AirAsia Dukung Bakat Muda Lewat Runway Ready Designer Search

Maskapai penerbangan AirAsia baru saja menggelar Grand Final Runway Ready Designer Search di Pavilion Shopping Mall, Kuala Lumpur, Malaysia. Event ini merupakan acara puncak yang menentukan tiga pemenang dari sepuluh finalis AirAsia Runway Ready Designer Search 2015. Seperti apa keseruan acaranya?

Sebagai bentuk dukungan pada talenta-talenta muda, AirAsia untuk yang pertama kalinya menggelar Runway Ready Designer Search 2015. Melalui kompetisi desain yang diikuti oleh pelajar dari berbagai universitas ini, AirAsia ingin membantu mewujudkan impian para desainer muda dan membuka jalan mereka untuk menampilkan koleksinya di Kuala Lumpur Fashion Week Ready To Wear 2016.SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURES

Aireen Omar, CEO AirAsia Berhad, mengatakan, “Mungkin sebagian orang bertanya, mengapa fashion? Jawaban kami adalah, mengapa tidak? AirAsia memiliki rute dan koneksi yang membuat industri fashion semakin mudah untuk melebarkan jaringannya ke berbagai negara, terutama di ASEAN. AirAsia juga memungkinkan para penggerak bidang fashion untuk traveling dan mencari inspirasi dari berbagai macam budaya. Karena itu kami sangat senang telah bekerjasama dengan Kuala Lumpur Fashion Week Ready To Wear dan bisa membuka kesempatan lebar-lebar untuk para desainer muda.”

Terdapat 300 lebih entri yang diterima oleh AirAsia pada awal mula kompetisi ini dan kemudian dipilih hingga menjadi 10 finalis. Menurut Aireen, kriteria yang dipertimbangkan adalah orisinalitas, kreativitas, konsistensi, dan juga bagaimana para desainer muda ini mempresentasikan hasil rancangannya. Dewan juri yang menilai pun merupakan jajaran nama-nama terkenal yang berpengaruh di industri fashion Malaysia yaitu Khairul Abidin, Editor Eh! magazine, desainer Jovian Mandagie, Khoon Hoi, dan founder dari KL Fashion Week itu sendiri yaitu Andrew Tan.

photo1
Pada acara Grand Final kemarin, Lee Bao En dari UCSI University keluar sebagai pemenang utama yang disusul oleh Shazim Hashim dari Universiti Teknologi MARA, dan Ter Mei Ching sebagai juara ketiga dari ESMOD Kuala Lumpur The One Academy. Para juara ini memenangkan return flights ke Tokyo, Hong Kong, dan Sydney sesuai urutan juara mereka dan ditambah 1 laptop Dell serta BIG points dari AirAsia.

Lee Bao En mengatakan bahwa ia terinspirasi dari candi Angkor Wat di Kamboja. Kesan misterius dari candi tersebut ia coba kombinasikan dengan warna-warna netral seperti cokelat, abu-abu, dan putih. Menurut saya sendiri desain Lee Bao En ini memang unik dan berbeda dengan finalis-finalis lainnya. Meskipun inspirasinya datang dari Kamboja, tapi nuansa yang saya dapatkan adalah nuansa Timur Tengah yang kental.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

AirAsia sebagai preferred travel partner dari Kuala Lumpur Fashion Week juga membantu menghadirkan desainer-desainer dari negara tetangga yaitu YE’S dari Cina, Saveus dari Australia, Thomas Wee dari Singapore, dan Mel Ahyar dari Indonesia.

Mel Ahyar sendiri memamerkan koleksi Fall Winter 2015 nya yang berjudul “Samartians”. Koleksi yang terinspirasi dari suku etnik dari Iran ini diinterpretasikan oleh Mel Ahyar lewat warna-warna seperti merah, hijau toska, nude pink dan dikombinasikan dengan bahan-bahan linen dan katun.

Kalau kamu masih penasaran dan ingin melihat jalannya kompetisi AirAsia Runway Ready Designer Search ini dari awal, klik langsung ke akun Youtube AirAsia di sini.