How to Store & Use Your Skincare Products the Right Way

Lamanya produk perawatan wajah bisa bertahan, tidak hanya bergantung dari expiry date atau kadaluarsa setelah produk dibuka yang tertera pada produk. Tapi faktor-faktor seperti bagaimana menyimpannya dan pemakaian juga bisa memengaruhi kualitas produk tersebut. Jangan-jangan breakout yang Anda alami bukan disebabkan oleh produk yang tidak cocok akan tetapi karena produk perawatan wajah yang sudah tidak layak pakai. The horror! Makanya, walaupun hal tersebut sudah pernah saya bahas, tapi ‘perawatan’ produk yang baik sama pentingnya dengan produk itu sendiri, oleh karena itu saya tidak bosan-bosan berbagi kiat seputaran hal ini.

Ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memastikan bahwa produk perawatan wajah Anda bertahan lama dan tidak cepat rusak:

1. Always check the expiry date and know the period after opening! Biasanya produk perawatan wajah memiliki use by date dan selama produk tersebut belum dibuka dan juga disimpan dalam kondisi yang dianjurkan, maka produk tersebut masih dalam kondisi bagus. Akan tetapi begitu produk tersebut dibuka maka udara akan menyebabkan oksidasi terhadap produk sedikit demi sedikit dan juga risiko terkontaminasi bakteri pun menjadi besar. Oleh karena itu, biasanya saya mengacu pada panduan bahwa produk perawatan wajah kebanyakan hanya bertahan 6-18 bulan. Semakin airtight packaging dari sebuah produk, maka akan lebih lama pula produk tersebut bisa bertahan. Contohnya produk SK-II Whitening Source Derm Brightener saya ini, karena kemasannya yang airtight maka saya bisa memakainya sampai 18 bulan ke depan – itupun kalau belum habis saya pakai setiap hari. Sedangkan, di sisi lain untuk pelembap dengan jar packaging biasa, saya hanya memakainya sampai 12 bulan maksimal. Produk dengan bahan dasar air – seperti contohnya serum – akan lebih cepat masa pakainya setelah dibuka, tergantung dengan kandungan bisa 1-6 bulan.

2. Tuliskan tanggal Anda membuka produk tersebut. Untuk memudahkan kita dalam mengingat sudah berapa lama kita membuka produk tersebut, bisa menuliskan dengan spidol atau menempelkan stiker tanggal pertama kali kita memakai produk tersebut. Contohnya di produk biasanya saya pasang label dengan menuliskan 15042013/18 – artinya, saya membuka produk tersebut pertawa kali tanggal 15 April 2013 dan masa berlakunya kira-kira 18 bulan.

3. Simpan produk di tempat yang terhindar dari matahari, lembap dan panas. Produk yang mengandung kandungan aktif seperti antioksidan, retinoid dan juga Vitamin C akan mengalami degradasi yang cepat apabila disimpan di tempat seperti ini. Dan juga, tempat yang lembap adalah sarang bakteri.

4. Jangan pernah mencelupkan jari Anda langsung ke dalam produk! Lagi-lagi produk yang memiliki bahan kandungan aktif akan lebih mudah terkontaminasi dan begitu juga dengan produk lainnya. Jari Anda akan dengan mudahnya mentransfer bakteri yang ada di jari Anda ke produk di dalam botol. So it’s a big no no! Biasanya saya menggunakan spatula atau cotton bud untuk mengambil produk di dalam botol. Dalam penggunaan spatula pun jangan lupa untuk membersihkannya dengan tisu atau kapas setiap habis memakainya.

5. Keep it clean! Biasanya karena sering dibuka dan ditutup, di leher botol produk banyak terdapat sisa-sisa produk yang mengering dan terkadang malah tidak sengaja jatuh ke dalam produknya. Nah, ini juga yang bisa mencemari produk dalam kondisi bagus. Biasanya sekali-sekali saya akan mengelap leher botol dengan kapas untuk menjaga produk agar tetap bersih.

It’s only five simple things to do, akan tetapi bisa membantu produk perawatan wajah Anda untuk bertahan lama dalam kondisi prima. Kalau ada kiat lainnya, jangan lupa berbagi di kolom komentar di bawah ini.

 

 

  • Ayuwls Respati

    info yang menarik, tak pernah terpikir selama ini…terima kasih

  • misslie

    selama ini kalo nyolek produk kecantikan slalu pake jari. Info nya ngebantu bgt Thanks :)

  • deszell

    Glad that this article is useful for you girls :)

  • Pingback: "Crimes" Against Beauty Products - Female Daily