4 Beauty Brand Ambassador Penuh Kejutan di 2018

Tahun 2018 dibuka dengan diumumkannya empat orang selebriti sebagai brand ambassador dari beauty brand ternama.

Brand ambassador adalah elemen yang sangat penting dari sebuah brand. Nggak hanya menjadi wajah dari brand tersebut, seorang brand ambassador juga harus bisa mengirimkan pesan yang kuat dan merepresentasikan nilai-nilai tertentu. Pertimbangannya nggak hanya sekedar wajah yang terlihat bagus di kamera atau karir yang gemilang, tapi juga bagaimana seorang brand ambassador bisa memberikan influence yang lebih dalam dan luas dari sekedar produk kecantikan.

Everyone, meet the new faces of your favorite beauty brands.

Gal Gadot – Revlon

It’s about time that Gal Gadot landed a beauty gig! Revlon mengumumkan Gal sebagai brand ambassador barunya dua hari setelah Gal datang ke Golden Globe menggunakan Super Lustruous Lipstick dalam shade Bombshell Red. Bergabungnya Gal juga menjadi penanda diluncurkannya campaign terbaru Revlon, #LiveBoldly, yang mengajak perempuan untuk berani mengekspresikan diri mereka lewat “Passion, optimism, strength, and style”.

Tahun 2017 sendiri merupakan tahun sibuk bagi Gal, yang sukses memerankan Wonder Woman, satu-satunya film superhero yang disutradarai oleh perempuan, walau sedang hamil lima bulan (!) saat proses syuting. Di balik semua itu, Gal menentukan sikap untuk mundur dari sekuel film Wonder Woman jika produser film Brett Ratner, yang terkena kasus pelecehan seksual, masih dilibatkan di dalamnya. Lewat akun social media-nya, Gal juga aktif bersuara tentang women discrimination dalam industri perfilman.

Emily Ratajkowski – Kérastase

Dunia diperkenalkan oleh Emily Ratajkowski lewat debutnya di video klip Blurred Lines Robin Thicke. Lirik dan konten video yang bersifat sangat seksual, ditambah dengan Emily yang tampil topless membuat model sekaligus aktris ini menimbulkan pro-kontra saat menyebut dirinya seorang feminis.

Isu yang selalu disuarakan Emily adalah bagaimana perempuan harus bebas merayakan tubuh dan seksualitasnya tanpa dipandang sebelah mata oleh laki-laki ataupun sesama perempuan. Namun statement ini juga banyak dikritik berbagai pihak, karena Emily dinilai “menunggangi” konsep feminisme sebagai alasan untuk membangun karier dari image yang seksi.

Mungkin ini juga salah satu alasan Kérastase memutuskan untuk menggandeng Emily, yang berani menyuarakan suatu isu yang masih dianggap tabu, bahkan di budaya Barat. Kérastase is a French brand after all, and European countries is somehow more “laid back” about female nudity.

Feminisme ala Emily Ratajkowski mungkin agak kontroversial bagi beberapa orang, tapi Emily sendiri aktif menggalang dana untuk Planned Parenthood dan kesehatan reproduksi. Like it or not, Emily Ratajkowski is a modern icon and I love how Kérastase described her spirit:

“If you love yourself, the rest of the world will follow.”

Winona Ryder – L’Oreal Paris

Nothing screames comeback more than Winona! Semua orang memprediksikan karier Winona hancur setelah insiden shoplifting yang jadi sorotan publik tahun 2001 lalu, ditambah dengan penyalahgunaan obat dan depresi yang ia derita.

Winona sempat vakum selama sekitar empat tahun dari dunia entertainment, kembali memulai dari peran-peran kecil, sebelum akhirnya perannya sebagai single mom Joyce Byers di serial Netflix Stranger Things banjir pujian dan menjadikannya nominasi Best Actress di Golden Globe awal tahun ini.

Bangkitnya Winona Ryder di Hollywood mengirimkan pesan simple namun kuat, bahwa siapapun bisa bangkit dari keterpurukannya. Pesan ini diterjemahkan dengan baik oleh L’Oreal Paris melalui campaign-nya tentang rambut rusak. Hey, if Robert Downey Jr. can do it, surely Winona can do it too! Bergabungnya Winona juga disambut sangat baik oleh fans dan konsumen L’Oreal Paris, terbukti dari respon yang positif di social media. Can’t wait to see what they will bring next! :)

So, cantik dan berbakat nggak hanya menjadi tolak ukur sosok brand ambassador ini. They have to stand up for something, because it’s about time that women speak up for causes that they care about. Jangan lupakan juga brand ambassador keempat di list ini, Alexa Chung untuk L’Oreal Professionnel, yang sudah dibahas Ochell di artikel sebelumnya. Selain aktif menggalang dana untuk bisnis lokal di Inggris, Alexa juga pernah melakukan charity work di Afrika bersama Oxfam International.

Nggak hanya “menjual” produk, sekarang ini brand ambassador punya tugas yang jauh lebih penting dengan sorotan yang lebih tajam dari masyarakat. Aware dengan isu-isu sekitar, berkontribusi pada kemanusiaan, dan personality yang kuat menjadi kunci bagi para role model baru ini. Semoga ke depannya brand-brand lokal juga bisa memilih brand ambassador dengan pertimbangan serupa, ya!

What do you think about the idea of brand ambassador? Apakah mempengaruhi persepsi kamu tentang brand tersebut secara keseluruhan?