Road to JFW 2011: Mazda presents Young Vibrant Designers

Sungguh tidak terasa, perhelatan mode akbar Jakarta Fashion Week 2011 akan hadir sebentar lagi, tepatnya pada 12-18 November 2011. Less than three weeks, people! Kami selalu menantikan ‘rasa’ baru dari Jakarta Fashion Week setiap tahunnya, tetapi ada beberapa hal yang tidak berubah. Salah satunya adalah Mazda presents Young  Vibrant Designers, sebuah fashion show kolaborasi antara Jakarta Fashion Week dengan Mazda,  menampilkan karya-karya para desainer muda berbakat Indonesia.

Melihat nama-nama seperti Stella Rissa, Mel Ahyar, Anastasia Hoeng, kualitas ‘jebolan’ Mazda presents Young Vibrant Designers tidak perlu diragukan. Terbukti pengakuan dan karir mereka berkembang pesat setelah terlibat dalam acara tersebut pada tahun-tahun yang lalu. Apakah Kleting Wigati, Imelda Kartini, dan Danny Satriadi yang terpilih tahun ini akan mencapai kesuksesan yang sama?

Untuk tahu lebih dalam soal event khusus ini, simak obrolan bersama Creative Director tim inti Jakarta Fashion Week, Diaz Parzada.

Mungkin masih ada yang bertanya-tanya, apa korelasi antara Jakarta Fashion Week (JFW) dengan Mazda?

Salah satu tujuan JFW adalah mengikutsertakan para desainer muda—yang kami anggap memang sangat baik—ke dalam JFW. Tujuannya agar mereka bisa mendapatkan akses dan kesempatan untuk karyanya dilihat industri fashion di seluruh dunia, dan memberikan exposure yang mereka butuhkan.

Kami mengerti sekali, banyak dari mereka belum kuat secara finansial untuk membuat fashion show sendiri, apalagi mengumpulkan exposure seperti yang didapat JFW. Maka dari itu, kami selalu memiliki sponsorship programme, yaitu fashion show yang didanai oleh partner-partner kami. Dan salah satu partner sejak kami awal berdirinya JFW adalah Mazda.

Dukungan Mazda kepada JFW sendiri sejalan dengan brand Mazda yang mengedepankan aspek desain. Kami juga merasa Mazda adalah brand yang sangat dinamis, vibrant, berkualitas tinggi, dan mempunyai tagline zoom, zoom, istilah mereka untuk emotion in motion.

Hasilnya? Dari tahun ke tahun, Mazda presents Young and Vibrant Designers adalah show yang paling ditunggu-tunggu dan diulas oleh para media, bloggers, bahkan designers community, karena kami selalu give that little extra something dalam show tersebut.

Tahun lalu, para desainer muda yang terpilih membuat rancangan berdasarkan personality brand Mazda yaitu stylish, spirited, dan insightful. Apakah tahun ini para desainer juga diberikan tema khusus?

Acaranya sendiri sih selalu konsisten, yaitu Mazda Young and Vibrant Designers. Sementara tema besar tahun ini adalah KODO, yang bermakna ‘soul of motion’.  Sebuah encaptured soul of motion, sehingga unsur yang diutamakan adalah pergerakan, movement, membuat hasil desain terlihat lebih dinamis.

Tetapi hal ini sebenernya dua arah. Selain menetapkan tema kepada para desainer, sejak awal kami juga mencari desainer yang DNA-nya sudah mirip dengan apa yang ingin ditampilkan oleh Mazda.

Contoh, Kleting akan menampilkan sebuah desain yang terinspirasi dari mobil Mazda 2. Tapi gaya desain Kleting sendiri ‘kan memang sudah sesuai karakter Mazda 2. Very urban, very chic. Jadi dia nggak perlu bikin banyak penyesuaian. Saat kami mepresentasikan koleksi Spring / Summer 2012 KLE kepada Mazda, pihak Mazda pun setuju bahwa ini Mazda 2 banget.

Contoh lain, Denny Satriadi. He’s very elegant, tapi selalu punya sentuhan-sentuhan maskulin. Entah dengan buckle-lah, structured shoulders-lah, gaun dengan detail skrup-lah. Jadi ketika Mazda bilang mau meluncurkan Mazda MX-5 yang maskulin, aku langsung kepikiran Danny Satriadi. Dan betul, sewaktu dia mempresentasikan karyanya, everybody [at Mazda] was so amazed with his feminine silhouettes, yet with masculine touches.

Sementara mobil Mazda 8 itu ‘kan besar, elegan, lebih ladylike, dan mewakili perempuan yang mapan dan ingin ruang yang leluasa. Maka desain Imelda Kartini yang besar-besar, lebar-lebar, extravagant, serta ultra-feminine bisa mewakili hal tersebut.

Selain bisa mewakili spirit Mazda, apa lagi dasar pemilihan para desainer untuk show ini?

Aku selalu mencari desainer yang menggarap karyanya dengan detail, lalu hasil desainnya harus mempunyai makna dan fungsi. Aku nggak mau desain yang nggak meaningful, nggak functioning. And I’m really looking for a designer, not a stylist. Ada orang-orang yang… well, maybe they call themselves designers, tetapi mereka sebenernya stylist. Siluet bajunya biasa, lalu mereka main tumpuk-tumpuk dekoratif. The result can be amazing, but I’m not looking for that. Aku mencari kekuatan pola yang jelas dan ada proses desain.

Aku juga nyari desainer yang sudah ‘jadi’, bukan desainer yang baru mulai.

Kleting, Danny, dan Imelda bukanlah wajah-wajah baru di fashion week, tapi apa harapan Dias untuk mereka setelah mengikuti JFW tahun ini?

Tentu saja, aku ingin mereka menjadi jauh lebih sukses, lebih terkenal, dan bisa bikin desain yang lebih macem-macem. I tend to find gems, not necessarily undiscovered ones, tapi yang terpenting aku pengen mengenalkan para desainer muda ini ke masyarakat yang lebih luas lagi.

Dan kalau mereka bisa sampai terpilih oleh institusi-institusi fashion diluar JFW, we’ll also be very, very proud.

 

Photos sources of Imelda Kartini, Kleting Wigati, and Danny Satriadi: Jakarta Fashion Blog, Zimbio, Jakarta Fashion Week