Keanggunan Busana Nasional Bersama Himpunan Ratna Busana

Menggali budaya Indonesia melalui kain tradisional, yang dicipta menjadi busana kontemporer dan modern, semakin jamak kita lihat dan kita gunakan sehari-hari. Nah, bagaimana dengan busana nasional yang ‘satu paket’, yang terdiri dari baju atasan, kain/wastra dan selendang?

Himpunan Ratna Busana (HRB), mengangkat dan mencoba menyebarluaskan inspirasi busana nasional ini melalui peragaan busana beberapa waktu lalu bertajuk ’5 Windu Bhakti Himpunan Ratna Busana: Padu Padan Lintas Kepulauan’ dan ‘Penggalangan Dana Peduli Sesama: Deteksi Kanker Payudara’. Digagas oleh para ibu senior yang tergabung dalam HRB, dan juga didukung oleh para ibu yang tergabung dalam SIKIB, menghadirkan sebuah acara yang luar biasa dan sangat inspiratif, dan jujur, melebihi ekspektasi saya akan acara ini.

These are some points I’d like to share:

  1. HRB ini adalah organisasi non-profit yang berdedikasi pada pelestarian busana tradisional Indonesia. Bersama pemerintah dan beberapa desainer senior, merekalah yang menyusun pakem busana nasional Indonesia! Yang dimaksud busana nasional resmi di sini adalah busana yang dipakai dalam acara kenegaraan resmi di dalam negeri, dan busana yang dipakai oleh duta besar Indonesia untuk menghadiri acara resmi di luar negeri, untuk mewakili ‘wajah’ Indonesia.
  2. Secara sederhana, pakem tersebut antara lain menjelaskan busana nasional yang terdiri atas 3 potong, yaitu baju, kain dan selendang. Baju atasan yang dipakai adalah baju kebaya (dengan beberapa model kebaya), baju kurung, baju bodo, atau modifikasinya, dan berlengan panjang. Kain yang digunakan pun panjang, sampai dengan mata kaki. Dan, memakai sanggul :) Tentu saja penyesuaian dan modifikasi pakem busana nasional ini sah-sah saja dilakukan, namun yang penting adalah jangan sampai kehilangan identitas bangsa dalam busana tersebut.
  3.  

  4. HRB juga ingin mengedukasi masyarakat luas, agar terus mengeksplorasi kekayaan wastra/kain nusantara yang sangat kaya coraknya, dan beragam jenisnya. Jangan ragu untuk memadukan kain dengan baju tradisional yang kita miliki. Baju Bodo atau Baju La’bu dari Sulawesi bisa kita padankan dengan kain dari Palembang, dan selendang dari Sumatra Utara. Kebaya Kartini bisa kita padukan dengan kain tenun Nusa Tenggara.
  5.  

    baju kurung aceh yang dipadu dengan kain batik jogja

  6. Istilah Baju La’bu juga baru saya ketahui dalam acara tersebut. Baju La’bu adalah modifikasi dari Baju Bodo. Bila Baju Bodo aslinya memakai bahan yang transparan dan pendek (dikaitkan pada bagian atas sarung), maka Baju La’bu ini memakai bahan yang lebih tebal sehingga tidak transparan, dan lebih panjang.
  7. Dalam peragaan busana ini, HRB mengajak beberapa desainer untuk merancang baju nasional yang bisa disesuaikan dengan koleksi kain yang dimiliki oleh HRB. Dan hasilnya sungguh luar biasa! Perpaduan yang sangat cantik! Saya sungguh terinspirasi untuk mengenakan dua kain yang ditumpuk, atau selendang yang digunakan ditumpuk di atas kain.

Yang lebih istimewa lagi, model-model yang memperagakan seluruh busana adalah bukan model profesional, melainkan ibu-ibu SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu), anggota HRB, survivor kanker payudara dan beberapa selebritas. And look how beautiful and elegant they were in Indonesian heritage.

 

 

 

(foto oleh Ade Oyot)