Singapore Welcomes H&M!

Ladies, prepare your engine for H&M shopping-frenzy in Singapore!

Bulan ini H&M resmi dibuka di Singapura. Judulnya masih di luar negeri, sih, tapi setidaknya jarak tempuhnya sudah memendek sekian jam dibandingkan ke Jepang, Amerika, atau negara-negara Eropa. That’s good news, right?

Bagi yang kurang familiar dengan H&M, mungkin heran, merk ini apa spesialnya, sih?

H&M adalah salah satu high-street fashion label asal Swedia yang bersifat fast-fashion. Artinya, mereka mempunyai target untuk membawa tren runway terbaru ke masyarakat secepat mungkin. Konsep ini dianut oleh merk-merk seperti Forever21 atau TopShop yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia.

What’s so special about them? Well, yang paling utama, kita bisa menemukan apa saja di H&M, mulai dari pakaian sehari-hari, pakaian pesta, pakaian hamil, sepatu, aksesoris, sampai beauty products dengan model yang sangat variatif. H&M memang mempunyai komitmen kuat untuk menghadirkan desain terbaik dan sering bekerjasama dengan desainer ternama seperti Karl Lagerfeld, Roberto Cavalli, dan Stella McCartney. Tapi yang paling menyenangkan, koleksi H&M selalu dihadirkan dengan harga sangat terjangkau, bahkan relatif paling murah dibandingkan para high-street fashion labels pesaing.

Lanvin for H&M

Karl Lagerfeld for H&M

Tanggal 3 September 2011 lalu, lebih dari 1,500 orang mengantri di depan flagship store H&M pertama di Asia Tenggara, tepatnya di Orchard Building, Singapura. Saking gigihnya, para penggemar sampai menghiraukan hujan yang turun selama 40 menit, lho. Alhasil, 2,000 payung dan 5,000 botol air mineral dibagikan oleh staf H&M.

Tak sia-sia perjuangan mereka, yang beberapa sudah mengantre sejak 2 September siang (!!), karena mereka berhak mendapatkan voucher belanja sebesar $250 untuk lima pengantre pertama, $100 untuk sepuluh pengantre berikutnya, dan $20 untuk 300 pengantre berikutnya.

Ketika akhirnya toko dibuka pada pukul 11 siang, pengunjung dapat memuaskan diri di tiga lantai toko H&M Singapura seluas 3,000 meter persegi. Semua produk ditata dengan seru, menyatu keren dengan interior yang edgy.

Meski Asia Tenggara tidak punya empat musim, koleksi yang ditampilkan H&M Singapura saat ini tetaplah tren Fall/Winter, dengan ciri khas gaya tahun 70an, celana lebar, blus rajut, plaid, aksesoris kulit, dalam warna-warna seputar coklat, burgundy, dan krem. Semua dibanderol dengan harga rata-rata dibawah SGD100.

Antusiasme terhadap H&M Singapura mungkin akan bertahan sampai 1-2 bulan ke depan, apalagi dengan akan datangnya Versace for H&M pada bulan November. Setelah itu, keadaan diperkirakan akan kembali normal, dan H&M ‘hanya’ menjadi salah satu pilihan dari sekian banyak merk high-street fashion di Singapura.

Siap-siap lepas (atau pasang?) gembok dompet, nih. Happy shopping!

PS. Oya, apakah kalian setuju seandainya H&M buka di Jakarta? Mungkin ada yang setuju, mungkin ada yang tidak dengan berbagai alasan. Share your thoughts!

 

Photo Credits: AsiaOne and H&M