Mengapa Iklan H&M dengan Model Berhijab Ini Jadi Trending Topic?

Iklan dan kampanye H&M dengan model berhijab ini menjadi trending topic di banyak media internasional sejak awal bulan ini.

Dalam minggu ini, kita bisa melihat banyak sekali media internasional seperti Mirror, Mashable, Huffington Post, CNN, Marie Claire dan masih banyak lagi, yang menyorot seorang hijaber asal London – Mariah Idrissi - menjadi model dalam iklan dan kampanye H&M. Hal ini menjadi headline penting karena H&M adalah perusahaan retail fashion terbesar kedua di dunia, dan ini pertama kalinya H&M mengajak seorang model yang berhijab.

 

hm hijab

 

Dalam video kampanye “Close the Loop ini, Mariah menjadi salah satu sosok yang ditampilkan, di antara banyak figur model lainnya. Bukan model mainstream, karena kampanye ini memang mengangkat keragaman dalam fashion, dengan figur dari beragam nationalities, ras, usia, bentuk tubuh dan “atribut” agama. Sebenarnya menjadi tidak istimewa, karena yang disorot adalah keberagaman so the models featured in this campaign are representing diversity, bukan sebagai wajah yang mewakili H&M.

Tetapi tampaknya bukan itu saja, sosok Mariah dengan hijab ini juga muncul dalam iklan print brand asal Swedia ini, dengan busana dari H&M koleksi Fall 2015. Beberapa media mengatakan ini sebagai langkah bold H&M yang selama ini belum pernah menampilkan model berhijab. Ini menjadi pertanda jelas bahwa sebagai brand fashion terkemuka dunia, H&M mulai menyasar target pasar yang lebih besar, salah satunya muslim atau modestwear. Dengan menampilkan model berhijab pula, H&M mulai menyadari posisi muslim atau modest fashion sebagai bagian atau salah satu dari gaya fashion mainstream yang sudah ada selama ini.

Dan langkah H&M ini bisa bergaung lebih besar dan berefek positif terhadap perkembangan muslim fashion dunia. Jika di London dan sekitarnya, hijab fashion sudah menjadi bagian yang lumrah dan diakui, tetapi di sebagian besar negara eropa lain kenyataannya hijabers masih dipandang sebelah mata. Tidak menjadi sebuah lini yang perlu difasilitasi atau diberi ruang. It always feels like women who wear hijab are ignored when it comes to fashion.

Di banyak negara yang menjadi lokasi store H&M berada, jumlah konsumen muslim terutama hijabers muda terus meningkat, dan banyak di antara mereka yang masih merasa tidak terwakili dan tidak di-cater dalam arus fashion global. Mereka ini adalah konsumen potensial, sehingga iklan H&M ini bukan saja menjadi isu penting, tetapi juga merupakan keputusan bisnis yang tepat.

Langkah signifikan lainnya telah dilakukan oleh Uniqlo, yang mengeluarkan koleksi modest wear pada bulan Ramadhan lalu. Jadi, walaupun sebenarnya kita sudah bisa menemukan banyak sekali artikel hijabers friendly di H&M store, ini bisa jadi langkah selanjutnya bagi H&M dan brand-brand dunia lainnya untuk membuat lini dan koleksi berorientasi muslim/modest wear.