Kulit Halus dan Kenyal dengan Clinique Turnaroud Revitalizing Treatment Oil

Ingin punya kulit halus dan kenyal? Coba pakai Clinique Turnaround Revitalizing Treatment Oil untuk menutrisi kulit. Apa saja kandungannya?

Saat saya tahu akhirnya Clinique mengelurkan Turnaround Revitalizing Treatment Oil-nya di Indonesia, saya tahu saya harus memilikinya. Apa, sih, yang nggak harus dimiliki :P.

Singkat cerita, tidak lama setelah informasi di Instagram Female Daily mengenai peluncuran produk ini, saya langsung menggenggam produk ini dan tidak lepas lagi. Ochel menuliskan secara singkat mengenai lini Turnaround dari Clinique ini di sini. Turnaround adalah salah satu lini favorit saya dari Clinique. It’s the first ever resurfacing product that I knew way back when. Produk-produk Turnaround ini sarat dengan kandungan acid, dari PHA sampai BHA. Makanya saya penasaran, di lini yang tujuannya untuk meregenerasi kulit dengan bantuan acid kenapa kok ada oil? Don’t get me wrong, I’m super duper excited but I know acid in oil doesn’t work and behave like acid. 

Clinique Turnaroud Revitalizing Treatment Oil

 

Produk ini katanya sih fungsinya menutrisi kulit dan memberikan tampilan kulit yang lebih radian. Kulit terlihat kenyal, halus dan bercahaya dari dalam. Kandungannya sendiri terdapat minyak zaitun, minyak rosemary, minyak biji mangga, minyak biji bunga matahari, dan minyak biji kranberi. Selain itu terdapat juga Salicylic Acid.

Sebelum masuk ke hal-hal teknis kita lihat dulu kemasannya. Produk ini di kemas di botol yang terbuat dari plastik dan tembus pandang. Dari kandungannya sendiri sebanarnya tidak ada yang sensitif terhadap matahari. Dari segi botol, saya lebih suka kalau botolnya agak lebih sturdy terbuat dari gelas. Tapi justru karena terbuat dari plastik ternyata kalau jatuh tidak rentan pecah. Dengan menggunakan pipet dan leher botol yang besar jadi mudah sekali mengambil produknya.

Kalau dari segi tekstur minyak ini silky sekali dan mudah sekali menyerap ke kulit. Bahkan, rasanya seperti dry oil dan dalam hitungan beberapa menit saja tidak terasa berminyak lagi. Beautypedia menyebutkan kemungkinan minyak ini akan terlalu oily untuk mereka yang memiliki kulit berminyak. Tapi kalau pendapat saya pribadi, yang sebenarnya memiliki kulit kering, mereka yang memiliki kulit berminyak juga bisa meraup keuntungan dari penggunakan minyak di wajah. Nah, saya merasa, sih, untuk kulit saya minyak ini terlalu kering. Saya tidak bisa memakainya sebagai pengganti pelembap. Jadi harusnya tidak berasa terlalu greasy.

Dari segi minyaknya yang ada di kandungan saja bisa dilihat bahwa produk ini memang benar memberi nutrisi kulit. Minyak zaitun dan minyak biji mangga melembapkan kulit. Minyak rosemary membantu regenarasi kulit, antioksidan dan memperkuat ketahanan kulit. Minyak biji matahari untuk meredakan inflamasi dan memperkuat benteng pertahanan kulit. Nah, kedengarannya benar bagus bukan produk ini? Mungkin yang harus agak hati-hati adalah mereka yang merasa tidak cocok dengan minyak zaitun, tapi saya rasa tidak banyak, sih.

Bagaimana dengan penambahan salicylic acid? Untuk salicylic acid bekerja sebagai eksfolian, dibutuhkan pH di antara 2-4, sedangkan karena produk ini adalah minyak maka pH bukanlah satu hal yang penting dan terukur. Saya rasa penambahan kandungan ini adalah nice to have dan juga bisa bekerja membantu sel-sel kulit tapi tidak seperti acid toner. 

What do I think about it? Produk ini adalah minyak yang bagus untuk digunakan dan cocok untuk semua jenis kulit. Tidak terasa greasy dan juga kulit saya terasa lebih bagus teksturnya. Mungkin memang benar ada sedikit pengaruh pada regenerasi kulit. Produk ini saya gunakan setelah serum, tapi saya rasa produk ini tidak cukup jika digunakan baik sebagai pengganti serum atau pelembap. If you love Clinique Turnaround line, I think this product will be a nice addition.