Clara Tan ASNTM Sukses Karena Haters

Jika bukan karena sifat pendendam, Clara Tan mungkin nggak akan jadi finalis Asia’s Next Top Model dan kebanjiran job jadi influencer.  

Sejak jadi empat besar di ajang Asia’s Next Top Model 5, nama Clara Tan melejit dan sayangnya juga mempunyai haters karena sosoknya yang blak-blakan. Do you know, kalau Clara sendiri masih nyesel ikutan ASNTM? Bukan karena haters, karena menurut model turns influencer satu ini, haters malah berarti uang :D

Yuk, simak obrolan saya dengan Clara Tan, and decide if you still hate her, or fall in love with her even more.

Penonton Asia’s Next Top Model, kalian semua nggak tahu bahwa…

“Syutingnya udah kelar dari Januari. Lo nggak tahu bahwa hari syuting, photoshoot dan penjurian cuma berjarak tiga hari. Bayangin, tiap tiga hari kita udah kehilangan satu temen. Jadi sediih gitu.”

Gimana kamu menghadapi haters dari ajang kemarin?

Haters tuh artinya followers. Nah, followers artinya uang. Kalo lo benci sama gue, lo pasti bakal ngomongin gue; orang yang tadinya nggak tau gue mereka malah jadi kenal dan follow gue.”

“Ya nggak bisa dibohongin, namanya reality show ya tetap TV show. Kalau gue ngomong ‘Eh lo jelek banget, haha…Becanda kok,” nah kalau ‘becanda’-nya dipotong orang mana tau kan? Dan orang yang sebal sama gue karena ASNTM kemarin, mereka kan ibaratnya cuma punya waktu satu jam untuk ‘mengenal’ gue, jadi ya nggak bisa disalahin.”

Just be yourself. Kalau ada orang yang nggak suka sama lo, pasti ada orang yang suka sama lo. Jadi memang nggak bisa bikin semua orang suka sama kita. Capek lho, kalau punya banyak topeng. Jangan fake, just be yourself.”

WhatsApp Image 2017-11-06 at 07.37.44

How’s life after ASNTM?

Modeling udah berkurang, soalnya kerjaan lebih banyak jadi influencer. Kalau di agency, ya kita nggak bisa bohong pasti mereka ngejar uangnya, kan. Dan bayaran jadi influencer ketimbang modeling ya jauh lebih besar. Tapi karena fashion itu passion gue, ya nggak apa.”

“Kalo lo book gue sebagai influencer, gue nggak akan terlihat se-happy di-book sebagai model. Kerjaan model itu buat gue mengikuti passion, kalau jadi influencer itu buat uangnya aja.”

What excites you other than modeling?

Nothing.

Ih, apa kek…Movie? Anything?

“Nggak ada. Modeling aja, pingin gue mantepin sampe nggak ada yang bisa dibagusin lagi. Sampe job gue balik kayak dulu, sebelum ASNTM. Kerjaan gue banyakan dulu lho. Karena udah masuk TV, fotografer mikir tarif gue pasti mahal banget, padahal jauh lebih mahal tarif sebagai influencer. Jadi ini masih nyesel hahaha…”

Lho? Terus kenapa memutuskan daftar ASNTM?

“Jadi gue pernah foto katalog sama sebuah e-commerce. Delapan jam, tapi karena gue udah sering banget foto katalog, tau yang mereka mau, jadi kelarnya cepet. Tapi mereka nganggap-nya gue nggak profesional. Jadi mereka mau nambahin foto banner di sisa waktu itu, which is kalo di agency gue foto katalog sama banner harganya beda, man. Tapi mereka malah blacklist gue.”

“Jadi gue ikut ASNTM untuk buktiin ke mereka. Gue orangnya pendendam, tapi cara revenge-nya dengan jadi lebih sukses. Sekarang dia pasti kesel banget lihat gue di mana-mana. Kemarin mereka malah upload-upload hasil foto gue sama mereka, gue bilang ‘Hapus sekarang juga!’ hahaha…”

Terlepas dari dramanya, apa pelajaran paling berharga yang kamu dapet di ASNTM?

Basic-basic, jadi bisa masak, nyuci baju, nyuci piring, buka botol Aqua, naik bus…Tadinya kan nggak bisa. Sekarang gue jadi bisa bikin kopi, masak telur. Sebelumnya gue nggak pernah nyentuh dapur, sekarang jadi jago.”

Sumpah, kirain maksudnya basic modeling :’( How about beauty? Makeup apa yang kamu pakai tiap hari?

Lip tint Korea, sih. Untuk sehari-hari paling suka makeup gaya Korea. Tapi pembawaan tetap edgy ya, bukan dandan Korea terus jadi girly-girly gitu.

Three words that describe you best?

“Selfish, outspoken, easygoing.”