Tips dan Review Tretinoin untuk Jerawat

Setelah tiga bulan, jerawat komedo dan bekas jerawat saya jauh membaik berkat tretinoin! Inilah review tretinoin dan tips yang bisa saya share.

Sebelumnya, saya sudah pernah review tretinoin yang saya pakai setelah enam minggu pertama, yang bisa kamu lihat di post tentang serba-serbi Tretinoin ini. Waktu itu, purging-nya lagi rese-resenya deh…kulit kering enggak jelas, flaky di dagu. Terus timbul jerawat silih berganti. Kelar di pipi kiri, pindah ke pipi kanan. Hadeeuh :(

Tapi sekarang kulit saya sudah jauuh terasa lebih nyaman. Mau nangis rasanya, saat cuci muka sudah eggak terasa lagi jendol-jendol jerawat atau kulit kering *happy tears*. Komedo kecil-kecil masih ada sih di dahi (kata dokter saya, kemungkinan karena sekarang cuaca lagi panas banget) dan dagu (biasa lah, hormonal), but I don’t mind at all! Inilah penampakan kulit saya 1.5 bulan vs 3 bulan pemakaian tretinoin. Big improment on PIH! Hurraayyy~

Memang belum semulus artis Korea ya, tapi lumayan deh. Pakai bedak sedikit juga tersamar PIH-nya.

cara-pemakaian-tretinoin-hasil-before-after-featured

Nah, secara banyak banget orang yang japri saya menanyakan soal tretinoin, atau curhat soal kondisi kulit mereka, saya mau share tips apa yang sebaiknya dilakukan dan dihindari dalam pemakaian tretinoin, based on my experience.

DO:

Go To Doctor

Enggak seperti di luar negeri, di sini tretinoin bisa kamu beli secara bebas di drugstore. Tapi saya sarankan lebih baik ke dokter SpKK ya. Dokter bisa menentukan konsentrasi mana yang tepat buat kamu, berdasarkan jenis kulit (skin type) dan masalah kulit (skin concerns). I’ve heard too many horror stories tentang orang-orang yang bereksperimen dengan tretinoin namun clueless, dan malah kulit merah iritasi satu muka, namun enggak tahu apa yang salah. Konsentrasinya terlalu tinggi? Atau ternyata iritasi karena enggak pakai pelembap? Atau malah sebenarnya mereka enggak cocok dengan tretinoin, dan harusnya diberi produk turunannya.

Alasan utama kenapa saya menyarankan ke dokter adalah, supaya kamu enggak freak out dan tahu harus mengadu ke mana saat kamu mengalami purging, which is my next point.

Expect purging

Most likely, kamu bakal mengalami purging. Bisa jadi sebatas kulit kering, atau komedo yang terpendam naik semua ke permukaan. Please, please, expect this to happen. Jangan putus asa di tengah jalan. It’s part of the process. Yang perlu kamu takutkan adalah rasa panas terbakar. Kalau jerawat bertambah, muka sedikit memerah, dan kulit kering, masih wajar kok.

Stay hydrated

Dokter saya mengingatkan, jangan sampai minum kurang dari dua liter per hari, dan rajin-rajin semprot face mist. Saya ngerasa banget sih, kalau lagi doyan ngopi (yang bisa menyebabkan kulit kering), jadi muncul bumps (bukan jerawat tapi ya) yang menandakan kulit terlalu kering.

review-tretinoin-bekas-jerawat-2

No concealer, no worries!

DON’T:

Be Aggressive

Saat memakai tretinoin itu, siklus pergantian kulit mati dipercepat. Kulit baru yang muncul ini tentu lebih sensitif, jadi harus di-treat dengan lembut. Pernah nih, tangan saya iseng mencongkel blackhead di pipi kanan. Kalau dulu aman sentosa, eh kali ini bekasnya violent banget, malah jadi jerawat itu spot bekas komedo. Minggu depannya dimarahin dokter deh! LOL.

Selain tangan enggak boleh usil, hindari panas-panasan, dan menggosok wajah terlalu keras saat cuci muka. Saya enggak menyarankan penggunaan cleansing tools di awal masa treatment dengan tretinoin. Selain itu, sehari-hari pakai makeup wajah yang ringan aja ya, sehingga saat membersihkan wajah di malam hari, you won’t have to scrub too hard. Saya juga hanya pakai loose powder, dan sesekali pakai concealer untuk under-eye aja.

Stress

Once I start owning my skin condition, I feel a lot better. Sekarang saya hampir enggak pernah spot conceal bekas-bekas jerawat kalau mau pergi liputan atau jalan-jalan. Entah karena saya merasa lebih baik, atau karena memang bekas jerawatnya sudah membaik. Saya juga jadi lebih PD sekarang  berinteraksi sama orang, dan mulai centil lagi nyoba makeup ini-itu. Karena sebelumnya saya terlalu fokus sama kondisi muka saya, and forgot to let my hair down. Once I let go, I feel a looot better.

By the way, kalau kamu lihat foto pertama, ada perubahan di tone kulit saya. Foto pertama lebih pucat dan kemerahan, sedangkan di foto kedua terlihat lebih kuning. Jadi, enggak hanya recovering dari jerawat, saya juga terlepas dari efek steroid yang membuat kulit saya berubah dari kombinasi jadi sensitif :( Kalau kamu mau tahu ceritanya, dan juga steroid dibahas lebih lanjut, let me know in the comment section!