Strong By Zumba, Tren Workout 2017

Awal tahun 2017 kemarin, saya sudah berjanji sama diri sendiri mau mencoba makan lebih sehat dan lebih rajin olahraga. Kalau tahun-tahun sebelumnya resolusi #FitnFab ini hanya jadi wacana, tahun 2017 hukumnya wajib terlaksana! 

Mungkin kamu sudah tahu ya, kalau semenjak akhir tahun 2016 lalu, Kak Affi, Gyanda, dan Oday sudah rutin melakukan Kayla Itsines Bikini Body Guide (BBG) selama dua kali seminggu setelah jam kantor. Ketika jumlah peserta BBG semakin banyak, nggak heran kalau cewek-cewek sekantor langsung semangat begitu ditawari ikut kelas Strong By Zumba!

Dipandu oleh Strong by Zumba instructor, Melissa Suryadi atau biasa dipanggil Chacha, awalnya masih banyak yang mengira bahwa Strong by Zumba hanyalah Zumba versi lebih intense. Kenyataannya? Hmm, think again. :)

Jadi, apa sebenarnya Strong By Zumba? Yuk, simak penjelasannya dari sang instruktur, Chacha.

IMG_9951Apa itu Strong by Zumba?

“Strong By Zumba adalah jenis workout HIIT (High-Intensity Interval Training) yang di-synchronize dengan musik. Jadi gerakannya dibuat dulu, baru kemudian musiknya dibuat. Musik dan gerakan Strong By Zumba itu cuma eksklusif milik Strong By Zumba, jadi nggak bisa tuh, latihan pakai lagu lain. Gerakannya terbagi antara empat kuadran (Ignite – Fire Up – Push Your Limits – Floor Play) dengan empat basic moves yaitu squat, lunges, knee lift, dan plank. Waktunya kira-kira 55 menit sampai satu jam, dengan jeda sekitar 30 detik setiap kuadrannya untuk atur nafas.”

Jadi benar-benar beda banget sama zumba, ya?

“Beda banget. Di Strong By Zumba, nggak ada gerakan dance atau booty shake sama sekali karena ini memang khusus untuk cardio strengthening. Kalau zumba kan lebih ke dancing atau olahraga have fun yang dipaduin sama gerakan tarian latin.”

IMG_9855Sejak kapan Strong By Zumba mulai ngetren sampe akhirnya jadi workout yang populer?

“Strong By Zumba itu mulai diluncurkan oleh Zumba Fitness kalau nggak salah sekitar bulan Mei atau Juni 2016. Walaupun di namanya ada “Zumba”-nya, tapi seperti yang aku jelasin di awal tadi, Strong By Zumba is a totally different kind of workout. Tapi karena dikeluarin oleh perusahaan yang nyiptain Zumba, jadi lah namanya ada “zumba”-nya.

Setelah orang-orang udah banyak nyoba Strong By Zumba, banyak yang jadi amazed karena mindset-nya di awal bahwa “Oh, ini kayak zumba biasa aja kali ya, tapi lebih banyak gerakan fitness-nya.” sama sekali nggak terbukti. Kemarin aja aku baru ngajar cowok-cowok sebelas orang, baru setengah jalan aja udah pada nanya kapan selesainya, hahaha.

Buat yang jarang olahraga sebenarnya boleh nggak sih, langsung nyoba Strong By Zumba?

“Boleh kok, Strong By Zumba ini bisa buat semua level. Nanti kan akan disesuaikan sama pesertanya, kalau emang semuanya belum pernah ada yang coba Strong By Zumba, kelasnya nanti akan dibuat tingkat basic sampai intermediate. Kalau sudah pernah ikut beberapa kali, bisa intermediate sampai advanced. Makanya sebenarnya nggak bisa ikut cuma sekali karena kalau pertama kali ikutan pasti kan masih ngeraba-raba, kalau nanti udah biasa, posisi badan bisa jadi lebih bagus karena kita sudah hafal sama gerakannya.”

IMG_9953Untuk jenis olahraga HIIT seperti Strong By Zumba, sebaiknya dilakukan berapa kali seminggu?

“Dua atau tiga kali seminggu cukup. Ada baiknya juga untuk selalu dikombinasikan dengan jenis olahraga lain seperti misalnya yoga, lari, atau Kayla BBG yang biasa dilakuin anak-anak FD juga boleh. Kalau kita terus-terusan ngelakuin jenis olahraga yang sama, nanti lama-lama badan bisa lembek dan otot dalemnya nggak kebentuk. Kalau otot dalemnya nggak kenceng, cuma kelihatan bagus aja dari luar tapi sebenernya ototnya nggak kuat. Jadi biasanya aku sendiri selalu ngimbangin Strong By Zumba dengan nge-gym atau weight-lifting.”

I see.. Terus, ada nggak workout tips yang mau di-share ke pembaca FD?

“Aku sering lihat orang yang mau ngebentuk badan nih, misalnya ngecilin tangan atau paha, terus yang dilatih bagian ituuu aja terus-terusan. Cara kayak gitu nggak akan efektif sih, karena untuk membentuk satu area badan, latihannya tetap harus full body workout. Bagian tubuh lainnya yang menunjang juga harus dilatih karena kalau enggak ya nggak akan menghasilkan apa-apa.”