Mengatasi Keriput dengan Tanam Benang, Berhasilkah?

Sejalan dengan bertambahnya umur, garis-garis halus dan keriput pun pasti akan muncul di wajah. Saya sudah mengalaminya dan mencoba tanam benang untuk mengatasi keriput tersebut. Berhasilkah?

Beberapa waktu lalu, tepat di hari ulang tahun saya menerima tawaran menarik: mencoba tanam benang di Dermaster Clinic. ‘Wah, menarik banget nih! Kok, pas banget nih karena tadi pagi ketika bangun dan bercermin, saya pun membatin, tambah satu tahun umur, berarti tambah satu lagi kerutan di wajah,’ kata saya dalam hati.

Dermaster Kemang

Beragam beauty treatment sudah saya coba, mulai dari suntik filler, botox, hingga blepharoplasty. Maka, saat mendengar di Dermaster Clinic bisa mengatasi kerut dan kulit yang mulai kendur di wajah dengan metode tanam benang, saya pun jadi penasaran ingin mencobanya.

Saat ini, metode tanam benang boleh dibilang jadi favorit dalam membuat kulit wajah jadi lebih kencang, sehingga dapat membentuk kembali kontur wajah. Sehingga banyak juga orang muda melakukan tanam benang karena ingin membuat pipinya jadi lebih tirus.

Tahun 2016 Dermaster Clinic mempercayakan Ivan Gunawan sebagai Brand Ambassador dengan alasan agar para pecinta kecantikan dapat mencontoh Ivan Gunawan yang merupakan seorang public figure dengan kesibukan yang sangat padat tetapi dia selalu meluangkan waktunya untuk melakukan perawatan demi investasi masa depannya.

Milano Thread Double Needle merupakan treatment favorit Ivan Gunawan yang dia namakan sebagai Igun Thread dan dirilis akhir tahun ini. Igun Thread adalah teknologi facelift terbaru dengan menggunakan benang polycrapolactone dengan panjang 23 cm membentuk huruf  V yang akan diserap sempurna oleh tubuh setelah 18 bulan. Kelebihan dari benang ini lebih dikhususkan pada proses pengencangan kulit wajah agar lebih kencang, bertahan lebih lama dan aman bagi tubuh.

Tanam Benang Dermaster

Maka, saya pun memutuskan mencoba Igun Thread ini. Setelah berkonsultasi dengan dr. Edo Raharja tentang treatment tanam benang seperti apa yang bisa saya jalani sesuai dengan kebutuhan kulit wajah saya.

Bagaimana Prosedurnya?

Sebelum menjalani tanam benang, dokter menyuntik obat bius lokal di area wajah yang ingin diproses. Pada hari itu, diputuskan dokter akan menanam 1 benang saja di wajah, mulai dari pipi atas ke arah garis senyum (smile line). Ini lantaran, dokter melihat smile line saya mulai kentara dan juga area pipi sudah terlihat kendur. Dengan tanam benang di seputar area tersebut, nantinya bisa lift up kulit di seputar area pipi.

Setelah area pipi terasa baal karena obat bius lokal, dokter mulai memasukkan benang khusus ke bawah kulit. Benang yang tertanam di bawah kulit wajah berguna untuk menciptakan efek yang bisa mengangkat kulit dan mengencangkan jaringan lunak wajah. Benang yang dipakai adalah jenis yang dapat diserap oleh kulit. Ujung benang diikat di dekat telinga dan sengaja dicari area yang ditutupi anak rambut, sehingga setelah selesai tidak terlihat sama sekali.

Before - After Tanam Benang 1

Before-After Tanam Benang

Prosedur ini memakan waktu sekitar 30-40 menit. Rasanya, cukup nyeri, tapi saya masih bisa menahannya. Saat benang dimasukkan,  saya merasakan ada “sesuatu” berjalan di bawah kulit pipi. Ketika benang melintas di atas tulang, lumayan terasa ngilu dan nyeri sih. Usai melakukan tanam benang, kamu sudah bisa meninggalkan rumah sakit atau klinik kecantikan. Dalam sehari atau dua hari, kamu sudah bisa merasakan hasilnya.

Untuk biaya treatment Ivan Thread di Dermaster Clinic ini memang sangat bervariasi karena tergantung dari jenis benang yang dipakai serta berapa banyak jumlahnya. Menurut info yang saya dapat, kisaran tarif terendah adalah Rp 4 juta.

Efek Samping

Usai menjalani tanam benang, efek samping yang mungkin terjadi yaitu nyeri di belakang telinga dan rasa tidak nyaman pada wajah. Kamu juga mungkin mengalami pembengkakan, memar, atau sulit membuka mulut. Saya sendiri, sempat selama 3 hari, lumayan menderita saat mau makan, karena tidak berani membuka mulut terlalu lebar, karena area seputar pipi terasa sakit nyut-nyutan. Akibatnya, selama 3 hari itu, saya hanya bisa makan bubur ditemani lauk yang empuk dengan memakai sendok kecil agar mulut tidak perlu membuka terlalu lebar.

Meski prosedur ini tergolong tindakan yang minim invasif, risiko mengalami komplikasi tetap ada. Berikut beberapa risiko komplikasi yang mungkin terjadi:

  • Nyeri di area ujung benang.
  • Akumulasi darah (hematoma)
  • Benang putus.
  • Benang bergeser
  • Benang dapat terlihat
  • Muncul benjolan pada kulit (granuloma)

Nah, untuk menghindari risiko ini semua, maka memang sebaiknya proses tanam benang ini dilakukan oleh dokter yang sudah berpengalaman. Maka, sebelum proses tanam benang dilakukan, dokter pun menanyakan apakah saya punya “bakat” keloid (bila luka bisa tumbuh benjolan pada kulit/granuloma), apakah saya minum obat pengencer darah, dan sebagainya.

Untuk mengurangi rasa nyeri setelah treatment Ivan Thread, dr. Edo pun membekali saya dengan obat minum pereda rasa nyeri, yaitu Asam Mefenamat adalah jenis obat untuk anti peradangan non steroid. Fungsinya untuk mengurangi rasa sakit ringan, sakit menengah dan meredakan peradangan atau inflamasi.

After Tanam Benang Kolase

Kontur wajah saya setelah 1 bulan Tanam Benang

Kini setelah 1 bulan melakukan tanam benang, smile lines atau garis senyum saya tidak terlalu dalam lagi, pipi juga jadi lebih lift up, sehingga area pipi yang tadinya kendur jadi lebih kencang, dan kontur wajah saya pun jadi lebih berbentuk kembali. Sejauh ini, saya cukup puas dengan treatment tanam benang di Dermaster Clinic.

Jika kamu tertarik, bisa coba kontak Dermaster Clinic terdekat, karena klinik kecantikan ini sudah tersebar di 7 tempat di Jakarta dan Surabaya, bahkan sebentar lagi akan buka di Makassar. Info lebih lanjut, bisa klik ke website: www.dermaster-indonesia.com.