Cat Kuku Halal, Benarkah Ada?

 

Isu cat kuku ‘halal’ ini muncul sejak pertengahan tahun lalu, saat Inglot Cosmetics -merek asal Polandia- meluncurkan produk barunya yang diberi nama O2M. Disebut sebagai breathable nail enamel, karena cat kuku ini memungkinkan oksigen dan ‘air’ bisa menembus lapisannya.

Pun tidak ada klaim dan kepentingan ‘halal’ dalam peluncuran cat kuku ini. Inglot Cosmetics membuat terobosan ini bagi wanita yang memiliki kebutuhan untuk menggunakan cat kuku lebih sering dari biasanya, karena sebenarnya tidak sehat untuk menggunakan cat kuku biasa yang kedap udara dan air secara terus menerus setiap saat.

Banyak yang menyambut gembira karena lapisan yang tembus udara dan air, artinya cat kuku ini bisa digunakan untuk berwudhu (pendapat umum, tidak sah wudhu seseorang kalau menggunakan cat kuku biasa karena air tidak bisa tembus ke kuku) sehingga wanita muslim pun bisa menggunakannya setiap saat.

Seorang blogger mencoba untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, dengan meminta informasi langsung kepada Inglot Cosmetic. Faktanya, secara ilmiah, benar bahwa UAP air bisa menyerap kedalam lapisan O2M, tapi ‘butiran’ air tidak bisa menetes melaluinya. Seorang muslim scholar, Mustafa Umar mencoba mengetes langsung dengan mengoleskan O2M pada kertas penyaring kopi. Setelah cat kuku kering, dia meletakkan kertas penyaring kedua dibawahnya, dan mulai meneteskan dan mengoleskan air pada O2M yang telah kering. Dalam beberapa detik air memang terserap dan membasahi kertas penyaring kedua.

 

Dalam kesimpulannya dia menyatakan bahwa jelas lapisan kuku yang memakai O2M bisa lembab oleh air, dan bisa digunakan untuk berwudhu, dan lebih baik lagi bila dibasahi lebih lama untuk memastikan terbasuhnya lapisan kuku. Namun tentu saja hal ini masih diperlukan kajian yang lebih lanjut dari segi fiqih. Meanwhile, menurut saya ini adalah sinyal yang baik untuk terobosan yang lebih maju lagi dalam menjawab kebutuhan akan kosmetik halal.

 

 

 

 

 

 

 

(gambar dari Inglot cosmetics)

  • http://femaledaily.com/member.php?username=carlyruthie carly ruthie

    wah finally ada cat kuku yg halal, jd bs pake setiap saat dan ga cuma pas dapet doang. Tp ini blm officially halal ya?

  • http://femaledaily.com/member.php?username=ketupatkartini ketupatkartini

    belum officially halal carly, kayanya si Inglot ga mau repot2 untuk mendaftarkannya untuk mendapatkan sertifikasi halal, yang sebenarnya banyak lembaganya, kl di UK ato US.
    jadi dia hanya mengklaim ‘status halal’ itu dalam FB-nya, berdasarkan ‘sinyal hijau’ dari muslim scholar diatas

  • http://femaledaily.com/member.php?username=Gie_Dazzling Gie_Dazzling

    Mudah2an beneer2 terbukti dan officially distempel ‘halal’ segeraa yaaa..krn ini bener2 berita yg sgt menggembirakan buat para muslim pencinta cat kuku yg selalu bermimpi bsa pakai cat kuku tiap hari…amiiin

    • http://twitter.com/AgnesTaftazani Agnes just Agnes

      yuuup……..semoga secepatnya ada di indonesia

  • http://femaledaily.com/member.php?username=vickaena vickaena

    di indonesia bisa beli dimana nih :)..

    • http://femaledaily.com/member.php?username=berrynice berrynice

      Koq kayaknya gak cocok ya dinamakan “halal”? karena kesannya cat kuku lain adalah haram. Padahal banyak muslimah yang menggunakan cat kuku pada saat datang bulan, yang berarti tidak haram.

      Mungkin cocoknya disebut “wudhu friendly” atau “wudhu compatible” nail polish? hehe… karena yang jadi issue cat kuku ini kan keabsahan wudhu :) Just my 2 cents sih, gak penting hehehe

    • Ratu Kutek

      setauku ada di http://www.ratukutek.com

  • http://femaledaily.com/member.php?username=ketupatkartini ketupatkartini

    Berrynice, persiss spt itu, jd emang hrsnya halal dikasi tanda kutip, krn maksudnya halal=boleh dipake wudhu.
    Makasiih masukannya yaaa ;)

  • http://femaledaily.com/member.php?username=purple-addict purple-addict

    Menarik. ^^

    Tapi yang menjadi concern halal atau tidak halalnya sebuah produk bukan hanya masalah dia bisa tembus air atau tidak ketika dipakai berwudhu. Ingridients-nya jauh lebih penting. Misalnya saja kalau cat kuku itu mengandung bahan dari hewan yang tidak halal.

    Masalahnya lagi, cat kuku tembus air wudhu, menurut saya sama seperti membasuh rambut (ketika wudhu) tapi dengan keadaan kepala masih terbungkus jilbab. Jadi yang dibasahi jilbabnya, bukan rambutnya. Itu tetep gak sah (kecuali dalam keadaan super kepepet seperti perjalanan jauh dimana tayamum bisa dilakukan bahkan dengan men-skip kaki dan langsung saja menyapu debu ke sepatu). Tapi untuk ini pun syaratnya harus terpenuhi: lama dan jauh perjalanan, ketersediaan air, dan sebagainya.).

    Saya pikir penetapan halal/tidak halal cat kuku ini masih debatable. Kita gak bisa terburu-buru mengatakan ini halal hanya karena tembus air.

    Tapi sekali lagi, ini menarik. ^^

  • Pingback: Newest Makeup Obsession: Inglot Cosmetics | Indonesian Fashion Spot!