Kata Pupu Paula Soal Tato & Plant-Based Diet

Gaya vintage dan unik jadi ciri khas beauty & fashion influencer satu ini. There’s no one like her, only one Pupu Paula!

Salah satu alasan FD mengajak Paula untuk menjadi narasumber segmen Body Love ini adalah karena dari dulu Paula selalu terlihat punya personality yang kuat. Dari fashion sense dan juga gaya makeup-nya yang berbeda dari yang lain justru membuat Paula selalu menonjol dan bikin orang penasaran dengan sosoknya.

Nah, nggak nyangka kan kalau Paula yang selalu terlihat fierce di kamera juga pernah punya masa-masa insecure saat remaja dulu. Berikut cerita Paula tentang body love versi dirinya dan bagaimana ia bisa merasa nyaman dengan tubuhnya setelah sekian tahun struggle dengan kesehatannya.

paulaIf you could describe the relationship between you and your body, what would it be?

“Like a mother & child. My body is my child. It takes a lot of patience & faith to love my body, especially when it doesn’t function properly. I have to love, nurture & take care of it like a child and not be mad when it throws tantrum.”

Apa definisi dari “body positivity” menurut Paula?

“Mencintai tubuh kita sepenuhnya, menjaganya sebaik mungkin, dan nggak membanding-bandingkan tubuh kita dengan size zero model :) Yang terpenting itu bukan seberapa oke kita terlihat dari luar, tapi seberapa nyaman kita berada di dalam tubuh kita sendiri.”

Pernah nggak sih, merasa insecure dengan diri sendiri?

“Pernah, dulu waktu remaja aku sering banget insecure karena merasa diri aku nggak seperti cewek-cewek kurus-tinggi-langsing dengan rambut bagus yang ada di majalah-majalah. Tapi seiring berjalannya waktu, lama-lama aku bisa nerima bahwa setiap orang punya flaws mereka masing-masing dan kita bisa untuk nggak fokus di hal itu aja.”

Selain 50’s look, signature style Paula yang lainnya adalah tato. What does your tattoo mean to you?

“Tato pertamaku itu dibuat waktu aku ulang tahun ke-18. Dari SMP memang aku sudah kepengen punya tato dan buat aku self-expression lewat tato itu sangat menyenangkan. Tatoku sendiri ada banyak macamnya, secara umum sih cuma kumpulan ilustrasi yang aku memang suka. Beberapa ada yang bermakna banget seperti wedding vows aku, tetapi ada juga gambar-gambar lain yang aku suka kayak pita atau ilustrasinya Tim Burton”

Sekarang ini, Paula cukup sering posting tentang plant-based diet di Instagram. Ceritain dong, proses memulai plant-based diet ini dari awal.

“Sebelum mencoba plant-based diet, aku seorang pescatarian (tidak makan daging tapi tetap makan ikan) selama dua tahun. Aku punya AutoImmune disease dan juga alergi terhadap banyak makanan. Semenjak memutuskan untuk ngejalanin plant-based diet, aku merasa jauh lebih sehat secara fisik dan psikis. Dulu aku bergantung banget sama obat-obatan dan dalam sehari bisa minum sampai 18 jenis vitamin. Now I’m thriving on plants and I’m better than ever.”

Screen Shot 2017-10-04 at 3.13.05 PM-sideinstagram.com/pupupaula

Banyak yang masih beranggapan bahwa plant-based diet ini repot dan susah nentuin menunya. Menurut Paula sendiri tantangannya apa?

“Aku pribadi nggak melihat ini sebagai tantangan, sebenarnya gampang kok dilakuinnya. Ketika kamu sudah membuka mata dan paham tentang sistem peternakan hewan, pasti kamu akan langsung tergerak. Untuk kesehatan, plant-based diet ini solusi terbaik yang bisa membantu mengatasi diabetes, masalah jantung, autoimmune, alergi, ahkan kanker dan depresi. You can always choose to eat SaladStop or Burgreens instead of steak. Segampang itu kok, lebih ribet sakit-sakitan daripada mengubah lifestyle kan :)”

Ada nggak lifestyle buruk yang sudah kamu tinggalkan?

“Dulu aku sering tidur jam lima atau enam pagi dan bangun sekitar jam dua siang. Setelah itu minum lima sampai enam gelas kopi sehari, dan hobi banget makan junk food. Berhubung aku punya banyak alergi terhadap makanan, aku jadi sering bloated dan sakit tulang, so my relationship with food was not good. Aku bisa aja makan sehari satu kali, itu pun jam lima sore. Karena sakit, aku jadi cuek dan nggak menjaga tubuh aku dengan baik. Sekarang, setelah ngejalanin pola hidup yang lebih sehat, aku jadi lebih appreciate terhadap tubuh aku dan termotivasi juga untuk olahraga, supaya sehatnya bisa luar-dalam.”

Terakhir, siapa role model kamu dalam hal body positivity?

“Honestly I don’t have a role model but I get inspirations and positive energy from many things. So surround yourself with positive people & always choose what you see & what you put inside your mind. Choose kindness & compassion ❤️”