Fashion Insider: Wingky Wijaya on Personal Style, Crocs Makeover Contest & Others

Kalau kita membuka situs Fashionese Daily dari PC, kita pasti melihat banner Crocs di bagian bawah . Jika kita klik banner tersebut, maka kita akan dibawa menuju situs New Crocs New You. Di sana kita bisa bergabung di Crocs Makeover Contest dan berkesempatan memenangkan uang belanja sebesar Rp22.000.000.

Pemenang kontes tersebut akan berbelanja dan ditemani oleh seorang fashion stylist, Wingky Wijaya. Ia pernah bekerja untuk Benetton dan Sisley di Hong Kong. Saat kembali ke Indonesia tahun 2004, ia menjadi fashion stylist untuk majalah Clara. Ia juga berpengalaman menjadi wardrobe stylist untuk fashion show designer dan iklan komersil.

Siapa yang bisa menolak kesempatan untuk memenangkan uang belanja Rp22.000.000 dan ditemani oleh fashion stylist yang demikian berpengalaman?

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Wingky Wijaya, saya mewawancaranya. Dalam wawancara ini, Wingky bicara tentang Crocs makeover contest, gaya berpakaian dan masih banyak lagi.

Bagaimana konsep Crocs Makeover nanti?

Crocs yang akan pilih pemenang makeover contest ini, nanti saya yang temani belanja dan makeover. Saya mau bikin segaya mungkin. Saya, sih, sudah bikin beberapa contoh styling-nya, bisa dilihat di situsnya Crocs. Simpel, sih, tapi pengen dibuat gaya, tabrak-tabrak warnanya. Styling-nya bisa kasual, bisa formal juga. Kalau memungkinkan, Crocs-nya bisa dipakai ke kantor. Crocs yang warna hitam dipakai sama blazer atau jas.

Kriteria pemenangnya nanti seperti apa?

Crocs memilihnya berdasarkan alasan yang paling menarik dari pertanyaan: Kenapa kamu pantas mendapat makeover dari Crocs. Kalau kriteria yang secara fisik nggak ada, misalnya harus kurus. Cuma alasan mereka saja yang harus bagus dan menarik.

Apa saja kesibukan Wingky sekarang?

Saya sudah nggak kerja di majalah, saya sekarang freelance saja. Kebanyakan saya jadi wardrobe stylist misalnya untuk iklan, campaign sebuah mal, pemotretan produk. Kadang-kadang saja saya partisipasi di editorial majalah.

Belakangan saya juga sering jadi stylist untuk pemotretan pre-wedding dan itu seru. Dari situ saya terpikir untuk bikin bridal line, namanya Velvet Apple. Kalau mampir ke bridal saya, yang ada hanya baju yang simpel, tanpa payet. Lebih variatif di tekstur dan materialnya.


Some of Wingky’s stylings for Clara magazine

Menurut Wingky, personal style itu apa?

Personal style itu lebih ke gaya berpakaian yang bikin kita nyaman, nggak harus mengikuti tren dan nggak harus branded. Kalau menurut saya, tren itu dateng terus. Saya pribadi meskipun banyak ngerjain majalah fashion, saya nggak mengikuti tren, misalnya satu warna sedang tren, saya nggak ikuti. Meskipun harganya murah, kita bisa dapet barang yang kelihatannya mahal. Tergantung tampilan keseluruhannya gimana, bajunya, sepatunya, makeup-nya gimana. Tampil keren nggak harus mahal, asal bisa kombinasi aja.

Personal style Winky Wijaya sendiri seperti apa sih?

Kalay saya style-nya lebih ke arah simple. Saya sebenarnya nggak suka warna yang serba matching, nggak suka yang satu tone di satu outfit, misalnya atasannya pink, krem, lalu bawahannya coklat. Atau yang semuanya serba pink; atasan, belt pink tua, tas fuchsia, saya nggak suka yang seperti itu. Boring kalau yang seperti itu, jadi mending tabrak warna sekalian. Misalnya bajunya bermotif animal print, bakal saya padukan belt warna lime green. Jadi lebih yang tabrak-tabrak, nggak mau yang one tone atau senada. Kalau memerhatikan Sex and The City, biasanya nggak ada baju yang senada kan? Bisa saja baju atau aksesorinya emas, lalu clutch-nya silver.

Untuk makeover nanti, apakah bakal disesuaikan dengan personal style pemenangnya juga?

Nanti bakal didiskusikan, ya, dia maunya gimana supaya dia nyaman. Kita bakal tanya, dia sukanya apa, nanti darisitu kita bisa bantu carikan yang kira-kira bagus buat dia. Jadi kita nggak mau paksa dia pakai barang yang kita anggap keren. Misalnya kalau pemenang itu nggak suka pakai rok, sukanya pakai celana, kita bakal bantu cari celana yang bagus buat dia, warnanya apa, modelnya gimana.

Ada saran nggak untuk pembaca Fashionese Daily yang merasa belum menemukan personal style-nya?

Menurut saya, kita harus liat banyak referensi. Kalau saya sampai sekarang masih suka mencari referensi dari luar, bermacam majalah, atau situs seperti Style.com. Kalau kita rajin buka majalah fashion, nanti akan tahu yang bagus seperti gimana dan cara mengombinasikannya. Nggak harus barang yang lagi tren, tren itu, kan, cuma sebentar.

Terima kasih, Wingky atas waktu dan sarannya untuk pembaca Fashionese Daily :)