JFW 10/11 Day 6: Merekam Jejak Sukses Para Desainer Mapan

Sehari menjelang berakhirnya Jakarta Fashion Week 2010/2011, panggung JFW masih menyimpan pertunjukkan andalan dari percancang-perancang berkelas.

Pada hari ke-enam ini panggung di area fashion tent akan kembali benderang oleh show Majalah PESONA yang menampilkan Stephanus Hammy. Perancang yang dari tahun ke tahun rajin menjadi tamu JFW ini akan menyodorkan koleksi yang diwarnai kain-kain dari Indonesia Timur.

Sedang acara di panggung promenade akan dibuka oleh tampilan dari para tenant di Pacific Place, yang kali ini adalah MANGO, Bebe, dan Evita Peroni. MANGO akan menampilkan koleksi yang didominasi warna-warna natural pale, terakota, dan kecoklatan, berlatar back to 70’. Sedang Bebe dengan gaya seksi glamor –nya menghadirkan koleksi musim gugur – dingin lewat dandanan wanita yang ‘dingin’ dalam nuansa warna-warna pucat. Aksesori dari Evita Peroni akan melengkapi pertunjukkan ini.

Sementara itu co-sponsor JFW 2010/2011 Mazda kembali menggelar Mazda Young Vibrant Designers. Kali ini menggandeng tiga perancang muda yang inovatif. Mereka adalah Anastasia Hoeng, Steven Huang, dan Zacky Gafiki. Rancangan Zacky, jebolan Lomba Perancang Mode 2007, yang bergaris asimetris, model tumpuk, tampak rumit tapi sekaligus asyik, selama ini telah menjadi favorit para editor mode. Anastasia merupakan pemilik label Pettifogr yang pelanggan setianya beredar di Jakarta hingga Singapura. Begitu pun Steven Huang dengan gaun-gaun feminin – modern.

Sekali lagi rangkaian busana muslim akan tampil dengan peragaan dari UP2DATE, kali ini bertema Replayshion. Akan tampil 65 set busana dengan desain asimetris, kesan tumpuk, dekonstruktif dan warna-warna monokrom serta detil tye dye.

Malam ini juga akan digelar LPM Graduates : The Style Makers. Show lintas waktu dari para pemenang Lomba Perancang Mode Femina Grup dari tahun 80-an hingga 2007. Mereka adalah Chossy Latu, Itang Yunasz, Carmanita, Denny Wirawan, Andreas Odang, Billy Tjong, dan Eny Ming.

Saksikan Itang Yunasz yang menampilkan Heavensent, koleksi berbahan chiffon, tuton, kain-kain India, songket India dan Sumatra yang diolah menjadi busana dengan potongan draperi, caftan, long and medium coat bergaya sari India. Carmanita akan hadir dengan Signature, kerajinan kain dengan sentuhan budaya Makasar dalam balutan draping khas Carmanita.

Nikmati pula gelaran Andreas Odang dengan Love Hurts yang merupakan adibusana dan gaun pengantin perpaduan brokat, organdy, dan shantung italy. Dengan dominasi warna cokelat, maroon, burgundy, gold dan silver. Atau Enny Ming, pemenang LPM 2007 yang menghadirkan Two Sides. Dengan bambu sebagai inspirasi, koleksi MING kali ini menggunakan banyak teknik tailoring yang klasik. Meniru bambu, Enny membuat garis vertikal yang konstruktif dikombinasikan dengan draperi yang fluid, juga bahan solid dikombinasikan dengan bahan yang transparan.

Jangan lewatkan pula pergeIaran IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia) malam ini lewat deretan perancang senior seperti Ade Sagi, Era Soekamto, Kanaya Tabitha, Liliana Liem, Stephanus Hammy, Sutanto Danuwidjaja, Tuty Cholid, Widi Budhimulia, Yongki Budisutisna, dan Valentiono Napitupulu.

Ade Sagi Kirana dengan In Love With You Again mengeksplorasi textured lace dan tule dalam warna-warna yang berani seperti hitam – putih, merah, atau hijau limau pada volume skirt round neck, jaket, sampai tube dress. Era Sukamto kali ini hadir dengan Union Of Galaxies, rancangan lintas waktu yang menggabungkan impian masa depan dengan keanekaragaman budaya yang eksotis. Garis potongan yang futuristik dan edgy dengan detil artwork serta threadwork yang menjadi ciri khas. Ini merupakan simbol semangat anak muda yang dinamis dan out of the box.

Keragaman kain Nusantara akan diangkat, kembali Stephanus Hammy lewat Gendongan, menggunakan kain tradisional gendongan yang tampil dalam koleksi yang edgy dan ringan. Juga Valentino Napitupulu dengan Ethnician from Toba. Presentasi koleksi busana dari pengembangan dan pemakaian batik sutera Toba agar budaya, motif serta kain tersebut lebih dikenal luas. Terdiri dari 8 set busana siap pakai koleksi terbatas perpaduan sutera sifon dan satin sutera batik Toba dengan gaya yang lebih simpel dan clean. Secara keseluruhan berkesan feminim, lux dan chic.

Tak ketinggalan Tutty Cholid yang menghadirkan eksplorasi keindahan kostum Minang yang terdiri dari gaun tunik atau baju kurung, kebaya melayu, jas tutup sarung dan kain panjang dalam Exquisite Nature of Andalas. Perpaduan simple-elegant, yang terasa masa kini tanpa meninggalkan keunikan nilai tradisional, berbahan tenun sutera alam murni, dengan teknik sungkit ATBM (alat tenun bukan mesin) yang dikembangkan dari tenun rang-rang Nusa Penida dengan eksplorasi motif tenun ikat cepuk.

Sementara Liliana Liem menghadirkan Weaving Serenade yang masih terinspirasi keindahan tenun NTT dipadu dengan linen dan sutera mentah. Tidak meninggalkan cirinya yaitu twisted dan draperi serta aksen batu alam sehingga rancangannya tampil modern feminim, simpel sekaligus klasik.

Tampilan karya Yongki Budisutisna The Touch Of Nusantara juga memadukan ragam motif Nusantara pada gaun bergaya modern, dengan bahan katun, chiffon, dan beludru dengan potongan mix and match, yang dibalut warna-warna alam seperti terakota, hijau botol, dan keunguan. Serta hadirnya Widhi Budimulia dengan Bohemian Luxury yang terinspirasi wanita urban yang ingin tampil mewah, klasik, elegan, namun praktis dan modern. Garis rancangan A-line, X-line, fit and flare hadir pada styling pencilskirt, pants, babydoll dress, bustier, jacket, juga tanktop blouse.

Untuk informasi lebih lanjut:

  • www.jakartafashionweek.co.id
  • www.facebook.com/jakartafashionweek
  • www.twitter.com/JKTfashion
  • www.youtube.com/jakartafashionweek