Is Socialite The New Celebrity?

Kata socialite atau sosialista (God I hate this sosialista word, socialite masih nggak pa pa tapi jangan sosialista..huhu) pasti semakin sering kita dengar kan belakangan ini? Coba deh buka majalah fashion apa aja, pasti dua kata ‘jabatan’ itu banyak menghiasi halaman halamannya, bahkan banyak majalah sekarang yang khusus menyediakan beberapa halamannya untuk di dedikasikan kepada para socialite.

Di Indonesia kayanya majalah Dewi yang mulai pertama nya, tapi bukan khusus untuk foto foto socialite sih dulunya melainkan liputan foto orang orang yang hadir di acara peluncuran suatu produk, buku atau pembukaan butik. Kalo sekarang bahkan ada beberapa majalah yang isi nya khusus untuk memajang foto foto tersebut, jadi bukan 4-5 lembar halaman lagi melainkan hampir seluruhnya seperti majalah Tattler, Prestige dan masih ada lagi.

Sebenernya dulu saya sih seneng seneng aja liat liputan foto di majalah majalah karena beberapa dari mereka ada yang style nya bagus dan refreshing lah di liatnya daripada liat foto artis Indonesia yang dandanannya kebanyakan ajaib…lagian kali kali aja ada orang yang di kenal nyangkut di situ..heheh. Tapi lama lama kayanya foto nya semakin nggak penting ya, kalo foto nya pas lagi acara fashion show atau peluncuran suatu produk sih nggak pa pa, tapi kalo foto nya berisi liputan ulang taunnya socialite itu yang bikin malas. Abis kok kayanya nggak penting yaa.

Kalo jaman dulu sih, sekitar tahun 1950-1960 status socialite itu jauh lebih tinggi dari selebriti. Di majalah dan koran juga foto nya berisikan para socialite. Tapi setelah tahun 1970 an posisi nya tergeser oleh selebriti. Dan baru akhir akhir ini aja socialite banyak menghiasi majalah majalah.

Memang syarat untuk jadi socialite itu apa sih? Well, kebanyakan socialite memang sudah terlahir sebagai socialite karena keluarganya datang dari kalangan tingkat atas, konglomerat dan well-known, contohnya keluarga Rockefeller, Kennedy, Hearts and Trumps. Nggak ketinggalan juga the Hilton family dengan Paris Hiltonnya. Sampai sampai status socialite itu ada social register nya lho, jadi memang status resmi yang nggak bisa di sandang sembarang orang. Kalo dulu sih kebanyakan keluarga socialite datang dari aristokrat, keluarga fortune 500 yang memang mempunyai exceptional rank and priveleges. Tapi kalo sekarang, seperti anak anak desainer, fashion editors juga tergolong socialite.

Selain yang memang sudah terlahir jadi socialite, ada juga yang status nya sebagai socialite di capai dengan usaha sendiri. Ada yang jadi designer slash socialite, ada juga dokter slash socialitee, atau karena pekerjaannya yang memang menuntut untuk bergaul dengan kalangan socialite seperti Public Relation dari industri fashion, pemilik butik dan lain sebagainya. Kayanya keluarga socialite yang sering masuk majalah di Indonesia tuh antara lain the Bakrie’s family, the Moran’s, Salim’s (yang indomie nya sering kita makan..hihi) trus Liem Sioe Liong family, the Ong’s, Risjad’s, keluarga cendana dan masih banyak lagi sih, just buy a magazine and you’ll see them everywhere.

Di Indonesia sendiri, ada banyak lho yang berusaha keras untuk bisa sampai di sebut sebagai socialite. Mereka me-reinvent diri nya, networking mati matian supaya punya kenalan di lingkaran socialite, biar di ajak ke pesta pesta nya dan jalan jalan naik pesawat pribadi demi menaikan status dan siapa tahu jadi bisa merubah nasib ke yang lebih baik lagi. Gimana cara nya reinvent diri nya? Ya banyak, pertama nya biasanya pada ganti nama dulu. Kalo namanya kurang menunjang yah di ganti atau di tambahin sedikit supaya terdengar lebih glamor. Kedua, menutupi latar belakang keluarganya supaya nggak ketauan kalo mereka itu dari keluarga biasa biasa aja, jadi kalo rumahnya nun jauh di ujung Jakarta ya terpaksa kos, yang penting bisa bilang tinggal nya di daerah Selatan..:o). Ketiga, total make over. Ke empat, adopt the lifestyle!!. Beli baju, tas dan sepatu mahal dan makan di hotel serta fine dining lainnya because a true socialite will never eat fried chicken at the food court..hehehe. Toh nggak ada yang tau ini kan kalo kartu kredit nya jebol, what matters is not how much your earn baby, it’s how much you spend!!. Yang penting penampakan luar udah mahal dulu biar nggak malu maluin. Trus masih banyak lagi lah seperti nggak mau datang ke suatu acara kalo nggak dapat VIP pass karena malu dong keliatan lagi ngantri di depan pintu..:D. Trus juga belajar ber pose jadi kalo ada yang mau foto dari majalah mereka udah tau harus bergaya seperti apa supaya terlihat ok. Trus nya lagi, banyak juga nih yang berusaha untuk deketin reporter/photographer nya dan ngasih amplop supaya mau foto mereka dan masuk majalah. Bingung kan? Memang kayanya kalo di pikir kok kasian bener sih, tapi kalo menurut mereka itu jalan yang mereka percaya dalam mencapai kehidupan yang lebih baik lagi then..power to them!!. At least they know what they want and know how to achieve it.

My fave socialites in here are Margherita Missoni (the daugther of Missoni), Julia Roitfeld and Carolina Herrera family. I love love Carolina Herrera, she is the epitome of elegant, classy and chic. I want to look and grow old gracefully like her..=). Di Amerika kebanyakan sih socialite nya ada di New York, Park Avenue Princess..kalo LA masih jadi sarangnya selebriti. Waktu itu ada website socialiterank.com tapi sekarang udah di tutup.

Kayanya memang socialite is the new celebrity untuk sekarang. Baru baru ini, socialite Tinsley Mortimor di kontrak Dior untuk jadi Ambassador nya Dior Beauty. Di Harper’s Bazaar Indonesia beberapa bulan lalu juga ada fashion spread yang model model nya itu para socialite, juga beberapa fashion show yang modelnya itu the socialites. Dokter pun ikut ikutan jadi socialite…dan sebentar lagi juga ada designer slash socialite..heheh..

So do you like this phenomenon? or do you hate it or just plain don’t care?!