Belajar Mencintai dan Menjaga Budaya Indonesia Bersama Kiehl’s

Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau menjaga kelestarian budaya kita? Tidak asing dengan kalimat tersebut bukan? Mumpung masih dalam semangat Hari Kemerdekaan, saya mau membagi cerita tentang upaya yang dilakukan Kiehl’s untuk membantu melestarikan salah satu peninggalan bersejarah.

Akhir bulan lalu Female Daily mendapatkan undangan ke Yogyakarta bersama Kiehl’s untuk menghadiri acara penutupan Kiehl’s Heritage Campaign yang sudah berjalan sejak 26 Mei 2015 lalu. Acara jalan-jalan ke Yogya ini juga disebut Kiehl’s Heritage Ride. Di acara tersebut, Kiehl’s bekerjasama dengan Mabua Harley-Davidson dengan touring dari Jakarta sampai Yogjakarta. Selain itu, ada juga kerjasama dengan UNESCO untuk membantu pemberdayaan masyarakat yang ada di sekitar Candi Borobudur.

DSCF1006

Dara pun sudah pernah menulis detail mengenai kampanye ini, dan artikelnya bisa dibaca di sini. Kenapa yang dipilih Candi Borobudur? Karena, selain ingin melestarikan dan membersihkan Candi Borobudur dari para pedagang asongan, UNESCO juga ingin melestarikan desa-desa yang ada di sekitar Candi. Dukungan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan melalui wadah Galeri Komunitas. Di daerah ini banyak kerajinan tangan masyarakat yang bisa kita beli dan nikmati, bahkan kita juga bisa mencoba membuat kerajinan tangan seperti membuat keramik, membatik, dan juga mencoba bermain gamelan.

DSCF0606

Hari pertama di Yogyakarta, kami langsung datang ke Galeri Komunitas yang terletak di Desa Karang Anyar. Sesampainya kami di sana, kami langsusng dijamu makan siang aneka makanan khas daerah Karang Anyar. Setelah acara santap siang selesai, Bapak Bernads Allen, perwakilan dari UNESCO pun menjelaskan tujuan dibangunnya Galeri Komunitas dan kerjasamanya bersama Kiehl’s.

DSCF0635

Setelah itu, kami pun diajak belajar membuat keramik dari tanah liat. Saya antusias belajar membuat keramik karena hasil buatan kita bisa dibawa pulang esok harinya, atau kalau mau dikirim ke Jakarta juga bisa lho! Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Griya Pak Tijab, yang lokasinya tidak jauh dari Galeri komunitas. Di sini kita bisa menikmati pertunjukan wayang kulit. Selain menonton, kita juga diajak bermain gamelan yang dipandu oleh pak Tijab sendiri, dan ternyata bermain gamelan itu lumayan gampang.

DSCF0663-tile

Puas bermain gamelan, kami langsung diantar ke Batik Workshop. Nah, batik yang ada di sini memiliki motif dari relif candi Sojiwan. Koleksi kain batik yang dijual di tempat ini semuanya adalah batik tulis, namun harga yang ditawarkan menurut saya cukup murah yaitu Rp 300.000,- saja per lembarnya. Dan perhentian terakhir kami adalah Candi Sojiwan untuk melihat pertunjukan tari Kijang.

Perjalanan Seru Ke Candi Borobudur!