Stop Eksfoliasi Kulit Jika Muncul 3 Tanda Ini

Eksfoliasi dinilai sebagai salah satu langkah skincare yang paling life-changing karena bisa mengubah kulitmu menjadi lebih sehat dan cerah. Banyak orang melakukan eksfoliasi mingguan, tapi ada juga yang dua hari sekali, bahkan setiap hari. How much is too much?

Menurut saya, eksfoliasi jatuhnya bisa jadi seperti pisau bermata dua. You better do it right or you’re gonna regret it for the rest of your life. Salah satu alasan kenapa saya sempat breakout parah kemarin adalah terlalu sering eksfoliasi, sehingga kulit jadi iritasi dan timbul banyak jerawat. Nah, jangan sampai melakukan kesalahan seperti saya, ya. Sakitnya berbulan-bulan, lho. :D

Stop Eksfoliasi Kulit Jika Muncul 3 Tanda-tanda Ini 3Foto /redvelvetlondon.com

Chemical exfoliation, meski dinilai lebih aman daripada physical exfoliation, tetap punya efek negatif jika dilakukan berlebihan pada kulit. Umumnya, chemical exfoliation hanya dilakukan dua atau tiga kali seminggu. Setelah prosesnya pun harus ditambahkan hydrating toner lagi untuk mengembalikan kelembapan kulit setelah digerus oleh acid toner.

Tidak susah untuk melihat tanda-tanda kulit yang over-exfoliated. Here are the most common signs:

1. Kulit memerah

Salah satu tanda iritasi yang paling mudah dilihat adalah kemerahan. Bukan semu-semu merah kayak pipi artis Korea lho ya, tapi merah yang berkepanjangan sampai kadang terasa perih. Kulit juga akan jadi lebih sensitif dan rentan gatal.

2. Kulit terasa kencang dan mengelupas

Kulit yang over-exfoliated akan terasa sangat kering dan kencang. Wajah seperti ditarik, bahkan di beberapa kasus bisa terlihat berkerut saking dehidrasinya. Di beberapa area pun bisa terlihat dry patches dan lapisan kulit yang mengering. Dalam kondisi kulit seperti ini, biasanya bedak atau foundation akan jadi susah menempel.

Baca juga: 5 Hal Wajib Diperhatikan Sebelum Membeli Acid Toner

3. Jerawat mulai bermunculan

Pada dasarnya, fungsi eksfoliasi adalah membersihkan pori-pori dari sel kulit mati yang menumpuk. Sel kulit mati yang menumpuk di kulit akan menyumbat pori-pori, mengganggu produksi minyak, dan menjadi sarang bakteri. Bakteri inilah yang membuat jerawat muncul, entah itu hanya whitehead, jerawat kecil, atau jerawat hormonal yang besar dan tidak ada matanya.

Nah, jika eksfoliasi dilakukan berlebihan, yang hilang dari kulit bukan cuma sel kulit mati, tetapi juga sel kulit sehat yang fungsinya justru melindungi dan meregenerasi kulit. Kalau sel kulit sehat ini juga “dipaksa” keluar, kulit akan jadi ekstra sensitif dan berujung pada breakout.

Kalau tanda-tanda ini sudah terlanjur muncul? Tinggalkan dulu acid toner-mu untuk sementara dan gunakan produk-produk yang berfungsi menenangkan. Bukannya harus berhenti total lho, it’s just that you need to give your skin a little break. Hindari juga memakai produk skincare yang mengandung alkohol supaya kulit tidak makin kering dan iritasi.

Baca juga: Stop Lakukan 3 Hal Ini Kalau Kulit Sedang Berjerawat