Langkah Ringan LEKAT yang Kian Memikat

Show perdana Lekat pada Jakarta Fashion Week 2015 ini sudah masuk ke jajaran must-attend show saya sejak lama, terlebih setelah melihat preview koleksinya pada bulan Oktober lalu. Ekspektasi saya akhirnya terpenuhi; melihat show Lekat yang mempunyai daya tarik yang berbeda dibanding koleksi desainer lainnya.

Merancang busana dengan kain tradisional Indonesia, atau dengan sentuhan etnik, sudah dilakukan oleh banyak desainer, yang memang sangat memahami bahwa kekayaan budaya Nusantara layak dan tidak ada habisnya untuk digali. Beberapa dapat menemukan gayanya sendiri, yang menjadi faktor pembeda dengan yang lain. Tetapi banyak juga yang kurang kuat karakternya sehingga dengan cepat akan kita lupakan.

Entah bagaimana Amanda I. Lestari, sang desainer, ‘menggodok’ brand ini, sehingga image brand ini benar-benar sesuai namanya: lekat dalam ingatan. ¬†Saya masih ingat show perdananya yang memperkenalkan brand ini ke publik di panggung Indonesia Fashion Week awal tahun 2014. Kreasi kain tenun dengan gaya yang quirky dan fun, sangat berjiwa muda. Tetapi materialnya masih terasa kaku, dengan garis desain yang belum matang.

1-Lekat resize

Tidak perlu waktu lama, berbagai koleksi yang diluncurkannya sebelum JFW 2015 ini mampu membuat banyak orang melirik dan penasaran. Material kain tenun yang digunakan terlihat berbeda dan punya ciri khas sendiri. Lekat mengemas keseluruhan ide, gagasan, hingga penampilan brand ini menjadi lebih baik. Lekat menceritakan keindahan suku Baduy melalui kerajinan kain tradisionalnya yang sangat eksotis dan membawanya melalui beragam rancangan busana, tas hingga aksesoris.

Lihat koleksi lainnya di halaman selanjutnya.