Interview with Yongki Budisutisna

Yongki Budisutisna, mulai berkarir di industri fashion Indonesia setelah memenangkan Indonesia Young Designer Contest di tahun 1995. Kemudian Yongki diundang untuk bergabung di Ikatan Perancang Mode Indonesia –  IPMI.

Di tengah kesibukannya, ia menyempatkan diri untuk mengobrol sebentar dengan saya :) Let’s get to know him better!

Dulu tertarik pada desain awalnya gimana?

Hobby menggambar dan berimajinasi tentang bagaimana sebentuk kain bisa menjadi karya nan cantik, hal tersebut berawal dari butik ortu, dimana tempat tersebut menjadi playgroundturning point saat melihat sketsa para finalis lomba design mode di salah satu majalah mode dan rasa ketertarikan untuk mengolah lebih dalam berupa sketsa yang lahir dari imajinasi.

Selain sibuk mempersiapkan koleksi ready to wear, sekarang lagi ngerjain apa?

Pesanan gaun pengantin dan kebaya pengantin, serta evening gown, karena pesanan biasanya berupa gaun dan kebaya yang menyeluruh sekeluarga.

Idenya dari mana sih? Kok bisa aja mengkreasikan desain-desain kayak gitu?

Banyak, bisa dari sekitar kita, semuanya sumber inspirasi, baik berupa lengkung atau konstruksi paling aneh sekalipun bisa menjadi inspirasi dalam mendesain, termasuk situasi politik di Indonesia.

Jakarta Fashion Week 2010/2011

Idealisme dan selera pasar, bagaimana cara Yongki menyiasatinya?

Berbicara idealisme memang tidak bisa selaras dengan selera pasar, jadi tergantung sudut pandang kita untuk mencapai target tertentu bisa mengadaptasinya. Koleksi untuk show berupa idealisme, selera pasar diselaraskan dengan detail konstruksi ciri khas label Yongki Budisutisna.

Untuk bahan bakunya sendiri, suka pakai kain buatan lokal atau impor?

Kalau bisa jujur, lebih mencintai produk lokal, tapi karena keterbatasan pilihan, maka bisa diolah juga dari gabungan kedua materi baik dari dalam negeri maupun dari pasar international.

Kalau misalnya, dikasih budget gak terbatas untuk sebuah gaun pengantin, bakal merealisasikan ide yang gimana sih?

Clean cut, full of detail, full of diamond, classic look, tidak terpaku dengan potongan ballgown, yang terpenting elegan.

3 kata untuk menggambarkan rancangan Yongki

Beautiful-Detailed, Gorgeous, Fun

Bagaimana mengakomodir keinginan client dalam hal budget?

Budget memang menjadi acuan ukur dalam berkarya, hal yang menuntut kreatifitas tinggi memang selalu bersinggungan dengan alokasi budget tertentu, hal tersebut bukan kendala, karena justru disitulah tantangannya, memang selalu ada yang namanya minimal budget dalam berkarya, kita berkarya dari area budget tersebut.

Desain gaun favorit sepanjang masa?

Wedding Gown-nya Grace Kelly. Cantik semuanya, gaunnya cantik sekali, pengantinnya juga :) really love it.

jfff04

Tales from Heaven, karya Yongki Budisutisna

image: sketches Yongki Budisutisna