Battle of the Week: Mythic Oil Vs. Extraordinary Oil

Kalau sebelumnya saya pernah menuliskan tentang L’Oreal Professionnel Mythic Oil dan beberapa alasan kenapa saya menggilainya, ternyata akhir tahun lalu ada produk baru dari little sister L’Oreal Paris bernama Extraordinary Oil atau lebih sering disebut XL Oil yang menjadi pesaing keras produk perawatan rambut kesayangan saya ini.

Sebelum kita mulai Battle of the Week kali ini, kita sedikit nostalgia ke artikel saya Februari tahun lalu yang menjelaskan alasan kenapa saya menyukai Mythic Oil. Pertama karena teksturnya ringan dan tidak membuat rambut saya oily walaupun saya pakai sebagai finishing touch. Kedua, saya memakainya hampir setiap keramas sebagai pengganti conditioner dan hasilnya rambut saya lembut tapi tidak lepek seperti kalau saya memakai conditioner berlebihan. Sudah lama sekali rasanya saya lepas benar-benar dari conditioner sejak memakai Mythic Oil. Hasilnya? Rambut saya terlihat sehat, tidak kering dan frizzy serta mudah diatur.

Nah, bagaimana keduanya jika dibandingkan satu sama lain?

Battle of the week

Ingredients

Mythic Oil mengandung minyak alpukat yang kaya akan essential fatty acids Omega 3, 6 dan 9. Memberikan nutrisi yang diperlukan kulit membuatnya tidak kering dan bersinar sehat.

XL Oil dibuat dari minyak yang diesktraksi dari enam macam bunga. Sama tujuannya, untuk memberikan nutrisi dan perlindungan pada rambut.

Tekstur

Mythic oil memiliki tekstur seperti dry oil, ringan dan cepat kering. Tapi karena ringan, diperlukan sangat sedikit produk untuk rambut jika ingin memakainya sebagai finishing touch ataupun ketika ingin dipakai sebelum blow dry. 

XL Oil memiliki tekstur yang lebih greasy dan berat. Apalagi di tangan, terasa sekali walaupun sudah cuci tangan, masih saja terasa ada semacam lapisan tertinggal di tangan. It must be loaded with silicone ingredients!

Dari tekstur ini sendiri ini kita bisa menyimpulkan:

  1. Karena tekstur Mythic Oil ringan, jadi tidak terasa “berat” apabila dipakai untuk finishing oil.
  2. Sedangkan untuk XL Oil yang terasa lebih greasy, memberikan semacam bantalan antara rambut dan direct heat dari blow drier kalau menurut saya. Hasilnya malah lebih bagus dan glossy ketimbang Mythic Oil kalau dipakai sebelum styling.

Jadi satu sama untuk Mythic Oil dan XL Oil.

Packaging

I will boldly say XL Oil wins! Kenapa? Mythic Oil dengan harga mahal botolnya terbuat dari plastik sedangkan XL Oil dikemas dalam botol kaca. Botol kaca XL Oil terlihat cantik terpampang di meja rias dan tentu saja lebih elegan. Tapi, tentu saja dengan botol kaca ini berarti berat dan riskan dibawa-bawa dalam tas. Jadi ada untungnya juga Mythic Oil botolnya plastik – bisa saya masukkan ke dalam tas tanpa harus khawatir.

Keduanya menggunakan pump dan kira-kira dibutuhkan hanya setengah pump untuk finishing oil, 3 – 4 pumps untuk conditioner, dan sampai dengan 6 pumps untuk masker.

Penggunaan sebagai conditioner dan masker

Salah satu alasan saya menyukai oil adalah karena saya bisa memakainya untuk kondisioner atau masker rambut. Dan dengan mengganti kondisioner saya dengan oil, rambut saya terasa lebih ringan dan tidak frizzy. Jadi ini adalah deciding factor terbesar untuk saya dalam menentukan pemenang Battle of the Week.

Untuk Mythic Oil, saya memakai sampai dengan 5 pumps dari ujung rambut hingga setengah rambut saya – tidak sampai ke akar. Sedikit saya tambahkan untuk bagian poni, biar mudah diatur. Biasanya saya tinggalkan selama 15 menit agar terserap sempurna. Pernah saya mencoba hanya memakainya 5 menit dan hasilnya malah tidak maksimal. Setelah dibiarkan selama 15 menit, rambut saya cuci dan tidak memakai kondisioner lagi sesudahnya. Saya suka sekali hasilnya, rambut saya walaupun kering dengan sendirinya tidak terlihat frizzy. Sepertinya produk ini benar-benar menutrisi rambut saya.

Kalau rambut saya sedang tidak sehat, saya akan memakainya sebagai masker rambut, dengan kuantitas sedikit lebih banyak, sekitar satu atau dua pump tambahan sampai agak dekat ke akar rambut. Lebih enak lagi kalau sambil ditutup handuk hangat rambutnya. Biarkan selama 30 menit. Rambut yang tadinya frizzy langsung gampang diatur lagi.

Bagaimana dengan XL Oil? Saya hanya perlu sekitar 4 pumps dengan cara pemakaian sama. Tapi bedanya 3 – 5 menit saja sudah cukup. Apabila saya bilas, rambut saya hasilnya akan kurang lebih sama kalau saya memakai Mythic Oil. Bedanya adalah saya harus mencuci rambut saya dua kali jika menggunakan XL Oil, atau kalau tidak masih terasa greasy. Pertama saya sampokan rambut bagian bawah dan dibilas. Baru kemudian sampo dipakaikan sampai akar rambut dan dibilas. Nah, sepertinya XL Oil ini bisa membuat rambut terlihat glossy dan mudah diatur dengan meninggalkan lapisan di sekeliling rambut kita. Tidak seperti Mythic Oil, saya merasa semuanya hanya di permukaan saja. Sehingga untuk kondisioner saya lebih memilih XL Oil karena lebih ringkas. Tambahan lagi, kalau dengan XL Oil, rambut tidak bisa didiamkan kering begitu saja, lebih baik di keringkan dengan hair drier biar hasilnya lebih rapi.

So for mask I opt for Mythic Oil and for conditioner I choose XL Oil.

Harga

Mythic Oil Rp 175.000 dan XL Oil Rp 69.000

The Verdict

Semua tergantung kebutuhan. Saya sih punya dua-duanya. Berikut ringkasnya:

  1. Pilih Mythic Oil jika ingin digunakan untuk finishing oil atau hair mask.
  2. Pilih XL Oil jika lebih banyak digunakan untuk styling atau conditioner.

Until the next Battle of the Week!