Beautypedia: Fungsi 10 Bahan Kosmetik Wajib Tahu (Bagian 2)

Kalau kamu rajin ngikutin FD dari dulu, pasti sudah sering banget diingetin untuk rajin-rajin baca ingredients produk kosmetik. Sudah nonton video Skincare 101 yang judulnya “How to Read Skincare Labels” kan?

Sebenarnya, nggak harus paham semua bahan kosmetik untuk memilih produk mana yang cocok buat kamu. Tapi, dengan membiasakan diri baca ingredients, kamu bisa jadi lebih paham tentang komposisi sebuah produk dan nggak gampang tergoda dengan klaim-klaim yang too good to be true.

Nah, kalau bulan lalu Netta sudah menulis tentang bahan-bahan kosmetik wajib tahu, saya nambahin lagi ingredients wajib tahu bagian kedua! Sering nemuin bahan-bahan ini nggak, di produk skincare kamu?

1. Dimethicone

Dimethicone membantu persebaran produk secara rata dan halus di kulit. Bahan ini juga banyak ada dalam face primer karena fungsinya yang bisa mengisi kerutan dan pori-pori, membantu kulit menjadi kanvas yang halus sebelum makeup. Sedangkan dalam skincare, dimethicone juga membantu produk menyerap tanpa meninggalkan residu, dan menjaga ingredients di dalamnya agar tetap utuh. Dimethicone juga bisa digunakan untuk melembutkan kulit kering yang mengelupas dan iritasi. Tahu Monistat Chafing Relief Powder Gel, kan? Gel anti-iritasi ini banyak digunakan sebagai face primer karena mengandung 1,2% dimethicone di dalamnya.

2. Propylene Glycol

Propylene glycol digunakan dalam produk kosmetik karena memiliki banyak fungsi yaitu pelarut, pengencer, dan pengawet. Selain bisa memaksimalkan penyerapan bahan aktif ke kulit, propylene glycol juga memiliki fungsi anti-bacterial dan anti-fungal untuk melawan bakteri. Penggunaan propylene glycol dalam produk kosmetik dinilai aman dan minim resiko iritasi.

3. Sodium Hyaluronate

Sodim hyaluronate adalah bentuk garam dari hyaluronic acid dengan molekul yang lebih kecil dan lebih gampang terserap ke dalam kulit. Sama seperti hyaluronic acid, fungsi sodium hyaluronate adalah menjaga kandungan air di kulit agar tetap lembap namun tanpa rasa lengket. Sodium hyaluronate banyak terdapat dalam produk yang sifatnya melembapkan seperti pelembap, hydrating toner, serum, sheet mask, dan lain-lain.

4. Witch Hazel

Diambil dari tumbuhan di Amerika Selatan, witch hazel banyak digunakan untuk produk yang mengontrol minyak dan mengencangkan pori-pori. Meskipun memiliki fungsi melembutkan kulit, tetapi banyak penelitian yang membuktikan bahwa witch hazel adalah salah satu iritan yang kuat dan rentan membuat kulit kering.

Estee-Lauder-Enlighten-Dark-Spot-Correcting-Night-Serum-2Image source

5. Aloe Barbadensis Leaf Juice

Aloe barbadensis leaf juice adalah ekstrak lidah buaya yang memiliki fungsi menenangkan dan anti-inflamasi. Ekstrak lidah buaya banyak digunakan dalam produk untuk kulit sensitif karena fungsinya yang bisa meredam kemerahan, mengurangi peradangan jerawat (bahkan untuk jerawat), dan memberi antioksidan untuk mereparasi sel kulit yang rusak. Mengandung banyak vitamin, antara lain vitamin C dan E.

6. Citric Acid

Bentuk asam AHA yang mengeksfoliasi sel kulit mati dan mendorong pertumbuhan sel kulit baru. Cara kerja citric acid adalah melepaskan ikatan protein antara sel kulit sehat dan sel kulit mati yang menyebabkan kulit terlihat kusam. Cocok untuk kulit kering dan kombinasi, citric acid banyak digunakan dalam produk cleanser dan juga toner.

7. Kaolin

Kaolin adalah tanah liat yang banyak digunakan dalam produk wash-off mask. Kemampuan kaolin untuk menyerap minyak membuat bahan ini sering digunakan dalam produk-produk purifying untuk membersihkan komedo maupun pori-pori. Meskipun dinilai aman untuk kulit sensitif, penggunaan kaolin yang berlebihan bisa memicu kulit kering.

8. Zinc PCA

Terdapat secara alami dari makanan, zinc dalam skincare berfungsi untuk memaksimalkan kinerja sel kulit sehat. Zinc juga membantu mengontrol minyak dan membantu penyembuhan kulit yang rusak karena efek inflamasi.

9. Propanediol

Berfungsi sebagai pendorong bahan aktif terserap maksimal ke dalam kulit, propanediol dibuat dari tanaman jagung dan bisa juga diproses secara sintetis. Propanediol juga bekerja sebagai pelarut dan cenderung minim resiko iritasi.

10. Linalool

Umum digunakan sebagai bahan parfum dalam skincare. Banyak ditemukan dalam essential oil, sumber linalool berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti lavender, orange, cinnamon, mint, dan lain-lain. Bisa menimbulkan iritasi di beberapa kulit, terutama yang sangat sensitif dengan kandungan fragrance.