6 Anggapan Salah Seputar Produk Perawatan Wajah Natural

Banyak di antara kita yang mulai tertarik untuk memakai produk perawatan wajah natural. Namun, masih banyak anggapan salah seputar produk perawatan wajah natural. Ini penjelasannya.

Akhir-akhir ini saya sedang berusaha untuk beralih ke produk perawatan wajah yang natural. Mungkin tidak secara keseluruhan menggantinya dengan yang natural, tapi mulai sedikit demi sedikit melirik produk-produk tertentu yang bisa dicari versi naturalnya. Saya pikir, setidaknya tidak semua benda yang saya pakai “berenang” dalam kandungan-kandungan yang banyak menuai kontroversi seperti contohnya parabenmineral oil atau SLS.

Sewaktu saya pertama kali mencoba produk-produk perawatan wajah natural, memang banyak, sih, keraguannya. Biasanya produk-produk tersebut hanya ada satu dua saja ulasannya. Selain itu benar-benar bergantung pada endorsement dari selebritas ternama.

Tapi tidak itu saja. Ada beberapa hal yang selalu diasosiasikan dengan produk perawatan wajah natural dan setelah saya mencobanya ternyata itu tidak benar! Inilah 6 anggapan salah seputar produk-produk perawatan wajah natural:

img_7307

1. Harganya mahal!

Tidak jarang produk yang berembel-embel “natural”, dan katanya menggunakan kandungan-kandungan terbaik dan bebas ini itu malah harganya dibanderol empat kali lipat dari produk sejenis yang notabene banyak kandungan “buruk”. Does it mean to be healthier it has to be more expensive? Mungkin saya rela membayar lebih mahal, tapi kalau sampai empat kali lipat? Mungkin it will take some convincing.

Tapi setelah “riset” sana-sini, saya menemukan bahwa banyak sekali lho merek-merek perawatan wajah keluaran Australia dan New Zealand yang harganya terjangkau atau paling tidak harganya mirip dengan kebanyakan merek di pasaran. Seperti contohnya Antipodes, Trilogy atau Goodness. Memang, sih, ada merek yang harganya bisa sangat ajaib seperti serum Vintner’s Daughter yang satu botolnya saja bisa mencapai USD 185. Tapi bisa dibilang merek ini adalah produk yang sudah memasuki jajaran merek mewah. Seperti halnya produk-produk perawatan wajah pada umumnya, tentu ada beberapa pilihan dari yang terjangkau sampai yang mahal. Tinggal kita menentukan jumlah budget yang akan dibelanjakan.

2. Kebanyakan mereknya tidak terkenal

This maybe true several years ago. Tapi semakin banyak di antara kita yang berniat mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, maka permintaan pada produk perawatan wajah yang natural pun semakin besar. Sehingga banyak merek produk perawatan wajah natural semakin banyak yang mendunia, sebut saja beberapa merek seperti Tata Harper, Burt’s Bees, Aurelia, dan lain-lain. I bet you’ve heard of them.

3. Lama terlihat hasilnya

Pertama kali memakai produk perawatan wajah natural, saya hampir saja “menyerah”, karena setelah dua minggu tidak ada hasil yang signifikan. Tapi saya mencoba untuk terus sabar dan ternyata setelah kulit saya lebih menyesuaikan diri dengan produk-produk tersebut semakin lama makin menunjukan hasil yang signifikan. Semakin banyak produk natural yang saya coba, semakin terbiasa pula kulit saya. It just need some getting used to.

4. Packaging-nya tidak bagus

Again this might be true several years ago. Tapi karena kebanyakan merek produk perawatan wajah natural dibuat oleh mereka yang sangat-sangat percaya akan kualitas produk mereka, malah makin ke sini saya melihat packaging produk-produk tersebut lebih terlihat personalized dan berkarakter. Mungkin juga karena kebanyakan industri produk perawatan wajah natural banyak industri rumahan sehingga mereka tidak bisa berinvestasi banyak kepada packaging. Tapi bisa dibilang ini kembali lagi ke merek yang kalian beli.

5. Baunya tidak enak

Nah, ini, nih yang paling sering saya dengar. Mungkin karena kita terbiasa dengan produk-produk perawatan wajah yang wanginya floral atau wangi-wangi menenangkan yang diciptakan dengan menambahkan pewangi sintetis sehingga wangi tersebut malah menjadi normal untuk penciuman kita. Sedangkan produk natural biasanya sangat tergantung wanginya pada kandungan-kandungan yang dipakai.

Kebanyakan, produk-produk perawatan wajah menggunakan essential oil maka tidak heran kalau wanginya “kencang”. Terkadang ada yang wanginya enak dan bisa juga wanginya tidak enak, bahkan tidak sekali dua kali saya merasa wangi produk yang saya gunakan a little bit fishy.

Banyak yang mengasosiasikan wangi produk natural dengan wangi aromaterapi atau  jamu. Mungkin tidak salah, ya, karena kedua produk tersebut menggunakan kandungan natural juga sehingga memiliki karakter wangi yang sama. I think scent is a personal think. Biasanya saya akan membaca kandungan dari produk tersebut sehingga saya tahu wangi apa yang akan dominan. If it’s something I like, my purchasing decision might lean toward this particular product.

6. Banyak yang tidak cocok

Hal yang satu ini sebenarnya bisa dibilang risiko yang dihadapi ketika kita mencoba produk baru, apapun itu. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa karena produk natural banyak menggunakan essential oijadi kemungkinan tersebut lebih besar lagi. Bisa saja essential oil A tidak cocok di saya tapi ternyata di orang lain memberikan hasil yang luar biasa positif, begitu pula sebaliknya. That’s the thing about essential oil the result could varied. Memang cara yang pasti untuk mengetahuinya adalah dengan mencoba produknya.

 

Nah, setelah membaca beberapa hal tentang produk-produk perawatan wajah natural di atas, apakah kalian tertarik untuk mulai memakai produk natural?