The Ordinary Colours Serum Foundation di Kulit Acne Prone

Akhirnya saya nyoba foundation yang selalu out of stock ini! Apa The Ordinary Colours Serum Foundation cocok di kulit acne prone?

Bulan Maret lalu The Ordinary merilis lini makeup pertamanya, yaitu The Ordinary Colours. Lini skincare-nya yang super hyped sejak tahun lalu membuat beauty enthusiasts tentunya penasaran banget dengan performa foundation buatan The Ordinary ini. Saat buka batch pertama pre-order, demand untuk foundation ini membludak sepuluh kali lipat dari kuota 25.000 botol! Hal ini membuat pihak Deciem kewalahan dan mutusin untuk nggak terima pesanan selama beberapa waktu.

Akhirnya enam bulan setelah rilis saya baru berhasil dapetin foundation ini. Mixed reviews untuk Coverage Foundation membuat saya memutuskan untuk coba Serum Foundation dulu. Seperti produk The Ordinary lainnya, klaim untuk foundation ini juga nggak ada yang gimmicky, seperti lightweight medium coverage, serum texture yang cocok dengan hampir semua primer, dilengkapi SPF 15, dan semi-matte natural finish.

ordinary colours

Serum Foundation dikemas dalam botol plastik dan dilengkapi pump yang bisa dikunci. Untuk harga USD 10.90 tentunya pump ini sebuah nilai plus. Tapi saya tetap menyarankan untuk dibungkus plastik atau dus terlebih dulu saat traveling untuk mencegah leaking.

Onto the formula, Cyclopentasiloxane yang merupakan silicone ada di urutan pertama ingredient list. Selain silicone-heavy, foundation ini juga mengandung Coconut Alkanes dan Bismuth Oxyclorane yang bisa jadi iritan untuk beberapa orang. So, pastiin untuk patch test dulu, ya. Fortunately, The Ordinary Colours Serum Foundation nggak bikin kulit acne-prone saya breakout.

Consistency-nya benar-benar cair seperti serum dan saat dibaur finish-nya soft to the touch, thanks to the jam-packed silicones. Saat ngetes foundation ini, saya coba pakai silicone primer dulu di sisi kiri wajah saya. Saat aplikasi nggak ada perbedaan, foundation still spreads out nicely di sisi tanpa primer. Selesai aplikasi, sisi kiri wajah saya set dengan bedak untuk tes ketahanannya.

first application

Before and after: coverag-enya light to low medium.

Dari 21 shades, saya pilih shade 1.2 Y Light with Yellow Undertone karena beberapa review bilang foundation ini oksidasi. Ternyata di wajah saya nggak oksidasi dan shade 1.2Y is a hair lighter than my actual skintone. Untungnya setelah dibaurkan, wajah saya nggak terlihat ashy karena yellow undertoned pigments dari Serum Foundation ini.

Saya udah coba layer dua kali dan tetap nggak bisa menutup PIH di pipi saya. Meski hasil akhirnya semi-matte, Serum Foundation nggak terasa berat dan it completely sets without any tackiness. Di kulit saya yang cenderung berminyak foundation ini tahan sekitar  lima jam. Wajah saya yang nggak di-set bedak terlihat berminyak.  Totally expected sih karena memang nggak ada klaim long-wearing.

5 hours

5 hours later: sisi kiri di-set bedak, sisi kanan nggak di-set bedak.

Menurut saya pribadi foundation ini agak overhyped. It’s just an okay foundation untuk kulit yang cenderung berminyak. Mungkin di kulit yang normal-kering Serum Foundation bisa perform lebih baik. Banyak yang bilang The Ordinary Serum Foundation ini dupe untuk Giorgio Armani Luminous Silk, but I can’t vouch for it karena saya belum pernah pakai.

The Ordinary Colours Serum Foundation bisa dibeli di beberapa online shop dengan kisaran harga Rp145.000,- sampai Rp250.000,- untuk 30ml.

Ada yang udah coba juga?