How Kami Idea Survives the Tie Dye Image

Banyak dari kita, terutama hijabers, akan mengkaitkan nama Kami Idea dengan image tie dye, terutama shawl tie dye-nya yang sangat iconic dan luar biasa masif penyebarannya. Dalam sebulan Kami Idea bisa menjual ribuan lembar shawl tie dye, melalui jalur reseller di seluruh Indonesia.

Dalam fashion muslim round-up tahun lalu, Kami Idea adalah salah satu trendsetter dan leader dari emerging brand muslim fashion Indonesia. Memulai bisnis pada tahun 2009 dengan lini aksesori unik, brand yang didirikan oleh 3 sahabat ini – Nadya Karina, Istafiana Candarini dan Afina Candarini- mulai membuat shawl dan fashion item dengan teknik tie dye pada tahun 2010.

Fashion trend fades, only style remains. Motif tie dye pada kaus sudah tidak seheboh tahun lalu. Kami Idea pun melakukan diversifikasi produk melalui berbagai teknik. Dan saat melihat beberapa produk baru mereka, tercetus rasa ingin tahu bagaimana proses diversifikasi produk mereka.

Berikut obrolan lebih lanjut dengan Kami Idea.

 

Saat ini tie dye sudah tidak se’heboh’ tahun lalu, bagaimana Kami Idea menyikapi hal tersebut?

Kami sudah menyadari bahwa suatu saat trend tie-dye lambat laun akan menyusut. Namun tidak bisa Kami pungkiri bahwa tie-dye sudah menjadi “image” Kami. Banyak hal yang bisa Kami lakukan melalui teknik tie-dye. Bisa dengan menggunakan bahan pewarna yang lain dari yang biasa Kami pakai, bisa dengan mengganti bahan kain, karena dulu Kami selalu menggunakan bahan kaus. Kami berpikir dengan adanya image tersebut bukan berarti Kami membatasi diri untuk tidak berkreasi dengan teknik/bahan lain sementara kekayaan budaya kita amat sangat besar. Jadi tie-dye Kami pasti akan ada terus dengan perkembangannya, namun Kami juga akan berkreasi mendesain yang lain.

so tie dye lovers, worry not and expect something more unique from Kami Idea :)

Salah satu diversifikasi produk dari Kami Idea, adalah busana berbahan denim, yang dipadukan dengan unsur lain seperti sifon dan paris, selain masih mempertahankan produk berbahan kaus. Sama dengan produk-produk Kami Idea sebelumnya, koleksi baru ini juga mempunyai statement yang jelas, dan bisa dibedakan dari lainnya. Kesan yang saya dapat adalah, fresh and more lively!


Koleksi fashion baru Kami Idea sangat segar, dari segi bahan, warna, dan desain. Sangat berbeda dibanding yang lain, namun tetap dengan ciri khas Kami Idea. bagaimana menjaga konsistensi tersebut?

Kuncinya adalah dengan menjadi diri sendiri. Know your identity, know your market and keep up with the trend.

Untuk koleksi baru ini, Kami Idea juga menggunakan teknik batik cap dengan ragam motif yang sangat menarik, bagaimana eksplorasi pattern dan teknik batik tersebut?

Sebenarnya teknik batik muncul sebagai perkembangan dari teknik tie-dye. Keduanya adalah teknik mewarnai kain, mengapa tidak dicoba. bukan tidak mungkin untuk kedepannya Kami akan mencoba teknik lain. Untuk motif, Kami sengaja mendesain motif sendiri dan sengaja tidak ‘bergaya’ batik, malah cenderung modern. Warna soft juga menjadi andalan Kami. Eksplorasinya bukan hanya motif Nusantara, tapi juga Mancanegara.

Bagaimana sebenarnya style produk-produk fashion Kami Idea?

Kami ingin menciptakan sebuah fashion retail yang lebih dari sekedar clothing. Lebih kepada manner, solusi, dan ekspresi dari fungsionalitas pakaian dan aksesori untuk menunjukkan personality seseorang. Selain itu, Kami juga ingin membawa image tradisional, rustic, tetapi tetap modern, smart dan casual.

Siapa saja segmen pasar produk Kami Idea?

Produk Kami Idea semuanya disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia, sehingga bisa untuk semua perempuan Indonesia, terutama hijabers yang berusia antara 20 sampai 30-an tahun. Selain itu, Kami juga mempunyai lini anak-anak, antara lain casual dress, tops, outers, shawl, dan aksesori.

Selain melalui webstore kamiidea.com, apakah Kami masih menggunakan jalur reseller? Saat ini ada berapa reseller?

Alhamdulillah reseller Kami masih jalan. Di situs itu sendiri reseller bisa mengakses dengan kode tertentu dan langsung mendapat diskon reseller, jadi reseller bisa beli langsung di situs. Sekarang ada kurang lebih 30 reseller. Tidak semua reseller memiliki produk lengkap Kami, ada beberapa reseller yg memilih paket inner dan shawl saja.

 

Nah, setelah membaca interview dengan Kami Idea, kami yakin bahwa pilihan kami untuk memasukkan brand ini ke dalam fashion round-up tahun lalu memang tidak salah.