Kuliah Jurusan Tata Rias, Ngapain Aja Sih?

Harus menguasai kimia dasar sampai anatomi tubuh, kuliah jurusan tata rias ternyata nggak semudah itu lho!

Saya nggak sengaja lihat YouTube Channel Mutia Anjani, mahasiswa UNJ yang share tentang serba-serbi kuliah di jurusan tata rias alias cosmetology. Honestly speaking, reaksi pertama saya saat lihat thumbnail video Mutia adalah, “Wah emangnya ada kuliah jurusan tata rias?” dan saya langsung googling tentang jurusan anti-mainstream ini.  Pasti di antara FD-ers ada juga yang penasaran sama jurusan satu ini. Yuk simak langsung obrolan saya dengan Mutia!

Hai Mutia, boleh ceritain sedikit nggak awalnya kamu tertarik untuk ambil jurusan tata rias karena apa? 

“Dari awal aku mutusin buat milih tata rias karena basic-nya aku suka banget hal-hal tentang rambut dari kecil. Tapi ya hanya sekedar suka aja sebenarnya. Orangtuaku dari dulu minta aku untuk jadi guru karena ibuku juga guru, supaya ada yang nerusin ibuku. Tapi waktu  aku minta pertimbangan untuk milih jurusan ini, semua keluarga aku setuju.”

19227189_1323183567736987_6119828664470208512_n

Kuliah di jurusan tata rias belajar apa aja sih? Mata kuliah apa yang paling susah menurut kamu?

“Kalau ditanya yang paling susah menurut aku adalah kimia! Karena aku sendiri ngga suka pelajaran ini. Meskipun cuma kimia dasar tetap aja suka bikin jengkel sendiri, anak tata rias kan biasanya harus menyamakan alis kanan dan kiri, eh sekarang malah harus menyamakan senyawa dan kawan-kawannya! Oh ya, salah satu matkul yang paling penting buat anak tata rias itu matkul rias pengantin. Itu jadi goals dan prioritas kita banget, soalnya dari mulai busana, aksesoris, makeup, bahkan sampai sejarahnya kita harus benar-benar kuasai!”

Kalau yang belum ngerti teknik makeup sama sekali, bakal keteteran nggak menurut kamu?

“Nggak kok, aku dan teman-teman kelas aja dulu bukan lulusan SMK kecantikan atau yang ngerti makeup banget, kita dulu sekedar suka aja. Aku bahkan sempet stres soalnya cuma aku sendiri yang berasal dari daerah dan sama sekali nggak tau tentang makeup, sedangkan teman-teman yang lain rata-rata hapal banget mana merek makeup yang bagus, mana yang mahal dan lain sebagainya. Tapi karena aku ingin belajar, akhirnya aku cari tau sendiri sampai sekarang aku udah paham.”

“Soal milih jurusan, intinya asalkan hati kita ada di sana dan mau mengasah kemampuan, pasti bisa kok. Kalau kerja dan belajar pakai hati nggak akan terasa banget capeknya, malah terus senang belajar.”

paged Image : instagram.com/mutiaanjanioktv

Banyak yang bilang, yang dipelajari di kuliah tata rias nggak beda jauh dengan kalau kita ambil kursus kecantikan yang hanya beberapa bulan aja belajarnya. Menurut kamu gimana?

“Banyak sih yang bilang, “Ngapain kuliah tata rias? Kursus aja!”,  atau malah nanya “Emang ada jurusan rias?”. Kadang itu yang bikin aku termotivasi untuk lebih serius kuliah dan buktiin aku bisa lebih dari mereka yang kuliah di jurusan-jurusan keren dan mungkin lebih favorit. Belajar di kuliah beda lho dengan kursus kecantikan. Pertama, kursus itu mahal. Ada yang sampai harus bayar lebih dari 40 juta untuk kursus selama empat bulan, atau private class dengan MUA yang tarifnya empat juta untuk belajar tiga jam aja. Sementara kalau kuliah, dengan adanya sistem UKT di kampus bisa meringankan secara finansial, untuk satu semester biayanya bisa terjangkau juta dan kita sudah bisa pelajari sembilan matkul dengan setengah matkul praktik di dalamnya.”

“Selain itu, kursus mungkin lebih cocok untuk yang ingin instan, tapi kalau kuliah kita belajar dari teknik paling susah dulu sebelum belajar teknik-teknik yang mudah, misalnya sebelum belajar curly rambut menggunakan alat catokan kita harus belajar dulu pakai roll set. Selain itu kita juga dibekali ilmu dasar sebelum terjun ke lapangan seperti sejarah dan latar belakang teknik tertentu, sampai belajar anatomi tubuh manusia di mana kita harus hapal tulang dan saraf mana yang boleh dan nggak boleh kita pegang. Jadi nggak sembarangan.”

13285232_132063787202712_373896071_n (1) Pagelaran Rias Fantasi UNJ 2016

(Image : instagram/annisaaa_makeup)

Biasanya makeup dan alat kecantikan lainnya kan cukup mahal, apakah mahasiswa harus punya sendiri untuk keperluan belajar dan mengerjakan tugas kuliah?

“Nah biasanya yang harus banget dimiliki itu perlengkapan makeup dan rambut karena kedua matkul ini akan selalu ada di tiap semester. Buat aku pribadi, ini jadi tantangan sih karena aku kan anak rantau dan jauh dari orang tua, jadi harus pintar manage pengeluaran. Harus bisa bedain mana yang perlu dan mana yang enggak. Tipsnya, untuk matkul yang kita suka boleh beli alatnya lengkap, contohnya alat untuk rambut, karena nanti bisa juga dipakai untuk kerja setelah lulus.”

Terakhir, dari yang aku baca, peminat jurusan tata rias dari tahun ke tahun semakin banyak. Biasanya lulusan jurusan tata rias kerjanya di mana aja sih?

“Kalau yang S1 bisa jadi pengajar, misalnya guru di sekolah kecantikan. Kalau untuk D3 bisa freelance MUA. Banyak juga yang kerja di klinik kecantikan, brand produk kecantikan, consultant, masih banyak lagi deh! Iya, aku sendiri merasakan banget tahun ini makin banyak yang kuliah di jurusan aku. Mungkin karena mereka lihat jejak para MUA profesional ya dan juga melihat peluang di bidang kecantikan terutama makeup yang semakin jadi kebutuhan banget.”

Nah, siapa yang jadi tertarik untuk kuliah di jurusan tata rias?