Butuh Bedah Kosmetik Bagus? Yuk, Kenalan dengan dr. Enrina Diah

Ingin memancungkan hidung atau membuat pipi lebih tirus? Bedah kosmetik bisa jadi pilihan. Yuk, kenalan dengan dr. Enrina Diah, pakar bedah kosmetik.

“Wajah itu bagian paling penting dari tubuh kita, karena langsung terlihat orang lain. Maka,kita wajib merawatnya,” ujar dr. Enrina Diah, pakar bedah kosmetik atau estetika, dan bedah craniofacia.l  Pagi itu saya bertemu dengan dokter di kantor sekaligus klinik kecantikan miliknya, Ultimo Aesthetic and Dental Center. Sekilas tentang dr. Enrina Diah, beliau adalah pakar kecantikan dan bedah wajah yang sudah berpengalaman sejak tahun 2005.

dokter1

Perempuan cantik kelahiran Manado, 23 Mei 1974 ini adalah Sarjana dari Fakultas Kedokteran UI pada 1997, yang kemudian mengambil spesialis Plastic and Reconstructive Surgeon dan lulus pada 2005. Setelah itu, Enrina mengambil spesialisasi lagi untuk Craniofacial Surgeon di Craniofacial Center, Chang Gung Memorial Hospital Taiwan dari 2004 – 2005. dr. Enrina pun sempat bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo hingga tahun 2009.

Yuk simak obrolan saya dengan dr. Enrina Diah yang cantik dan ramah ini.

Boleh diceritakan lagi awal mula Anda mendirikan Ultimo ini? 

“Awalnya adalah pada tahun 2009 saya mendirikan Ultimo Clinic. Pada saat itu, di Jakarta khususnya, belum banyak beauty clinic seperti sekarang. Saat itu, jika kita ingin melakukan bedah estetika harus konsultasi ke rumah sakit, RSCM misalnya. Di situ pasien harus ke dokter kulit lebih dulu, baru berkonsultasi ke dokter bedah plastik. Belum lagi, jika harus dilakukan konsultasi rujukan ke dokter gigi, pasien harus pindah tempat lagi. Maka saya mulai terpikir untuk mendirikan sebuah beauty clinic terpadu, supaya bisa memberikan layanan lengkap dalam satu atap atau one stop solution untuk pasien-pasien yang ingin melakukan bedah plastik estetik.

Alasan utama lainnya adalah, saat itu, kebetulan sebagai single parent, saya mulai concern dengan perkembangan anak saya semata wayang yang sering protes karena kesibukan membuat saya hanya punya sedikit waktu untuk bertemu dengannya. Maka, sejak saya mendirikan Ultimo Aesthetic and Dental Center ini, saya lebih bisa mengatur waktu untuk urusan keluarga.”

Spesialisasi Anda adalah Craniofacial Surgery. Bisa dijelaskan?

“Craniofacial Surgery adalah khusus menangani bedah di tulang wajah dan kepala. Sekarang ini semakin banyak pasien yang ingin mengubah bentuk wajahnya lebih ekstrim ya, nggak sekadar memancungkan hidung tapi juga memotong rahang, mengikis tulang pipi. Nah, inilah pekerjaan ahli Craniofacial. Jika operasi tulang rahang, maka saya harus bekerjasama dengan ahli orthodonthist khusus. Pada awal 2009, ahli Craniofacial ini masih sangat sedikit. Di seluruh dunia saja pada tahun itu, baru ada sekitar 200 orang.”

Sedangkan di Indonesia pada tahun 2009 itu, dr. Enrina Diah jadi dokter pertama di Indonesia yang menjadi pakar Craniofacial Surgery. Ia pun memperdalam ilmunya ini di Taiwan, Thailand dan Swiss.

dokter2

Bagaimana trend bedah estetik di Indonesia saat ini?

“Dulu, ketika K-Pop sedang mewabah, banyak pasien memang ingin membentuk wajahnya seperti artis-artis Korea. Tapi kini, trend-nya nggak selalu harus seperti bintang Korea, karena sebenarnya wajah orang Indonesia kan berbeda dengan wajah orang Korea. Memang, sampai sekarang wajah tirus (V-shape) masih disuka, karena wajah tirus memang bisa membuat orang tampak lebih muda, more younger. Tapi menurut saya, segala sesuatu yang diubah terlalu ekstrim, kurang bagus ya. Patut diingat juga, tulang rahang, tulang pipi itu pada dasarnya seperti tiang-tiang atau pilar rumah yang menyangga, menopang otot-otot wajah Anda. Maka, jika ‘tiang-tiang’ wajah itu dibuang terlalu banyak, bisa dipastikan otot-otot wajah jadi lebih cepat kendur.”

Ultimo Aesthetics and Dental Center

Saat ini, Ultimo Aesthetic and Dental Center selalu berupaya mengikuti teknologi alat-alat kecantikan terkini, terutama yang banyak digunakan di Amerika Serikat. “Setiap tahun, saya rutin ikut konferensi ahli bedah kosmetik di Amerika supaya bisa selalu updates perkembangan teknologi terbaru,” tambah dr. Enrina.

Dari tahun ke tahun, memang semakin muda saja umur pasien yang melakukan bedah estetik ini. Sekarang memang semakin banyak anak-anak atau remaja yang sudah melakukan bedah estetik, misalnya usia belasan sudah melakukan operasi tahi lalat, operasi hidung. Jadi, kesadaran untuk jadi lebih cantik atau lebih baik itu memang semakin muda, begitu menurut dr. Enrina.

Menurut dr. Enrina ini hal yang wajar karena perekonomian masyarakat lebih baik dan kecenderungan kita saat ini yang jadi social media alert.

“Kehadiran Instagram, Facebook ikut membuat demand akan bedah estetik semakin tinggi. Ini lantaran semakin banyak orang yang jadi narsis, ingin eksis, ingin terlihat lebih cantik atau lebih tampan saat memasang foto-foto mereka di sosial media,” tambah dr. Enrina Diah.

“Saat ini banyak pasien yang datang ke saya untuk melakukan face lift surgery. Nah, keistimewaan face lift surgery yang ditawarkan Ultimo adalah high smas technique yaitu penarikan di bawah lapisan otot. Saya mempelajari hal ini di Amerika. Keunggulan teknik ini adalah hasilnya jadi lebih natural dan juga bertahan lebih lama, bisa mencapai sepuluh tahun. High smas technique ini akan jadi lebih baik lagi hasilnya bila dipadukan dengan stem cell.”

Jika kamu atau teman membutuhkan konsultasi seputar bedah estetik atau kosmetik ini juga bisa berkonsultasi ke dr. Enrina Diah di Ultimo Aesthetic and Dental Center, di Plaza Asia, lt. 18, Jakarta atau kamu juga bisa langsung mengirim pertanyaan atau komen di kolom komentar di bawah, ya!