Tried & Tested: Kiehl’s Iris Extract Activating Treatment Essence

Setelah kesuksesan produk-produk timer dengan first essence mereka, sepertinya produk barat mulai berlomba-lomba untuk menciptakan produk sejenis. Awalnya saya agak bingung, sih, dengan segala macam essence yang dikeluarkan oleh merek-merek asal barat. Sebenarnya apa fungsi mereka?

Kalau saya liat dari jajaran produk yang sudah ada dan bagaimana mereka digunakan sepertinya pada produk barat kebanyakan toner berfungsi sebagai cleansing toner yang mengangkat sisa kotoran, mengeksfoliasi atau menyeimbangkan pH setelah dicuci.

Nah, tapi kebanyakan toner asal negara-negara barat tidak sarat akan kandungan yang melembapkan. Katanya, sih, memang kulit Asia itu tidak bisa menahan kelembapan selama kulit bule. Oleh karena itu dalam menjawab kebutuhan tersebut tidak heran kalau banyak lapisan produk yang ditambahkan untuk menambahkan kelembapan.

Tapi ternyata mengembalikan kelembapan pada kulit itu sangat memiliki pengaruh positif pada kulit. Selain itu, karena essence bentuknya cair maka bisa penetrasi jauh lebih dalam ke lapisan kulit. Jadi, kenapa tidak, ditambahkan zat-zat aktif yang bisa membantu sel-sel kulit pada berbagai lapisan kulit?

kiehl's-iris-extract-activating-treatment-essence

Produk dari Kiehl’s ini, Iris Extract Activating Treatment Essence sendiri berguna meningkatkan kelembapan kulit, membantu cell turnover dan juga integritas kulit. Kalau usia masih muda mungkin tidak perlu-perlu amat, ya, untuk dibantu dalam ketiga hal ini. Tapi seiring dengan bertambahnya usia bisa dibilang sel kulit kita jadi makan malas bekerja jadi harus dibeli makanan lebih.

Kandungan utama dari produk ini adalah Iris Extract yang memiliki konsentrasi nutrien sangat tinggi, memiliki properti anti-penuaan untuk kulit dan mampu mempertahankan kualitas kulit. Selain itu produk ini dilengkapi dengan Sodium Hyaluronate yang memberi hidrasi dan juga Lipo Hydroxy Acid (LHA) dituliskan sebagai capryloyl salicylic acid yang ternyata sejauh ini hanya banyak digunakan di merek-merek di bawah L’Oreal – Kiehl’s adalah salah satunya.

Ada dua hal yang agak membuat saya khawatir. Pertama ternyata produk ini memiliki kandungan Alcohol Denat dan begitu diaplikasikan ke kulit lumayan terasa. Jadi untuk mereka yang memang anti alkohol (for the skin, mind you) saya benar-benar tidak menyarankan untuk mencoba produk ini.

Hal kedua adalah kandungan LHA yang katanya membantu proses eksfoliasi natural kulit, yang walaupun studinya masih sedikit dan masih dipertanyakan seberapa efektif jika dibandingkan dengan AHA tapi tetap saja saya jadi khawatir dan bingung apa sebelumnya saya bisa pakai acid toner, ya. Awalnya saya berpikir bahwa kandungan acid yang terkandung dalam produk ini adalah Salicylic Acid dan pas saya tes pH, ternyata ada pada angka 5. Tapi akhir-akhir ini saya cek ulang pH-nya ternyata di angka 4. Kalau LHA juga membutuhkan pH di antara 2-4 berarti produk ini masih bekerja seperti eksfoliasi, dong? Akhirnya yang saya lakukan adalah mengombinasikan produk ini dengan produk yang mengandung PHA sebagai acid toner saya. Atau jika saya tidak ingin menggunakan acid toner sama sekali maka saya akan menggunakan produk ini.

What do I think of this product? Setelah sebulan memakainya saya bisa melihat bahwa kulit saya terlihat lebih cerah, sedikit. Untuk hidrasi, kandungan alkohol yang agak kencang dan iris extract serta sodium hyaluronate yang sepertinya tidak mendominasi produk ini membuat produk ini kurang memberikan hidrasi buat saya. Tapi mungkin ini malah cocok untuk mereka yang memiliki kulit berminyak? Selain itu saya tidak merasakan perubahan lainnya.