Cara Mengenali Skincare Kadaluarsa

Sudah tahu kan, cara mengenali kosmetik kadaluarsa? Kali ini, saya akan membahas tentang kapan seharusnya membuang produk skincare yang sudah nggak layak dipakai lagi!

Produk skincare yang sudah lewat tanggal kadaluarsa bukan hanya menjadi sarang kuman dan bakteri, tapi active ingredients dalam produk tersebut juga sudah nggak sebagus ketika baru pertama kali dibuka. Karena itu, walaupun mungkin rasanya nggak tega membuang produk yang belum habis, it’s an important thing to do!

skincare layering waktu tunggu 1Biasanya, untuk produk SPF dan acne-treatments, sudah diwajibkan untuk mencantum expired date atau keterangan PAO (Period-After-Opening). Tapi, untuk produk skincare lainnya yang nggak tercantum tanggal expired atau simbol PAO, berikut adalah tanda-tanda kemungkinan bahwa produk skincare-mu sudah nggak layak dipakai lagi:

Cleanser

Setelah dibuka, produk cleanser harus dipakai dalam setahun, apalagi water-based cleanser yang rentan menjadi tempat berkembangnya bakteri. Kalau cleanser menunjukkan tanda adanya perubahan dalam tekstur, bau aneh atau perubahan warna, mungkin sudah waktunya membuang produk tersebut.

Toner

Produk toner biasanya memiliki waktu pakai hanya satu tahun saja, dan setelah itu, nggak akan bekerja dengan efektif lagi. Supaya nggak membuang uang, saya biasanya memakai toner kadaluarsa untuk lap meja atau lap kaca (Did you know that toners are actually pretty good furniture cleaners? smile)

Baca juga: FD Little Notes: Semua Tentang Toner

Moisturizer/ Lotion

Pada umumnya, facial moisturizer atau body lotion hanya boleh dipakai sampai kurang lebih satu tahun setelah dibuka. Cara paling gampang untuk melihat jika moisturizer/lotion sudah tidak layak dipakai lagi adalah dengan melihat tekstur produk. Kalau sudah terlihat menggumpal atau ber-layer, it’s probably time to throw it away!

Vitamin C

Kalau produk Vitamin C sih sudah terkenal gampang oksidasi ya, makanya selalu diharuskan untuk disimpan di tempat yang gelap dan nggak terkena sinar matahari. Produk Vitamin C yang sudah oksidasi akan berubah warna, seperti yang bisa dilihat di foto berikut:

vitamin c oxidizeVitamin C yang sudah oksidasi (kiri), Vitamin C baru (kanan)

Face Oils

Face oils yang sudah expired bisa terdeteksi dari aroma yang nggak sedap, biasanya seperti bau mentega busuk. Beda dengan Vitamin C yang warnanya menjadi lebih kuning saat oksidasi, warna face oil malah akan memudar.

Baca juga: 5 Rekomendasi Face Oil untuk Kulit Berminyak Berjerawat

Scrubs

Scrub dengan butiran-butiran kecil untuk eksfoliasi biasanya dapat bertahan dua tahun setelah dibuka. Walaupun lebih tahan lama daripada kebanyakan produk skincare yang lain, scrub yang ditaruh di kamar mandi masih bisa menjadi tempat ideal berkembang biaknya bakteri.

BHA/ AHA

Kalau dipakai lebih dari setahun, produk chemical exfoliation biasanya sudah nggak begitu efektif lagi. Apalagi kalau disimpan di packaging seperti Neogen Bio-Peel Gauze Peeling, pastikan jar selalu tertutup rapat supaya nggak terekspos oksigen dan cepat mengering.

Sheet Mask

Waktu kadaluarsa sheet mask yang belum dibuka memang tergantung manufacturer-nya  sendiri, tapi biasanya it’s around satu sampai tiga tahun. Kalau saat saya buka langsung tercium aroma aneh, atau essence didalamnya sudah berwarna kekuningan (padahal biasanya nggak), berarti sudah waktunya sheet mask itu dibuang.

sheet masksBasically, sama seperti produk kosmetik, perhatikan jika konsistensi, tekstur, warna atau aroma produk sudah berubah. Kalau sangsi, lakukan patch test di bagian belakang leher sebelum mencoba apapun di sekujur wajah. Jangan gara-gara “sayang” membuang suatu produk, kulit malah jadi rusak dan muncul reaksi parah dari produk yang sudah expired, ya kan?