Hindari 3 Kebiasaan Buruk Ini Saat Memakai Skincare

Teliti dan cermat memakai skincare bisa menyelamatkan kamu dari breakout atau kasus alergi yang nggak perlu. Jangan sampai karena kamu nggak memperhatikan tiga hal berikut, kulit jadi bermasalah!

1. Malas Baca Ingredients

ingredients-list-1

Nggak harus jadi dokter kulit atau ahli skincare dulu untuk tahu ingredients apa yang cocok dengan kulit kamu. Misalnya, kulit saya yang berminyak dan gampang jerawatan ini harus jauh-jauh deh, sama yang namanya mineral oil. Atau, kalau kamu punya kulit kering, alkohol adalah salah satu kandungan yang harus diwaspadai. Kulit sensitif? Stay away from artificial fragrance. Informasi basic seperti ini bisa membantu banget dalam memilih skincare yang tepat untuk kulit kamu.

2. Mengabaikan Reaksi Alergi

Now this I learned the hard way :( Dulu saya pernah cuek saat kulit jadi super merah-merah dan gatal saat mencoba exfoliating toner baru. Ah, paling cuma sesaat aja, pikir saya pada waktu itu, nanti lama-lama kulitnya akan terbiasa. Tiga minggu berlalu, kemerahan dan rasa gatal yang genggeus banget itu lalu disusul oleh breakout gede-gede semuka!

Berdasarkan pengalaman pribadi (dan melihat pengalaman orang lain), saya rasa masih banyak banget orang yang salah paham mengenai konsep purging. Kalau kulit agak cekat-cekit saat mencoba skincare baru, saya rasa masih wajar, karena mungkin itu salah satu tanda kulit sedang beradaptasi. Tapi kalau cekat-cekit-nya berlanjut setiap malam, berbulan-bulan, dan diikuti reaksi negatif lain? Itu tandanya kulit kamu nggak cocok sama produknya! 

Kalau kamu nggak mau kayak saya, ngurusin breakout berbulan-bulan karena mengabaikan first sign of allergy, coba stop dulu deh, pakai produk barunya. Lihat lagi ingredients-nya dan coba cari produk yang bisa menenangkan kulit kamu.

3. Sekadar Ikut Tren

Sekarang ini, memang susah rasanya menahan diri dari godaan online shop. Kayaknya setiap hari adaaa saja, online shop yang membawa produk-produk baru dengan klaim-klaim bombastis yang membuat kita tergiur. Apalagi, banyak online shop yang juga menjual produk yang nggak ada di Indonesia. Pilihan semakin banyak, belum lagi ditambah ‘racun’ dari review-review di internet!

Skincare Usia 20-an

Sebenarnya sah-sah saja sih, mau ikutan tren apapun. Namun semuanya balik lagi ke diri kamu sendiri, apakah produk yang kamu beli sudah sesuai dengan yang dibutuhkan kulit? Kira-kira akan cocok nggak dengan jenis kulit kamu?

Sebagai contoh lagi, kulit saya ini nggak bisa ditumpuk skincare banyak-banyak. Berhubung kulit saya ini oily, memakai produk terlalu banyak (sekalipun yang teksturnya ringan seperti lotion atau essence) pasti akan membuat kulit saya jadi makin berminyak. Jadi nggak mungkin deh tuh, saya mengikuti tren skincare Korea yang bisa pakai sepuluh sampai 12 step produk setiap hari. Contoh lain juga Netta yang merasa kurang cocok dengan skincare berbahan all-natural. Again, kenali kulit kamu dengan baik sebelum bereksperimen.

Tentu untuk tahu cocok atau nggaknya kita pada suatu produk, kita harus mencobanya terlebih dahulu. Saran saya, try to introduce a product slowly. Jangan langsung ‘hajar’ pakai beberapa produk sekaligus, biarkan kulit kamu kenalan dulu dengan ingredients-nya sembari kamu memantau apakah kulit kamu bereaksi dengan baik dengan produk tersebut.

Selamat bereksperimen dengan skincare! :)