Pengalaman Nyebelin di Salon

Pernah dong kena sindiran halus dari capster salon? Berikut beberapa pengalaman nggak enak saya di beberapa salon yang ada di Jakarta. 

Dari dulu, saya sebenernya nggak pernah nyaman datang ke salon. Kalau dulu nggak nyamannya karena request saya nggak pernah didengarkan oleh sang capster. Minta potong 2 cm, yang dipotong bisa 5 cm. Terus belum lagi stylist yang nggak bisa menyesuaikan potongan rambut dengan bentuk wajah. Makanya dari dulu sampai sekarang, saya kalau potong rambut itu bisa setahun sekali atau dua tahun sekali.

Bahkan sekadar treatment di salon seperti creambath pun saya enggan. Apa aja sih pengalaman buruk yang pernah saya alami selama ke salon beberapa tahun belakangan ini?

Pengalaman Nyebelin di Salon

Capster Nyinyir
Jadi, saya itu dari dulu emang sukanya DIY, khususnya dalam hal mewarnai rambut. Dulu belum rela mengeluarkan uang berjuta-juta hanya untuk bleaching dan coloring. Makanya rambut saya pernah rusak parah karena sotoy bleaching sendiri di rumah. Nah, saat rambut saya kering dan rusak, mau nggak mau saya harus ke salon dong untuk potong rambut. Pas saya potong rambut ini deh, ada celetukan dari capster yang bilang “Oh udah pinter sih ya, jadi nyoba sendiri”. Itu rasanya kaya ditusuk sih. Beneran kaget, denger sang capster ngomong kaya gitu ke saya. Emang sih, saya sotoy dan sok pinter, tapi kayanya nggak seharusnya itu diucapkan ke klien.

Stylist Gossip Berisik
Duh, ini lumayan sering saya alami. Saat lagi handle rambut saya malah sibuk ngobrol dan play inside jokes. Ya, kalau sesekali nggak apa-apa sih. Tapi kalau sepanjang kerja dia sibuk ngobrol dan bercanda, saya ngerasa nggak nyaman. Kalau sampai salah potong gimana?

Basa-basi yang Nggak Penting
Contohnya : “Wah, kakak ubannya banyak banget ya. Ini keturunan ya?” Ehm, first of all, saya emang punya banyak uban, karena kulit kepala saya sudah menua akibat seringnya kena bahan kimia cat rambut  dan shampo. Terus saya tuh paling gemes kalau ada uban yang nyisa di rambut, dan bawaanya pengen saya cabut. Jadi dengan sang capster bilang soal uban itu, bikin saya resah.

Nah, kalau yang dialami Netta adalah sang capster bilang kalau rambutnya Netta itu tebal banget. Tapi dia juga bilang, “Siap-siap aja Mbak, nanti kalau sudah punya anak abis deh, rontok semua rambutnya!”. Jadi maksudnya bilang hal tersebut apa? Walau bisa jadi benar karena perubahan hormon, nggak ada juntrungannya nggak sih? Walaupun mungkin ada benarnya, better keep it to your self. Tapi, itu belum yang paling parah. Pertama kali Netta cat rambut di salon, si mbak malah nolak untuk allergy test dulu, dengan alasan kalau sampai alergi pun, ya berarti emang lagi sial aja. Sadar nggak sih, kalau alergi cat rambut itu akibat terparahnya bisa sampai mati?

Intinya, sebenarnya nggak apa-apa banget memberikan komentar atau mention sesuatu tentang kondisi rambut, asal dikasih solusi juga. Kalau hanya basa-basi yang nggak jelas, kayanya kesannya malah kurang profesional ya Nah, kalau kalian sendiri pernah nggak ngalamin hal-hal nyebelin kaya gini ke salon?