Koleksi Perdana Miranda Mazuki untuk Fashion Indonesia

Satu desainer baru telah “lahir” meramaikan dunia fashion tanah air. Namun, mampukah ia lepas dari bayang-bayang desainer besar kelas dunia, tempatnya magang dahulu?

Perkenalkan Miranda Mazuki, seorang desainer muda yang baru saja kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan fashion dan pengalaman kerjanya di Los Angeles dan New York. Miranda lulus dari Fashion Institute of Design and Merchandising (FIDM) Los Angeles pada 2012, dan setelah itu berkesempatan untuk bekerja paruh waktu di rumah mode Joseph Altuzarra dan Jill Stuart. Sebelum kembali ke Indonesia, Miranda sempat bekerja sebagai asisten desainer pada label Opening Ceremony.

maz9

Dengan pengalaman tersebut, Miranda kembali ke Indonesia dan tidak butuh waktu lama untuk memperkenalkan fashion labelnya sendiri, Mazuki, yang memiliki koleksi baik untuk wanita maupun pria. Mazuki berkomitmen untuk mengedepankan kualitas dan kenyamanan busana dengan perhatian pada detail yang tinggi, tetapi tetap terlihat clean dan simpel. Label ini ingin mengisi gap yang ada saat ini, dengan berfokus pada everyday wear tetapi dengan kualitas material yang diatas rata-rata.

Koleksi perdana Mazuki dengan tema ‘Comfortable Solitude‘, diluncurkan dan dipresentasikan pada pertengahan bulan Maret 2015 di Jakarta. Gejolak emosi serta pencarian jatidiri baik dari┬ásang desainer maupun brand ciptaannya sangat terasa dalam latar belakang dan inspirasi koleksi ini. Comfortable Solitude terinspirasi┬ádari sebuah kesendirian dan ‘pengasingan diri’, yang menciptakan perasaan damai dalam diri sendiri. Menikmati kesendirian dan menemukan kepuasan tanpa pengakuan lingkungan yang ramai, mungkin menjadi sebuah kemewahan, bagi masyarakat urban yang tinggal di perkotaan saat ini.

mazuki1

Dari sisi desain, Mazuki menambah deretan brand yang berkutat dan bereksplorasi dengan nuansa monokrom, terutama hitam dan putih. Mazuki yang mengaku sangat concern dengan kenyamanan sebuah busana, hanya memilih material dengan kualitas yang sangat baik, walaupun akhirnya menjadikan brand ini berkelas premium, dengan harga koleksi yang relatif lebih tinggi untuk pasar busana siap pakai semi casual. Dari keseluruhan koleksi yang dipresentasikan dan dijual secara terbatas pada acara launching, terasa sekali pengaruh kota New York yang individual dengan gaya busana masyarakatnya yang ‘hanya hitam dan putih’.

Apakah konsep yang ditawarkan Mazuki ini akan diterima oleh kaum urban di Jakarta? Kita lihat seiring waktu berjalan. Meanwhile, lets contemplate in these solitude collection below.

maz2 maz3 maz4 maz5 maz7 maz8

(foto: Arselan Ganin)