Tips Merintis Karir Sebagai Makeup Artist Otodidak

Ada yang sedang merintis karir sebagai makeup artist? Atau baru kepikiran saja, karena masih bingung mau mulai darimana? Nah, artikel ini pas banget buat kamu.

Dulu teman saya pernah ada yang nyeletuk, “Eh, lo tau nggak, profesi apa yang sekarang lagi ngehits? Makeup artist!

Sebenernya menurut saya pribadi, profesi makeup artist itu bukan soal hits atau enggaknya. Lebih kepada sebuah profesi yang lebih terlihat prospeknya beberapa tahun belakangan ini, thanks to the growth of social media. Kalau dulu mencari makeup artist hanya dari mulut ke mulut, sekarang makeup artist lebih mudah ditemukan hanya dengan meng-klik hashtag di Instagram.

Exposure makeup artist kepada potential clients-nya semakin besar, begitupun hasil makeup mereka yang terpampang jelas di akun Instagram mereka. Orang-orang pun jadi lebih aware dengan pekerjaan makeup artist, siapa saja klien mereka, alat-alat apa yang dibutuhkan, portofolio seperti apa yang akan dicari orang, dan tanggung jawab seperti apa yang ada di tangan seorang makeup artist.

Meskipun sudah banyak referensi, menjadi makeup artist pemula pun nggak gampang karena terkadang kita bingung harus mulai dari mana. Beli produk dulu? Atau belajar dulu sambil nyicil produk? Perlu sekolah khusus atau cukup belajar sendiri? Kameranya gimana?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya dibantu oleh Gyanda, Video Producer Female Daily yang juga seorang makeup artist. Memulai karier MUA-nya di tahun 2013, Gyanda mengakui kalau menjadi makeup artist di tahun 2016 ini, persaingannya ketat banget!

Let’s start with the basics. Here are the most asked questions about the world of makeup artists, answered!

Screen Shot 2016-10-12 at 10.41.32 AM

Perlu nggak sih, sekolah khusus?

“Buat aku, makeup itu bisa banget dipelajari tanpa sekolah khusus. Terutama ilmu-ilmu basic-nya. Sekarang kan banyak banget media yang bisa dipake untuk belajar, kayak Youtube, Pinterest, bahkan tutorial-tutorial Instagram yang cuma satu menit itu. Ilmu dasarnya bisa pelajarin dari situ, terus nanti kalau misalnya kamu pengen tahu tips-tips atau rahasia dari MUA terkenal, nah, boleh deh tuh, ikut workshop sekali-kali. Untuk tambahan ilmu dan referensi aja.

Kalau belajar di sekolah sisi positifnya memang banyak, karena dapet sertifikat dan ada mentor pribadi yang bisa langsung ngasih input dan masukan spesifik untuk hasil makeup. Di samping itu, belajar di sekolah khusus juga membuat kita jadi paham akan ‘pakem-pakem’ dan patokan yang jadi guidelines dalam dunia makeup artist.

Cuma, kadang aku menemukan beberapa MUA lulusan sekolah yang terlalu berpegang teguh sama pakem tersebut sehingga jadi kurang eksploratif akan tren makeup baru dan takut keluar dari comfort zone. Mungkin karena mindset-nya udah terbentuk, “Gue udah tahu pakemnya kok, yang bener tuh yang kayak gini.”

Contohnya misalnya tren blush ala orang Jepang yang dipakai di bawah mata. Walaupun tren ini mungkin menyalahi ilmu dasar makeup, tapi menurutku dengan nyoba-nyoba tren inilah kita bisa menemukan ilmu baru. Secara nggak langsung kita jadi ikut berkembang aja. Istilahnya, creating our own ‘pakem’ lah. Aku pribadi sih percaya kalau sekolah terbaik itu adalah praktek langsung di berbagai jenis muka orang, mulai dari sahabat, sepupu, temen kantor, temennya temen, dan lain-lain. Itu udah bisa jadi sekolah sendiri!”

Soal produk makeup-nya sendiri gimana? Katanya kan, klien banyak yang “ngukur” MUA berdasarkan produk yang dipakai. Untuk pemula, perlu nggak beli produk high-end semua?

“Gini, untuk pemula kita harus bisa pilih mana produk yang worth it dibeli mahal, mana yang bisa dihemat. Kalau ada budget-nya, pilih high end brand untuk complexion products yaitu primer, foundation, powder. Klien peduli banget dengan base dan complexion, karena kalau base-nya nggak bagus, keseluruhan makeup-nya bisa jadi nggak bagus.

Pasti banyak banget kan, produk-produk di luar sana yang bikin kita ngiler pengen beli dan penasaran kalau dipakein ke klien gimana. Sebelum mempertimbangkan untuk beli suatu produk yang harganya mahal, ukur-ukur lagi, kira-kira berapa lama produk itu akan balik modal ke kita. Biar gimanapun, kalau masih pemula saran aku fokus di tiga produk yang aku sebut tadi dulu.

Satu lagi tips soal foundation, saran aku nggak usah ambisius untuk langsung punya semua shade. Orang Indonesia kan kebanyakan undertone kulitnya itu kuning, jadi langsung cari aja warna foundation yang kira-kira paling banyak dipakai orang Indonesia. Nggak usah pusing-pusing nyetok foundation yang undertone-nya pink. Kamu bisa beli foundation yellow-based yang paling terang dan gelap, habis itu tinggal dicampur dan disesuain dengan warna kulit klien.

Aku sering kok nanya sama Beauty Assistant di M.A.C atau Make Up For Ever tentang shade foundation yang paling banyak dipakai warna kulit A, B, atau C. Beauty Assistant itu informatif banget kok! Tapi konsulnya juga harus sama BA yang beneran ngerti ya, jangan sama BA yang foundation abu-abu tetep dibilang “Bagus kok kak”. Hahaha. :D”

FOUNDATIONPerlu nggak beli kamera canggih supaya Instagram feed-nya bagus?

“Untuk awal-awal, menurutku nggak perlu. Foto aja pake HP. Yang penting cari spot yang bagus dengan natural lighting, supaya detail makeup-nya bisa kelihatan. Upload yang banyak, baru dari situ bisa coba nabung untuk beli kamera yang bagus. Contohnya Allyssa Hawadi, yang dulu juga sering foto pake HP, tapi tetep kelihatan bagus makeup-nya. Jadi buat aku, kalau masih pemula banget, kayaknya nggak perlu deh langsung beli kamera. Lagipula, ujung-ujungnya yang dilihat tetep hasil makeupnya kan, bukan kualitas kameranya.”

Ada nggak tips untuk memaksimalkan portofolio makeup di Instagram?

“Jangan upload hasil makeup kamu pas weekend karena pasti akan saingan dengan ribuan makeup artist lainnya. Coba klik aja hashtag #makeupartistjakarta, banyak banget kan yang muncul? Apalagi kalo weekend, dimana mereka langsung nge-post foto setelah dandanin wedding, bridesmaids, engagement, party, dan lain-lain. Coba upload waktu weekdays, supaya traffic-nya nggak kalah sama MUA yang upload pas weekend. Jangan lupa juga masukin hashtag karena itu penting banget.”

Apa kesalahan makeup artist pemula yang sebetulnya bisa banget dihindari?

“Nggak fokus ke hasil makeup, tapi ke barang-barang yang dipake. Kayak harus pake brand luxury, traincase keren, kamera mahal, padahal yang nomor satu harus diperhatikan kan hasil makeup-nya. Apalagi kalau pemula, fokus di prosesnya dulu, karena kita bisa belajar banyak banget dari proses. Aku sendiri sering lho, buka Instagram aku terus liat lagi hasil-hasil makeup minggu lalu, bulan lalu, dan sering banget ada momen dimana aku ngerasa “Duh, harusnya bisa lebih bagus lagi nih.” Be your own critic and always look for improvements. Mindset-nya harus dibentuk untuk terus selalu belajar, jangan mau langsung perfect semua-muanya dari awal karena nanti pasti akan stress sendiri.”

Rekomendasi makeup artist di Youtube untuk para makeup artist pemula?

“Aku suka Wayne Goss, Pixi Woo, dan Tina Yong. Mereka itu oke banget kalau kamu mau cari tips-tips makeup basic. Untuk Youtuber Indonesia, aku suka Arsyanaf, Cheryl Raissa, dan Lizzie Parra.”

Psst, di Youtube channel Female Daily juga banyak lho, makeup tutorial yang simple dan tentunya gampang untuk diikuti. Silakan main-main ke Youtube channel kita dan temukan sendiri makeup tutorial yang sedang kamu cari. Good luck!