Dua Cushion Unik Non-Makeup yang Patut Dicoba

Karena cushion makeup sudah biasa ditemui, saya mencoba produk cushion unik non-makeup dalam bentuk sunscreen dan parfum! Penasaran?

Kalau Angel adalah Korean Beauty enthusiast kelas kakap, saya nggak terlalu mengikuti tren k-beauty. Alasannya? Pertama, skintone saya yang terhitung gelap nggak pernah mendapatkan ‘faedah’ produk makeup Korea. Mulai dari nggak dapat shade, nggak pas undertone-nya, pigmentasinya cepet pudar atau terkadang nggak keluar apa-apa! Pokoknya ada aja deh yang membuat saya nggak pernah klik sama makeup Korea.

Yang kedua, makeup aesthetic saya nggak cocok sama gaya kecantikan Korea yang super flawless, bibir dan pipinya merah sedikit, kulit putih cerah dengan mata besar dan pakai soft-lens berwarna agar matanya berdimensi. Don’t get me wrong, saya amazed banget sama industri kecantikan Korea yang selalu inovatif dan nggak ngebosenin, tapi gaya makeup mereka benar-benar nggak cocok sama saya. Maka dari itu, saya mencoba untuk ‘masuk’ ke dunia k-beauty lewat produk di luar makeup. Contohnya lewat dua produk cushion non-makeup ini.

Baca juga: 3 Alasan Kenapa Saya Suka Korean Beauty

Body Cushion 2Produk pertama yang saya coba adalah Dr. Althea SunCushion & Primer SPF 50+/PA+++. Produk ini adalah sunscreen dalam bentuk cushion. Sejujurnya, saya ngebet beli produk ini karena packaging-nya yang super lucu, hahaha. Selain itu, SunCushion ini dapat digunakan untuk re-apply sunscreen kalau saya harus keluar gedung di siang hari dan nggak mau merusak riasan wajah yang sudah ada. Menjadikan produk ini dalam bentuk cushion jelas mempermudah pemakaian, tinggal tap-tap and you’re done. Produk kedua adalah Demeter White Musk Cushion Perfume.

Kalau kamu belum pernah dengar merek parfum Demeter, Demeter Fragrance Library adalah merek parfum asal Amerika yang range wewangiannya cukup unik. Ada wangi hujan, laundromat atau binatu, sampai wangi bulu kucing. Saya sudah lama ingin beli parfumnya Demeter, tapi berhubung cukup sulit didapat, sampai sekarang saya belum punya. Mumpung ada, saya langsung semangat dan memilih wangi ‘White Musk’ yang tergolong aman dan nggak aneh-aneh. Maklum, saya beli kedua produk ini secara online di situs e-commerce k-beauty.

Body Cushion 1Karena cushion, packaging kedua produk-nya khas ala cushion dengan tutup plastik dan sponge untuk mengaplikasikan produk. Kualitas compact kedua produk terasa mantap di tangan, nggak mudah rapuh atau plasticky. Saya langsung bahas produknya satu persatu ya!

Dr. Althea SunCushion & Primer SPF 50+/PA+++ (IDR224,000)

SPF Cushion

Awalnya saya berpikir bahwa produk sunscreen dan primer jarang memiliki shade, jadi saya memilih SunCushion ini sebagai produk Korea yang akan saya coba. Ternyata, SunCushion ini hadir dengan shade “Natural Ivory”. Glek! Hahahaha. Seumur-umur, skintone saya aja jarang diberi judul ‘beige‘, apalagi ‘ivory’! Pas buka, saya sempat ketawa geli campur takut karena formulanya putih banget di cushion. Untungnya, tekstur produknya ringan dan sheer. SunCushion ini nggak menghasilkan efek white cast di wajah, malah memberi kesan wajah lebih cerah dan segar! Walaupun ringan, produknya terasa sedikit sticky di kulit dan butuh waktu cukup lama, sekitar 5 menit, untuk fully set di wajah.

Ketika saya lihat ingredients list-nya, Dr. Althea SunCushion ini mengandung Zinc Oxide di urutan ketiga, tapi di urutan kedua ada Ethylhexyl Methoxycinnamate atau Octinoxate, bahan aktif untuk chemical sunscreen. Karena Octinoxate-nya ada di urutan yang lebih tinggi, saya menggolongkan produk ini sebagai chemical sunscreen saja, ya.

Produk ini juga mengandung Niacinamide, jadi bisa membantu mencerahkan kulit sambil melindungi dari paparan sinar matahari. Untuk packaging, sudah jelas dong saya ngefans banget sama corak pantainya di compact-nya. Sponge yang sudah disediakan juga lembut dan bouncy. Kaca di compact-nya juga terang dan jernih.

Kekurangan produk ini adalah wanginya yang seperti tisu basah. Karena Dr. Althea SunCushion ini tidak mengandung fragrance, saya rasa wanginya berasal dari campuran ekstrak tumbuhan yang ada di akhir ingredients list. Produk ini mengandung air green tea, ekstrak daun rosemary, ekstrak bunga lili, dan ada beberapa yang lain. Sayangnya, wanginya nggak cepat hilang dari kulit. Baru hilang sekitar 5 menit, bersamaan dengan waktu produk untuk fully set.

Demeter White Musk Cushion Perfume (IDR195.200)

Perfume Cushion

Satu hal yang saya baru ngeh saat saya sudah beli dan membayar… Berat produknya hanya 2.5 gram! Ketika produknya sampai, ukuran cushionnya juga benar-benar imut. Kalau mau dibandingkan dengan barang lain, ukuran compact ini hanya beda tipis diameternya sama tutup lensa kamera saya. Ukuran cushion di dalamnya mirip dengan ukuran koin 500 perak.

Mungkin produk didesain kecil untuk meminimalisir space agar nggak bulky, tapi buat saya malah mempersulit pemakaian karena terlalu kecil. Surface area yang disediakan sangat sempit, jadinya saya harus berkali-kali ‘top up‘ produk untuk mengaplikasikannya ke berbagai area. Untuk wanginya, saya suka karena mirip dengan parfum White Musk dari The Body Shop.

Surprisingly, produk ini cukup longlasting dan bertahan selama 4 jam di kulit saya. Saya menggunakan cushion perfume ini di pergelangan tangan, belakang telinga, dan daerah leher. Karena lapisan produknya tipis di kulit, sillage-nya nggak terasa kecuali kamu benar-benar mencium daerah tubuh kamu yang diaplikasikan parfum.

Karena saya mencari parfum yang sillage-nya cukup kuat saat memilih parfum, saya kurang suka sama produk ini. Rasanya seperti nggak pake parfum. Mungkin produk ini cocok untuk kalian yang nggak suka parfumnya kecium orang lain, atau yang suka layering banyak parfum.

Kalau disuruh pilih produk mana yang saya lebih rekomendasikan, saya lebih merekomendasikan Dr. Althea SunCushion & Primer SPF 50+/PA+++! Selain packaging-nya gemes, produk ini juga lebih bermanfaat dari cushion perfume, apalagi kalau kamu pengguna motor atau ojek sebagai moda transportasi, atau sering bekerja di lapangan. Cushion perfume memang lebih mudah digunakan saat traveling karena anti tumpah dan compact. Tapi saya lebih menyarankan parfum versi rollerball atau mini spray karena lebih terasa pakai parfum, tapi kalau kamu ingin punya untuk koleksi, I won’t stop you!