencet, sementara The Wet Brush, bantalannya lebih keras.

Saat dipakai dan mengenai kulit kepala, baru lebih terasa lagi perbedaannya. Sikat The Wet Brush ini lembut, nggak tajam, dan sama sekali nggak sakit saat bergesekan dengan kulit kepala. Sementara sisir lama saya, meskipun ujungnya juga membulat dan nggak tajam, tapi terasa sedikit sakit kalau pakainya nggak hati-hati dan bergesekan terlalu keras dengan kulit kepala. Saya seringkali punya jerawat di area kulit kepala. Biasanya kalau disisir dengan sisir lama saya dan nggak sengaja kena ke jerawatnya, rasanya sakit banget dan kadang sampai bikin kepala pusing. Tapi kalau pakai The Wet Brush ini sama sekali nggak sakit di kulit kepala.

beda sisir (13)

Untuk mengurai rambut yang kusut, memakai The Wet Brush juga terasa lebih mudah. Saat rambut saya basah setelah di keramas, biasanya rambut saya akan kusut banget dan gampang rontok. Kalau disisir dengan sisir lama saya, butuh usaha dan waktu untuk mengurai kusutnya, dan rontoknya banyak banget. Saat disisir dengan The Wet Brush, rambut saya nggak terasa kusutnya, lancar-lancar aja selama menyisir seakan nggak ada kusutnya, dan rambut nggak ketarik-tarik.

Memang tetap ada beberapa helai rambut yang rontok sih, karena ya memang rambut saya rusak dan rapuh. Solusi sebenarnya adalah dengan perawatan menyeluruh menggunakan produk-produk perawatan rambut dan juga makanan yang bergizi. Tapi setidaknya, detangle brush ini mengurangi rambut yang rontok karena tercabut saat menyisir rambut.

Oh iya, detangle brush ini katanya juga sangat bagus digunakan pada rambut anak kecil. Karena detangle brush ini mampu mengurai rambut kusut tanpa rasa sakit, dan juga lembut dan nggak melukai kulit kepala anak-anak. Tapi saya sendiri belum mencobakan ke anak kecil, karena nggak ada anak kecil di rumah saya :D

Berdasarkan pengalaman saya tersebut, maka saya menyimpulkan bahwa sisir anti kusut, memang bekerja dengan baik di rambut saya. Sisir ini mengurai rambut kusut dengan sangat mudah dan tanpa rasa sakit, dan rambut rontok juga jadi berkurang. Jadi meskipun harganya jauh lebih mahal dari sisir lama saya yang biasanya, tapi memang worth the price kok! Kalau rambutmu tipenya kusut dan gampang rontok, setidaknya beli deh satu detangle brush yang bagus untuk investasi.

beda sisir (4)

Saya sendiri belum pernah mencoba detangle brush dari merek lain. Tapi mengingat pengalaman menyenangkan saya dengan The Wet Brush, saya jadi tertarik untuk mencoba detangle brush dari merek-merek lain. Yang sedang jadi incaran saya adalah Tammia Wonder Detangling Brush yang ukuran kecil, agar lebih mudah dibawa-bawa di dalam tas tangan saya saat berpergian.

Baca juga: Rekomendasi Sisir Anti Kusut