Perlukah Memakai Pembersih Kewanitaan Setiap Hari?

Pertanyaan ini boleh dibilang paling sering dilontarkan oleh kita ketika membahas seputar kesehatan kewanitaan. Yuk, cari tahu di sini penjelasannya.

Banyak di antara kita yang masih menganggap bahwa membersihkan daerah kewanitaan (vagina) setiap hari wajib memakai sabun pembersih khusus. Padahal sebenarnya, hal ini tidak perlu karena organ kewanitaan juga memiliki sistem perlindungan yang sempurna, sehingga bila telah dijaga kebersihannya (setiap kali buang air dibersihkan dengan benar, mengganti celana dalam minimal sehari 2 kali, memastikan area kewanitaan selalu dalam keadaan kering), tidak akan muncul masalah.

Beberapa masalah seputar kesehatan kewanitaan adalah terjadinya keputihan, gatal-gatal dan jamur. Ini bisa terjadi karena kurang menjaga kebersihan vagina. Dan memang pada saat menstruasi akan menjadi periode sensitif yang dialami setiap perempuan. Pada saat menstruasi, jumlah bakteri buruk di daerah kewanitaan bertambah karena meningginya tingkat keasaman pH yang terkait dengan darah yang dikeluarkan.

women get menstruationImage source: women’s health.com

Dengan kondisi ini kemungkinan adanya kontaminasi bakteri menjadi semakin tinggi dan dapat berakibat pada vaginitis yang memiliki gejala seperti gatal, rasa terbakar, iritasi, bau tidak sedap dan keputihan. Selain jumlah bakteri buruk yang bertambah, pada saat menstruasi, lendir pembatas di leher rahim menghilang sehingga bakteri-bakteri yang berada di area vagina bawah dapat mengakses daerah leher rahim. “Inilah salah satu penyebab banyaknya terjadi kasus infeksi saluran kemih atau kelamin terjadi. Oleh karena itu, penting bagi kita, perempuan untuk membersihkan area kewanitaannya dengan lebih seksama pada saat menstruasi dengan menjaga kebersihan dan kelembapan di daerah kewanitaan,” jelas dr. Liva Wijaya, SpOG, Spesialis Obstetric dan Ginekologi.

Saat ini begitu banyak produk pembersih kewanitaan yang beredar di pasaran. Lalu pembersih kewanitaan apa yang bisa mengurangi jumlah bakteri buruk di seputar area kewanitaan? Merry Sulastri, Educator and Trainer Mundipharma menjelaskan, “Salah satu pembersih yang terbukti dapat mengurangi jumlah bakteri buruk sekaligus mengembalikan kondisi flora bakteri natural pada daerah kewanitaan adalah Povidone – Iodine.” BETADINE Feminine Hygiene yang mengandung Povidone – Iodine 10% mereupakan salah satu solusi yang telah terbukti secara medis dalam menjaga kebersihan kewanitaan saat risiko infeksi meningkat termasuk selama periode menstruasi.

Betadine Feminine Hygiene

Kandungan Povidone – Iodine ini terbukti memiliki kemampuan dengan spectrum terluas dalam mengatasi berbagai jenis bakteri buruk, virus, jamur dan protozoa yang mengakibatkan infeksi. Saking ampuhnya membunuh bakteri, virus dan jamur, maka NASA pun memakai BETADINE untuk “memandikan” pesawat ruang angkasa Apollo 11 ketika mendarat kembali ke bumi.

Saya sendiri juga pernah punya pengalaman menjaga kebersihan area kewanitaan ini dengan BETADINE, yaitu saat usai melahirkan secara normal. Dokter di rumah sakit menyarankan saya agar membersihkan seputar area kewanitaan dengan air yang telah dicampur BETADINE Feminine Hygiene.

Produk ini juga disarankan dipakai pada saat risiko munculnya bakteri meningkat yaitu saat periode menstruasi. Bagaimana cara pakainya? Tuangkan satu tutup botol (sekitar 8 ml) BETADINE Feminine Hygiene dan campurkan dengan satu liter air bersih. Basuhkan pada area kewanitaan, biarkan selama 1 menit, kemudian bilas kembali dengan air bersih. Gunakan setiap mandi pada saat periode menstruasi. Untuk menurunkan risiko infeksi, gunakan dua kali seminggu, setelah mandi pagi dan sore. Untuk pengobatan, gunakan 2x sehari selama lima hari berturut-turut.