Masalah Jerawat: Atasi Sendiri atau Perlu ke Dokter Kulit?

Ada tiga hal yang paling saya benci di dunia ini: cacing, kecoa, dan jerawat.

Cacing, betapapun bentuknya sangat menjijikan, manfaatnya banyak bagi manusia. Selain menyuburkan tanah, cacing tanah juga biasa digunakan ekstraknya dalam obat-obatan. Sedangkan kecoa, saya baru tahu bahwa kecoa berperan cukup penting dalam menjaga stabilitas ekosistem kita karena mereka membantu memakan limbah dan sisa-sisa organisme yang menumpuk di tanah.

Nah, kalau jerawat? :D

Masalah Jerawat- Atasi Sendiri atau Perlu ke Dokter Kulit? Female Daily 1Gambar dari buzzfeed.com

Saya termasuk orang yang bolak-balik bermasalah dengan jerawat. Berbulan-bulan punya kulit mulus, eh, bisa tuh, suatu hari muncul satu jerawat yang kemudian mengundang “teman-temannya” untuk datang.

Jerawat satu persatu pun muncul, dari yang tadinya hanya ada di sekitar pelipis, kemudian menjalar ke pipi, rahang, dan dagu. Kemudian orang-orang pun bertanya, “Dara kok jerawatan sih sekarang?” Errrrgh… :(

Belajar dari pengalaman, sekarang saya jadi lebih berhati-hati mengobati jerawat. Dulu, saat sedang berjerawat parah, saya pernah melakukan dosa besar dengan “membombardir” kulit saya dengan berbagai macam produk, yang ujung-ujungnya malah membuat kulit saya iritasi dan semakin parah breakout-nya.

Kalau sudah begitu, biasanya saya menyerah, lalu meluncur langsung ke dokter kulit. Tapi sebenarnya bisa kan, sembuh lebih cepat kalau saja saya langsung ke dokter begitu melihat masalahnya dari awal. Dengan begitu, saya jadi nggak gambling dan membuang-buang uang beli produk-produk skincare yang saya pun belum tahu akan ampuh atau tidak.

Karena saya telat menangani jerawatnya, akhirnya ada beberapa spots yang sudah keburu meninggalkan bekas dan butuh waktu berbulan-bulan untuk menghilangkannya. Nah, sebelum kamu menyesal seperti saya, yuk, kita kenali dulu jenis jerawatmu. Bisa diatasi sendiri kah, atau perlu ke dokter kulit? Klik ke halaman berikutnya, ya.

Jenis jerawat yang pertama>>